Sunday, Jun 26th

Last update:06:44:34 AM GMT

Banner
You are here:

BANGLI

Miliaran, Tunggakan PKB dan BBNKB di Bangli

BANGLI---Seriati-copyBANGLI-Fajar Bali | Tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) di kantor UPT Dispenda Bali di Kabupaten Bangli mencapai Rp 13.983.601.000. Angka tersebut didapat dari 28.004 kendaraan dan tunggakan disebabkan oleh banyak faktor.

KUPT Dispenda Provinsi Bali di Bangli, Dra. Ni Nyoman Seriati Msi didampingi Kasi Pelayanan PKB dan BBNKB IGB.Wirya Putra, kepada Fajar Bali di kantornya, Selasa (21/6) mengatakan, angka tunggakan tersebut meliputi tunggakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Dijelaskan banyak faktor penyebab tunggakan, yakni akibat tidak berfungsi atau rusak, hilang, terbakar tidak ditemukan (pindah). Diakui tunggakan tersebut terjadi sejak tahun 1990-an sampai sekarang. Namun demikian mengenai besarnya tunggakan, dia mengindikasikan kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak masih sangat rendah.

Dikatakan, selain soal kesadaran, dia juga memperkirakan akibat keengganan wajib pajak untuk mengurus (membayar) akibat faktor geografis (jauh).

Dikatakan, kendaraan yang pajaknya tak terbaayar ada kendaraan tua dan kendaraan baru. Padahal, lanjut dia, pemerintah telah memberikan penghapusan denda-denda(semua denda). "Wajib pajak mendapat kebebasan dari denda-denda, cukup membayar pokoknya saja. Sekarang juga dapat penghapusan mengacu Pergub Bali No. 35 Tahun 2016 (tentang penghapusan denda-denda pajak kendaraan bemotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, “ujar ibu asal Buleleng yang menikah ke Susut, Bangli ini.

Ditanya soal sanksi berat kepada mereka yang tidak membayar, dia mengatakan sanksinya didenda. Tetapi bila sampai lima tahun menunggak (kena denda) tentu oleh kepolisian bakal ditilang, karena kendaraan dimaksud tak layak untuk melaju di jalan, akibat kewajiban tak terpenuhi.

Menjawab soal tujuan penghapusan dia mengatakan tak lain adalah untuk meningkatkan nilai pajak (pungutan). Dia menghimbau agar wajib pajak meningkatkan kesadaran dan menyadari bahwa pajak tersebut merupakan tulang punggung pendapatan yang bakal digunakan untuk pembiayaan pembangunan.

Dia mengatakan, telah melakukan sistem pelayanan Samsat keliling. Dirasakan pelayanan tersebut dapat juga membantu meningkatkan pungutan pajak. Dia berharap ke depan ada kantor cabang pembantu untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Memang masyarakat terlampau jauh untuk mengurus (membayar pajak). Sesungguhnya kami membutuhkan adanya kantor cabang pembantu terutama di Kintamani, “tambahnya. W-002

Abu dan Tulang Dalam Toples Ditemukan di Ashram Q-Rak

penemuan-tulang1

BANGLI-Fajar Bali | Warga Banjar Masem Budi Karya, Desa Batur Selatan, Kintamani, Senin (20/6) digegerkan dengan adanya penemuan tulang belulang dan serta abu yang diduga pembakaran tulang di Asram Q-Rak. Tulang belulang yang ditempatkan dalam toples terbungkus kasa ini ditemukan warga setempat sekitar pukul 14.00 Wita.

 

 

Pantauan Koran ini di lapangan, lokasi penemuan tampak dibanjiri warga setempat. Petugas kepolisian dari Malpolsek Kintamani dan Polres Bangli, kemudian memasang police line di lokasi penemuan. Petugas dari TNI pun tampak berjaga-jaga di lokasi.

 

Sementara tulang belulang yang telah menjadi abu itu ditemukan dekat rumpun bambu kuning yang konon lokasi melaksanakan meditasi oleh pengikut Q-Rak. Dua toples itu dikubur dalam satu lobang, kemudian di dalam lobang ditemukan celana training warna biru, kain batik dan sejenis baju kaos warna putih.

 

Tulang belulang didalam toples itu kali pertamaditemukan oleh I Nengah Sudarta warga Masem Budi Karya sekitar pukul 14.00. Penemuan ini dilaporkan ke Ketua Pecalang I Made Redana yang kemudian disampaikan ke kelian adat. Selanjutnya penemuan ini dilaporkan ke Mapolsek Kintamani.  

“Sudarta saat menemukan tulang belulang ini tanpa sengaja. Dimana saat itu dia berburu burung disekitar lokasi,”sebut Made Redana.

 

Sementara Nengah Sudarta saat ditemui mengungkapkan saat itu dirinya ke lokasi, kemudian curiga ada bekas galian yang tergolong baru. Kemudian dia menggali dan menemukan sesuatu yang aneh. Temuan itu dilaporkan ke Ketua Pecalang dan pihak kepolisian. “Saya kaget melihat ada kasa di lokasi galian kemudian temuan itu kita laporkan ke pecalang,”tuturnya.

 

Lanjut dia, pecalang bersama pihak kepolisian kembali melakukan penggalian. Dari galian itu, ditemukan dua toples yang terbungkus kasa. Karena panasaran atas isi toples, warga yang disaksikan petugas kepolisian membuka tutupnya. Ternyata isi toples adalah tulang yang telah terbakar. Namun, dia tidak bisa memastikan apakah itu tulang manusia. “Tulangnya yang saya lihat kayak tulang sisa pembakaran mayat saat upacara pengabenan,”jelasnya.

 

Ditambahkan, selama ini aktivitas di dalam Asram Q-Rak milik Grand Master Rony Irianto itu, sangat tertutup sama warga sekitar. Jangankan warga disekitar lokasi, petugas Polres Bangli yang ingin menjemput salah seorang pengikutnya juga dilarang masuk. “Lokasi sangat steril oleh orang luar. Yang boleh masuk hanya pengikut Q-Rak saja. Makanya kita tidak tahu aktifitas di dalam,”sebutnya.

 

Untuk evakuasi tulang belulang itu, petugas Kepolisian masih menunggu pemilik asrama Rony Irianto yang sedang tinggal di Denpasar. Sekitar pukul 17.00, yang bersangkutan tiba di lokasi. Rony Irianto, tidak berani turun dari lokasi, karena takut warga beringas. Setelah melakukan negosiasi yang bersangkutan turun, kemudian digiring menuju lokasi penemuan tulang belulang.

 

Tidak berselang lama, petugas kepolisian balik dari lokasi dengan membawa tiga buah bungkusan warna merah. Bungkusan tersebut langsung dibawa ke mobil polisi. Tiga bungkusan itu berupa tulang dalam toples, kain dan pakaian, celana training warna biru, kain batik dan kaos warna putih. Bungkusan itu kemudian dibawa ke Mapolsek Kintamani.

 

 

Sementara Rony Irianto juga digiring ke Mapolsek Kintamani untuk dimintai keterangan. Sementara berdasarkan informasi yang didapat di Mapolsek Kintamani, tulang belulang dalam toples itu diakui oleh Rony Irianto adalah abu dari pembakaran jazad ibunya yang meninggal belum lama ini. “Yang bersangkutan mengakui kalau abu dalam toples itu adalah abu dari kremasi ibunya,”jelas sumber yang namanya enggan ditulis itu.

 

Kapolsek Kintamani Kompol Komang Tresna Arbawa Manik saat ditemui membenarkan adanya penemuan benda mencurigakan yang terbungkus kasa di lokasi Asram Q-Rek. Setelah dibuka, toples yang terbungkus kain kasa ini berisi abu yang diduga pembakaran tulang. “Kita masih melakukan identifikasi untuk memastikan abu itu apakah pembakaran tulang manusia atau tulang lain,”sebutnya.

 

Sementara sebelum adanya penemuan itu, kata dia tim Yutisi Bangli telah turun ke lokasi. Dari sidak itu, belasan pengkuti Q-Rak digiring ke Mapolsek Kintamani untuk didata dan dimintai keterangan. “Belasan orang pengikut Q-Rak kini masih kita mintai keterangan di Mapolsek Kintamani,”jelasnya.

Sedangkan orang tua Rony Irianto Martimus Sukariyanto saat ditemui di Mapolsek Kintamani menyebutkan kalau istrinya telah meninggal 7 Maret 2016 lalu di Kintamani. Jasad istrinya itu telah dikremasi di Denpasar, sementara abunya telah dilarung ke laut.Malahan saat dilarung ke laut diisi upacara penghormatan kemeliteran. W-002

Ratusan PNS tak Bayar Hutang, KPN Kolap

pns-2-1024x700

BANGLI-Fajar BaliKoperasi Pegawai Negeri (KPN) Eka Praja Pemkab Bangli yang seharusnya menjadi panutan bagi koperasi lainnya karena anggotanya pejabat atau PNS, tetapi kini kondisinya malah terbalik. KPN yang berkantor di sisi barat laut Kantor Bupati Bangli ini kini kolap, menyusul permasalahan yang membelit, hingga tak mampu melakukan rapat akhir tahun (RAT) beberapa kali.

Salah satu biang kerok kolap adalah tunggakan ratusan anggota yang nota benae PNS, bahkan di dalamnya juga pejabat.  

Atas tunggakan (hutang ratusan PNS tersebut) menjadi faktor kocar-kacirnya KPN.

Sekda Bangli, Ir IB Gede Giri Putra tampak Geram. Hadir dalam RAT KPN, Eka Praja di Sasana Budaya Giri Kusuma, Bangli, Rabu (15/6) Giri Putra setelah tahu adanya hutang-hutang yang tak dilunasi nasabah (PNS) ini.

Dia berujar seharusnya nasabah (PNS) ini memberikan contoh untuk memenuhi kewajiban kepada masyarakat. Bukan malah sebaliknya menunjukkan sikap yang tidak terpuji yakni tidak mau membayar hutang. Bahkan menurutnya Bupati Bangli, I Made Gianyar berpesan, memalukan kalau KPN Ekapraja sampai bangkrut.

Supaya persoalannya tidak berlarut larut pengurus dimintanya untuk berkomunikasi dengan pegawai bersangkutan berkaitan pelunasan hutang-hutang mereka. Bahkan Giri Putra mengancam bakal memberikan sanksi kedinasan bila mengabaikannya.

Dia juga berharap adanya perbaikan manajemen atas koperasi tersebut, dan belajar dari kasus yang ada, agar tidak persoalan yang sama muncul kembali.

Kepada pimpinan SKPD mantan Sekreatris DPRD Bangli ini berharap ikut berperan disitu. 

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bangli I Dewa Gede Suparta pada RAT itu mengakui salahsatu penyebab dari kolapnya KPN tersebut adalah kredit mecet.

Dijelaskan, pegawai negeri sipil yang tercacat memiliki hutang di KPN Ekapraja mencapai 207 orang. Dijabarkan, pada unit pertokoan 91 orang dengan total nilai Rp 380.583.500 dan pada unit simpan pinjam 116 orang.

Selain perseorangan, tunggakan hutang juga datang dari empat lembaga dengan total nilai Rp 94.007.000. Angka ini khusus untuk unit kantin. “Total hutang macet ini adalah jumlah sejak 2006 hingga 2011,” tambahnya. 

Kurang maskimalnya transaksi keuangan ini, mengakibatkan koperasi yang berdiri sejak 1994 itu kolap sejak beberapa tahun belakangan. Beberapa unit usaha juga mengalami kebangkrutan. Supaya ini tak terus berlanjut, diperlukan adanya revitalisasi organisasi dan kelembagaan koperasi dalam upaya memaksimalkan potensi yang ada. W-002

Hati-Hati Melintasi Jalur Selati- Susut

tebing-Selati-copy

BANGLI-Fajar BaliJalur (ruas jalan) baru dari Dusun Selati, Bunutin, Kecamatan Bangli menuju Dusun Tanggahan Talangjiwa, kecamatan Susut kini rawan longsor, khususnya pada tebing kiri kanan jalan tersebut.

 Seperti yang tampak Rabu (15/6) tebing di bagian utara jalan longsor dan pohon tumbang, pasca hujan turun, menimbun jalan tersebut, hingga sampai mengganggu lalulintas di jalur yang mulai padat itu. Potensi longsor susulanpun tampak pada bagian lain.

Tebing tersebut dinilai rawan longsor dan mudah longsor, karena kondisi tanah labil, serta dengan posisi yang amat terjal. Pasalnya tebing tersebut sebelumnya merupakan tanah perbukitan yang dibedah untuk bisa mewujudkan jalan baru dari Selati menuju Dusun Tanggahan Talangjiwa, Demulih, Susut. Akibatnya sisa atau tebing tersebut tidak diperkuat oleh akar tanaman.

 Sumber Fajar Bali di lokasi, I Nengah Sumerta memperkirakan longsor itu terjadi Selasa (14/6) dini hari. Pasalnya Rabu (15/6) pagi sudah terlihat ada longsoran tersebut yang menimbun hampir sepenuh badan jalan itu.

"Pagi kemarin sudah kedapatan ada longsoran dan pohon tumbang mengancam badan jalan, mungkin longsor sudah terjadi kemarin (Selasa dini hari), “ujar laki-laki kurus berambut panjang ini.

Diapun khawatir longsor susulan bakal terjadi. Pasalnya tebing tersebut tidak ada tanaman (akar pohon) yang memperkuatnya.

"Saat membuat jalan ini bukit yang dibedah dengan menggunaan alat berat, sisanya beginilah, tidak ada pohon yang menyebabkan kondisi tanah labil, “tambahnya.

Dia mengatakan jalur ini mulai menjadi jalur padat, karena untuk menuju ke wilayah kecamatn Susut dari jalur tersebut amat pendek (singkat). Jalur ini mulai padat, memang dari sini ke kecamatan Susut sangatlah dekat", ujarnya.

Sementara Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bangli Putu Wida Gunawan ketika dikonfirmasi soal longsor di jalur Selati ini, Rabu (15/6) pihaknya mengaku sudah melakukan penanggulangan, yakni mengeruk tanah timbunan serta mengevakuasi pohon tumbang yang menghalangi jalur tersebut, Rabu (15/6) siang.

Dia mengakui jalur tersebut rawan longsor. Mengenai hal itu pihaknya bakal mengupayakan membuat dinding penahan tanah (DPT) terutama pada tebing-tebing yang memiliki tinggi sekitar 15 meter serta panjang sekitar 60 meter itu.

"Ya jalur itu rawan longsor, kami upayakan untuk bisa membuatkan DPT", katanya singkat via ponselnya. W-002

Bale Dangin Ludes Terbakar

ilustrasikebakaran

BANGLI--Fajar BaliBelum pupus dari ingatan soal terbakarnya gedung SDN.2 Bangli di Banjar Kawan Bangli, belum lama ini, kini kebakaran kembali menyusul terjadi. Giliran yang menjadi korban kebakaran warga Banjar Dukuh Perayu, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Senin (13/6) sekitar pk. 00.30 Wita.

Atas hangusnya bangunan Bale Dangin ini, kerugian tak tanggung-tanggung mencapai Rp 150 juta, karena bangunan milik I Ketut Ranu (57) tersebut hangus dilalap si jago merah.

Masyarakat setempat, Senin (13/6) dini hari dibuat geger dengan terbakarnya rumah Bale Dangin milik I Ketut Ranu .  Mendengar kulkul bulus, warga kemudian berhamburan dengan membawa peralatan untuk memadamkan api. Namun sayang apa yang dilakukan warga, sia-sia pasalnya rumah korban yang dibangun dengan dana Rp 150 juta ludes dilalap si jago merah. Api juga menyambar sebuah sepeda motor milik korban yang diparkir di depan bale dangin.

Pantauan di lokasi, Bale Dangin milik korban tampak ludes dan rata dengan tanah. Yang tersisa hanya tembok bangunan yang menggunakan stil Bali. Tampak beberapa keluarga dan warga setempat masih berdatangan ke lokasi. Sementara Ketut Ranu, tampak terpukul dengan kejadian itu. Terlebih sang istri yang kini dalam kondisi sakit, dia lalu shock atas kejadian itu.

Keponakan korban I Nyoman Karyawan saat ditemui Senin (13/6) menuturkan api pertama kali dilihat saudaranya I Wayan Astawa sekitar pukul 12.30. Api diduga bersumber dari arus pendek listrik. Saat itu, api memang telah besar sehingga membuat penghuni panik.  Kemudian warga yang melihat kejadian itu langsung membunyikan kukul bulus. “Dalam sekejap warga telah berdatangan untuk membantu memadamkan api,”jelasnya.

Jelas dia, setelah berjuang beberpa jam akhirnya api bisa dikuasai, namun bangunan tidak bisa diselamatan. Semua bangunan ludes terbakar. Malahan api sempat menyambar sebuah sepeda motor yang diparkir tepat di depan bale dangin. “Sebagian bodi kendaraan terbakar,”ucapnya. Lanjut menambahkan, atas kejadian pihak keluarga berencana nunas bawos. “Kami selama ini tidak pernah mendapat firasat bakal mengalami musibah seperti ini,”sebutnya.

Sementara Kapolsek Kota Bangli Kompol Dewa Mahaputra saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, menerima laporan itu pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. “Dugaan awal penyebab kebakaran adalah karena arus pendek listrik,”sebut mantan Kapolsek Kintamani itu. W-002

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL