Friday, Dec 19th

Last update:03:05:57 AM GMT

You are here:
 
Gambar
DPRD Kota Apresiasi Kinerja Pemkot
Rabu, 04 Desember 2013
DENPASAR-Fajar Bali | Penutupan Sidang Paripurna masa persidangan III Tahun 2013 yang mengagendakan pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Denpasar, Rabu (4/12), dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar,... Selengkapnya...
Gambar
Lagi, Puluhan Baliho Caleg Diberangus
Kamis, 28 November 2013
DENPASAR-Fajar Bali | Setelah membongkar alat peraga kampanye Pileg 2014 yang melanggar ketentuan pemasangan, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota... Selengkapnya...
Gambar
PLN Siap Efisiensi Energi
Kamis, 28 November 2013
DENPASAR-Fajar Bali | Sebagai salah satu upaya mendekatkan diri terhadap pelanggannya, PLN Bali gelar acara “Energy Efficiency Workshop for Hotels and Resorts” bekerjasama dengan... Selengkapnya...
Gambar
20 Anggota Dewan Boikot Sidang Paripurna RAPBD 2014
Selasa, 26 November 2013
DENPASAR-Fajar Bali | Baru kali ini, dinamika politik meletup cukup tajam di kalangan DPRD Kota Denpasar. Perdebatan panjang yang terjadi saat rapat kerja membahas postur anggaran dalam RAPBD induk... Selengkapnya...
Gambar
Kunjungan Muhibah Seni Budaya ISI Denpasar menuju Beijing
Senin, 25 November 2013
DENPASAR-Fajar Bali Institut Seni Indoensia (ISI) Denpasar mengadakan Muhibah Seni Budaya ke Nanjing University of Arts (NUA) Nanjing dan -Central Concervatory of Music, Beijing (CCOM). Rombongan... Selengkapnya...

Ruang Terbuka Hijau di Denpasar Terus Menyusut

Surel Cetak PDF

DENPASAR-Fajar Bali | Ruang terbuka hijau kota (RTHK) Denpasar terus mengalami menyusutan dari tahun ke tahun. Bahkan, tahun 2013 ini dipastikan terjadi pengurangan jalur hijau  seluas 100 hektare lebih. Terutama di kawasan Denpasar Barat tepatnya di Jalan Gunung Soputan yakni di subak mergaya. Mengingat di jalur ini akan dijadikan lahan permukiman warga.

  Pengurangan jalur yang masuk dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini bakal memakan lahan seluas 100 hektare. Alih fungsi lahan ini disebut-sebut setelah adanya perubahan dalam RTRW Denpasar.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Kota Denpasar, Ir. Kadek Kusuma Diputra, MT., ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya pengurangan jalur hijau di tahun 2013 ini. “Kalau di daerah perkotaan memang tidak bisa kita menghindari, karena Denpasar itu beda dengan daerah lain, misalnya di Jakarta yang dengan pembangunan bertingkat,” katanya didampingi Kabid Tata Ruang DTRP, I Gede Ciptra Sudewa, ST, Rabu (6/2).

Lokasi yang bakal dibangun proyek Land Consolidation (LC) ini bahkan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar. Jumlah 100 hektare ini diakuinya  sama dengan jumlah 0,7 persen dari jumlah jalur hijau yang ada di Denpasar sebesar 36,8 persen. Jumlah itu dianggap masih cukup ideal untuk keberadaan jalur yang difungsikan sebagai daerah penyerapan ini.

Untuk jumlah jalur hijau di Denpasar ini rinciannya adalah 16,8 persen masuk lahan privat sedangkan 20 persen masuk jalur publik. Lokasi yang paling banyak beralih fungsi adalah jalur hijau dengan status pribadi. Untuk wilayah yang paling banyak beralih fungsi terbesar di wilayah kecamatan Denpasar Barat disusul kemudian wilayah Denpasar Selatan, kemudian Denpasar Utara dan Denpasar Timur.

Jumlah pengurangan ini semakin besar terlebih masih banyak warga dengan status tanah pribadi menjadikan lahannya sebagai permukiman. “Terkait dengan hal itu, tahun ini kita akan memasang sejumlah papan pengumuman ruang terbuka hijau kota, di tempat-tempat jalur hijau berada,” terangnya, seraya menambahkan, sejumlah papan yang sudah usang juga akan diperbaruhi. “Kita berharap, dengan adanya papan petunjuk status jalur tersebut, jumlah alih fungsi lahan bisa ditekan di Denpasar,” tandas Kusuma Diputra. R-004

Ruang Terbuka Hijau di Denpasar Terus Menyusut