Monday, May 04th

Last update:07:24:49 AM GMT

You are here:
 
Gambar
Usaha Tenun Ikat Giri Putri Bangli Terkendala Pemasaran
Rabu, 13 November 2013
BANGLI-Fajar Bali | Pasar merupakan akar dari sebuah industri atau produk. Bila pasar atau pemasaran baik, maka industri tersebut bisa bakal kuat dan kokoh. Banyak bisnis dan perusahan bangkrut... Selengkapnya...

BANGLI

Berkhasiat, Tirta Sudamala Jadi ‘Rebutan’ Umat

Surel Cetak PDF

banyupinaruh 1BANGLI-Fajar Bali | Tirta Sudemala di Lingkungan Sedit, Kelurahan Bebalang kini menjadi buruan Umat Hindu di Bangli dan bahkan dari luar Bangli. Khasiatnya yang sudah sangat dipercaya umat untuk obat selain untuk menyucikan (Nyudamala). Makanya tak heran ketika umat dari berbagai pelosok berbondong-bondong menuju lokasi tirta tersebut yang posisinya di sungai di bagian barat Lingkungan Sedit, mereka tak cukup hanya untuk terapi dirinya, namun juga untuk keluarga mereka. Dan saat Hari Banyupinaruh yang dilakukan sehari setelah Hari Raya Saraswati, dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk melakukan panglukatan.

Lantaran diyakini sebagai mata air yang mampu menghilangkan aura negatif, Tirta Sudamala ini diserbu ribuan warga yang berasal dari beberapa daerah di Bali dan nampak seperti lautan manusia. 

Tak hanya sekadar melakukan panglukatan, Tirta Sudamala ini juga mampu digunakan sebagai terapi alami. Tingginya jumlah kunjungan ini berimbas pada panjangnya antrean kendaraan hingga balai banjar Sedit akibat minimnya lahan parkir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (3/5), padatnya pengunjung sudah nampak dari pintu masuk ke Banjar Sedit. Puluhan kendaraan roda empat dan roda dua nampak berebut parkir. Kondisi jalan yang sempit, tak menyurutkan niat mereka untuk tetap masuk ke daerah Tirta Sudamala. Pengunjung yang datang tidak hanya orang dewasa saja, namun juga dari Balita dan Lansia. Sesampainya di lokasi, pengunjung ini rela berdesak-desakan untuk merasakan dinginnya air pancuran yang memiliki ketinggian sekitar 6 meter.

Salah seorang pengunjung asal Pemogan Denpasar I Wayan Sukadia mengungkapkan keberadaan Tirta Sudamala ini membuat dirinya penasaran lantaran selama ini ia hanya mendengar dari kerabatnya saja. Bertepatan dengan hari Banyupinaruh ini dan bersandingan dengan hari purnama, ia dan keluarganya menyempatkan datang ke Tirta Sudamala ini. Tidak sekedar malukat, pancuran ini juga mampu digunakan sebagai terapi alami.

Hal senada juga diungkapkan salah satu warga yang berasal dari Klungkung, Dewa Eva. Dikatakan, dirinya sudah rutin melakukan Banyupinaruh di Tirta Sudamala. Untuk menghindari desak-desakan, ia sudah berangkat sejak subuh. Selain itu, mata air yang alami juga dikatakan menjadi daya tarik dirinya untuk datang ke tempat ini. “Saya rutin datang ke sini untuk mersakan air pegunungan alami,” ungkapnya.

Sementara itu, Kelihan Adat Sedit I Gusti Putu Kariyadnya mengungkapkan, kunjungan ke Tirta Sudamala ini mencapai ribuan orang dan mereka datang sejak pukul 04.00 Wita. Tingginya angka kunjungan ini memang tidak terlepas dari hari Banyupinaruh yang jatuh setiap enam bulan sekali yang bertepatan dengan hari Purnama. “Banyaknya pengunjung tidak hanya akibat hari banyupinaruh, namun karena bertepatan juga dengan hari purnama,” katanya.

Dikatakan lebih lanjut, jumlah kunjungan ditafsirkan mengalami peningkatan mencapai 25 persen. Pada banyupinaruh sebelumnya, kunjungan mencapai sekitar 5 ribu orang. Dijelaskan, di Tirta Sudamala ini, pengunjung bisa melakukan semua jenis penglukatan. “Kalau di sini istimewanya pengunjung bisa melakukan semua jenis penglukatan,” terangnya.

Ditambahkan Kariyadnya, jumlah pancoran yang terdapat di tirta sudamala mencapai 9 pancoran yang mencirikan Dewata Nawa Sanga dan dua pancoran yang tingginya sekitar 2 meter yang diyakini sebagai panglukatan Widyadara Widyadari yang biasanya diperuntukkan kepada orang yang baru selesai menjalani upacara mepandes atau potong gigi.

Tirta Sudamala yang mulai dikelola secara intensif sejak tahun 2012 ini, dikatakan Kariyadnya masih memiliki beberapa kendala. Salah satunya adalah ketersediaan parkir yang kurang memadai. Saat kunjungan ramai, antrean kendaraan mengular hingga Balai Banjar Sedit. Melihat keadaan ini, ia berharap pemerintah daerah bisa memberikan solusi terhadap kendala klasik ini. W-002

Wasit FORKI Keluhkan Soal Honor

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Wasit FORKI se-Bali mengeluhkan soal honor dan asfek keamanan mereka saat bertugas memimpin pertandingan. Bahkan mereka terkadang harus keluar uang dari sakunya sendiri untuk melaksanakan tugas-tugas mereka memimpin pertandingan, baik di luar daerah maupun di daerah sendiri. Selain honor yang tidak jelas, malah soal keamanan mereka juga kurang mendapat proteksi.

Sering wasit kena serangan dari suporter dan pihak lain, sementara perlindungan buan wasih hampir tidak ada. Hal ini terungkap dalam acara refreshing/pemantapan wasit /juri AKF dan Nasional FORKI Pengprov Bali di rumah Ketua KONI Bangli I Made Wira, Minggu. Acara tersebut dipimpin Ketua Komisi Wasit FORKI se-Bali I Nengah Sudana. Hadir perwakilan wasit dari kabupaten se- Bali, minus Jembrana. Sebelum acara refreshing digelar juga latihan dasar bersama dilanjutkan dengan kata oleh masing-masing perguruan yakni KKI, Lemkari,NNKI, Inkai dan Gojukai di Sasana Bayangkara, Mapolres Bangli.

Meski acaranya berupa refreshing, namun banyak keluhan wasit yang muncul saat itu, yakni soal honor, soal keamanan, juga mengungkap keadaan di internal yakni adanya wasit yang tidak desiplin, menggunakan celana pendek dan celana training (celana latihan)saat memimpin pertandingan.

Lebih dari itu rapat yang rada rileks itu juga mengungkapkan adanya beda pemahaman antara apa yang dipahami wasit di Indonesia dengan wasit di luar negeri terhadap kata dan gerakan. Ada kata yang sama, namun gerakannya berbeda dan sebaliknya ada yang namanya dibalik tetapi gerakannya hampir sama dan bahkan sulit dibedakan. Hal seperti itu membutuhkan kejelian para wasit.

Rapat tersebut berharap agar wasit terus meningkatkan wawasannya dengan rajin membaca, terutama mengenai istilah kata yang menggunakan bahasa Inggris. 

Ketua Komisi wasit FORKI se-Bali I Nengah Sudana menyikapi soal honor wasit. Dia mengakui adanya keluhan soal honor itu. Dikatakan, secara umum honor wasit FORKI masih sangat jauh dari harapan, bahkan sama sekali luput dari honor. Dia malah mengakatan wasit-wasit FORKI cendrung ngayah. Dia menuding induk organisasi tidak pernah memikirkan honor wasit."Ini sesungguhnya induk organisasi yang tak pernah pikirkan soal wasit,”ujar Sudana yang sudah berstatus wasit AKF dan juga ajudan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg ini. Diapun menyinggung soal honor jadi wasit, sejak 2004 sampai sekarang hanya saat di Sea Game pernah menerima honor yang membagakan. "Soal honor ya begitulah memang kita memang lebih banyak ngayah, pengalaman kami sejak 2004 sampai sekarang hanya saat di Sea Game baru lalu saya bangga dengan honor, karena saat itu dibayar menggunakan dolar, “ujarnya. Menyikapi soal honor dan mengantisipasi soal biaya untuk wasit di even-even.

Rembug santai saat itu akhirnya menyepakati diadakannya urunan per-orang wasit /bulan, sebesar Rp 50 ribu. Meski saat itu wasit dari Jembrana tak hadir dan Tabanan tak berani ambil keputusan, tetap saja acara tersebut menyepakati diberlakukannya urunan uang Rp 50.000.

Soal keamanan wasit dia juga mengatakan memang belum ada proteksi yang jelas dibidang keamanan wasit. "Ketika pertandingan, begitu pemain siap dan ada dokter pertandingan sudah dimulai, meski tak ada petugas pengamanan", tambahnya W-002

Forkom BPD se- Bangli Dikukuhkan

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Bupati Bangli I Made Gianyar SH.MHum mengukuhkan forum komunikasi Badan Permusyawaratan Desa ( Forkom BPD) Minggu (26/4) ditandai dengan penyematan pin. Acara yang diselenggarakan di balai desa pakraman Penglipuran Desa Kubu Kecamatan Bangli di hadiri juga oleh Camat se- Kab Bangli, Forum Kepala Desa, Forum Sekdes, dan pimpinan SKPD Pemkab Bangli

Bupati Bangli dalam kesempatan itu mengatakan mengapresiasi terbentuknya forkom BPD yang pertamakali ada di provinsi Bali. Keberadaan forkom ini bisa bersinergi dengan forkom-forkom yang ada yang tujuannya adalah bekerja bersama membangun dan mensejahterakan masyarat di desa khusunya dan di Bangli umumnya.

Forkom BPD yang fungsi tugasnya sebagai perencanaan dan fungsi pengawasan sehingga dengan kekuatan di perbengkel,perangkat desa, di BPD dan di LPM maka sepirit kita bersama adalah membangun desa yang mandiri sebagai salah satu implementasi tri saktinya bung karno yang juga di pakai oleh presiden jokowi yakni berdaulat di bidang politik, berdikari atau mandiri di bidang ekonomi , berkepribadian dalam biidang kebudayaan yang keunggulannya adalah revolusi mental.

Pihaknya berharap mari kedaulatan rakyat yang sudah bagus di maknai sebaik - baiknya, kebijakan nasional,kebijakan Pemkab Bangli telah memberikan ruang dan perhatian yang tinggi terhadap desa.

Pihaknya juga mengucapkan selamat atas terkukuhnya forum BPD melengkapi semua keorganisasian di tingkat desa di Kabupaten Bangli.

Sementara itu Ketua Forkom BPD terpilih I Putu Sedan mengatakan, terbentuknya Forum ini berawal dari semangat para anggota BPD se Kab. Bangli untuk menyatukan pikiran dan gerak langkah seiring dengan perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah terhadap desa yang berlu adanya persamaan persepsi. Maka pada tanggal 14 Januari 2015 terbentuklah pengurus Forkom. Dengan Tujuan utamanya adalah memberikan wadah bagi setiap anggota BPD di seluruh Kabupaten Bangli dalam rangka melaksanakan hak dan kewajibannya yang diberikan amanah oleh UU yang peran dan tugasnya untuk membangun desa yang mandiri .

Lebih lanjut di katakannya, BPD di Kab. Bangli berjumlah 502 dari 68 desa. Sedangkan kepengurusan forkom BPD Bangli  berjumlah 18 orang meliputi sekretaris I Wayan Aman SE, dan bendahara I Ketut Redis. Pihaknya berharap peran BPD di desa nanti semakin maksimal dalam rangka pengawasan terhadap pemerintahan di desa demi terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera.W-002*

Bupati Made Gianyar Lulus S2 Kenotariatan UGM

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Menjelang berakhir kepemimpinannya diperiode pertama sebagai Bupati Bangli, satu prestasi membanggakan kembali dicatatkan oleh Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.hum. Betapa tidak, di tengah kesibukannya mengabdikan diri melayani masyarakat Bangli, I Made Gianyar untuk kedua kalinya berhasil menyelesaikan studi S2 di Universitas Gajah Mada (UGM). Sebelumnya I Made Gianyar telah menyelesaikan studi S2 untuk Magister Ilmu Hukum. Sedangkan S2 yang teranyar adalah Magister Kenotariatan.

Lebih membanggakan lagi, dari 208 wisudawan Fakultas Hukum program pasca sarjana periode III tahun akademik 2014/2015 yang diwisuda, Indek Prestasi Komulatif (IPK) yang diraih oleh Bupati I Made Gianyar adalah yang tertinggi yakni 3,91 dengan predikat sangat memuaskan. Bahkan mengalahkan wisudawan dengan predikat cum laude yang hanya memiliki IPK 3,79. Namun sayangnnya dengan IPK yang tinggi Bupati Made Gianyar gagal meraih predikat cum laude akibat tenggang waktu kuliah yang lebih panjang dari seharusnya. Namun keterlambatan ini lebih disebabkan oleh kesibukannya dalam tugas dan tanggung jawab sebagai Bupati Bangli dalam melayani masyarakat.

Atas prestasinya tersebut, saat upacara pelepasan 208 wisudawan Fakultas Hukum program pasca sarjana periode III tahun akademik 2014/2015 diaula Fakultas Hukum UGM, Bupati Made Gianyar juga mendapat kehormatan memberikan sekapur sirih dihadapan dekan dan pembantu dekan mewakili wisudawan lainnya.

Seusai mengikuti acara pelepasan wisudawan Fakultas Hukum program pasca sarjana periode III tahun akademik 2014/2015 Bupati Made Gianyar mengatakan, motivasinya untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya tiada lain untuk memotivasi dan menginspirasi anak, keluarga dan terutama masyarakat Bangli khususnya bahwa ilmu harus terus dikejar, karena tidak ada batasan untuk menuntut ilmu.

Menurut Bupati Made Gianyar, kesempatan menjadi sukses mutlak dimiliki oleh orang yang pekerja keras serta memiliki pendidikan memadai. Oleh karenanya melalui kesempatan ini Bupati Made Gianyar mengajak masyarakat Bangli khususnya untuk menuntut ilmu setinggi mungkin, karena kemajuan Bangli sangat ditentukan oleh kualitas masyarakat yang baik tentunya dengan pendidikan yang baik pula.

“Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi masyarakat, karena kita ingin masyarakat Bangli memiliki pendidikan yang baik,”harapnya.W-002*

Desa Abuan Susut Dinilai Tim Penilai Lomba Desa

Surel Cetak PDF

SUMERTA FOTOBANGLI-Fajar Bali | Untuk mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan desa, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD), Senin melaksanakan penilaian lomba desa tingkat kabupaten di Desa Abuan, Kecamatan Susut Bangli.

Acara itu dihadiri oleh Bupati Bangli I Made Gianyar, Ketua TP PKK Kab Bangli Ny. Erik Gianyar, Kepala BPMPD Kab Bangli Dewa Agung Riana Putra dan Camat Susut A.A. Bintang.

Kepala BPMPD Kab Bangli Dewa Agung Riana Putra mengatakan, lomba desa yang dijadikan satu dengan penilaian lomba 10 program PKK terbaik tingkat kabupaten ini didasarkan pada peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2007 tentang perlombaan desa yang mengacu pada delapan Indikator penilaian, meliputi Indikator pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan desa dan kelurahan, lembaga kemasyarakatan serta indikator pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Lebih dalam Riana Putra menekankan, pada lomba desa tahun ini pihaknya berupaya menghilangkan kesan bahwa lomba semacam ini merupakan momok yang menjadi beban masyarakat. Oleh karenanya, jauh sebelum penilaian ini dilaksanakan pembinaan, sehingga delapan indikator yang menjadi pokok penilaian sudah bisa dipersiapkan.

Selain delapan indikator penilaian, lanjut Riana Putra, ada dua idikator tambahan yang kita masukkan dalam penilaian dan evaluasi desa ini, yakni kebersihan desa dan hubungan antara perbekel dengan pendukung pemerintahan lainnya di desa seperti BPD dan LPM. “Kita berharap penilaian ini dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa,”harapnya.

Sementara itu Bupati Bangli Made Gianyar pada kesempatan itu menyampaikan, desa merupakan pemegang peran yang sangat vital dalam konteks pembangunan daerah dan nasional. Sebagai organisasi pemerintahan yang paling bawah dan bersentuhan langsung dengan rakyat, desa ibarat akar yang melekat pada pohon besar dan sangat menentukan tegak tumbangnya pohon tersebut. Hal ini sejalan dengan visi misi pembangunan Kabupaten Bangli yakni membangun Bangli dari desa yang dituangkan dalam empat pilar pembangunan. Oleh karenanya, pihaknya menyambut antusias kegiatan evaluasi dan lomba desa ini sebagai momentum untuk mengukur sejauh mana implementasi pemerintahan di desa dalam menjalankan program kabupaten. “Kita sangat senang melihat antusias masyarakat dalam penilaian ini. Semangat gotong royong yang mulai ditinggalkan, nampak jelas diperlihatkan masyarakat untuk menyambut jalannya penilaiannya. Mudah-mudahan semangat gotong royong ini bisa terus dipertahankan untuk kemajuan Kabupaten Bangli,”harapnya.

Bupati berharap kepada semua pihak yang terkait dengan pelaksaan lomba desa ini, khususnya tim penilai lomba, untuk bekerja dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, sehingga kegiatan ini benar-benar mampu menjadi ajang dalam mengukir prestasi bagi desa yang memang dan pantas untuk meraihnya.

”Nilai-nilai objektifitas harus menjadi landasan pokok dalam pelaksanaan penilaian, hindari nepotisme, yang dapat menurunkan semangat para peserta lomba. W-002*

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL