Wednesday, Jan 18th

Last update:06:07:02 AM GMT

You are here:

BANGLI

Tergerus Longsor, Badan Jalan Tembuku-Penida Amblas

jalan-penida-jebol-6-copy

BANGLI-Fajar BaliDampak tingginya curah hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, kembali menyebabkan bencana longsor. Parahnya, kali ini bencana tersebut menyebabkan akses jalan utama diperbatasan Tembuku-Penida Kelod ambrol.

Pantauan di lokasi, Kamis (5/1), jebolnya hampir sebagian badan jalan tersebut, terjadi setelah dinding penahan tanah (DPT) yang ada dibagian barat tergerus. Tampak lubang menganga selebar hampir dua meter dengan kendalaman hampir 10 meter dari permukaan aspal.

Kondisinya semakin rawan, karena dibagian bawah jalan juga muncul kubangan besar sepanjang 15 meter yang menyebabkan jalan tersebut terancam amblas kembali.

Untuk menghindari kecelakaan lalulintas, lokasi jebolnya jalan tersebut kini telah dipasangi kampil untuk pembatas. Akibatnya, hanya sebagian badan jalan yang masih bisa dipergunakan sehingga sangat menggaggu kelancaran arus lalin.

Ditemui di lokasi, salah seoarang warga Tembuku I Nengah Suardiana menuturkan, tanda-tanda jebolnya badan jalan tersebut sejatinya telah tampak sejak sepekan lalu. Kata dia, awalnya sebagian DPT tersebut yang tergerus dan membuat sebagian jalan diatasnya amblas secara perlahan.

“Kemungkinan longsor terparah terjadi semalam dan turut menyeret badan jalan sehingga jebol,” terangnya.

Atas kondisi tersebut, warga pun mengaku khawatir dan was-was. “Kondisi tanah sekitar sangat labil. Sebagian kondisi aspal yang tersisa juga sudah retak-retak. Kalau ini tidak segera diperbaiki, kemungkinan akan menyebabkan longsor susulan dan justru akan mengancam akses jalan menjadi terputus total,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya kembali mendesak instansi terkait untuk segera melakukan upaya perbaikan. Terlebih, akses jalan ini merupakan jalur utama menuju ke obyek wisata Waterfall Tukad Cepung yang terkenal dengan julukan air terjun dari langit yang berlokasi di banjar Penida Kelod. W-002

Jaringan PDAM Bangli Hancur

BANGLI-perbaikan-pipa-di-bunutin-copy

BANGLI-Fajar Bali | Pelanggan PDAM di Desa Bunutin, Kintamani kelimpungan, karena air bersih macet total. Mereka kini terpaksa mencari air dalam radius jauh dan mesti menggunakan kendaraan.

 

Bendesa Pakraman Bunutin, Kintamani I Wayan Rungu, Minggu (25/12) mengeluhkan soal macetnya air bersih dari PDAM sejak Rabu (23/12). “Air bersih dari PDAM sudah macet sejak empat hari lalu sampai sekarang belum mengalir, warga kami harus jauh-jauh mencari air, dan menggunakan kendaraan”, ujarnya.

Dia mengatakan macetnya memang karena rusaknya jaringan PDAM di sumber mata air. Dia berharap agar pihak PDAM segera melakukan perbaikan jaringan, agar masyarakat tak kesulitan air bersih.

Dikatakan kebutuhan air bersih bukan saja untuk mandi cuci kakus (MCK) namun juga untuk kegiatan usaha. Apalagi masyarakat ada memiliki usaha pelihara ternak seperti ternak babi, ayam dan sapi. Karena itu sekali saja air bersih PDAM macet, masyarakatnya kelimpungan. “Masyarakat kami kebingungan dalam rusan air bersih”, jelasnya.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bangli  Wayan Gede Yuliawan Askara, ketika dikonfirmasi soal macetnya air bersih ke sejumlah pelanggan, mengakui macetnya air bersih tersebut. Bahkan diakui macet air terjadi di tiga desa, yakni di Desa Bunutin, Desa Lembean dan Desa Manikliu, Kintamani dengan total 850 pelanggan.

Hal itu terjadi akibat hancurnya pipa transmisi di sumber air di Desa Bunutin. Dikatakan 8 batang pipa 6 dim yang posisinya menyeberang sungai hancur diterjang longsor dan bahkan pipa tertimbun sekitar 2 meter. Terhadap hal itu pihaknya sudah melakukan penanganan, dari menggali pipa sampai melakukan pemasangan.

“Sejak ada informasi, kami sudah turun dan petugas kami sekarang tengah bekerja, kami bekerja sampai malam, mudah-mudahan cepat selesai”, ujarnya. Dia berharap pelanggan bisa memahami dan mengerti persoalan tersebut dan bersabar untuk menunggu air mengalir. Dia prediksi biaya perbaikan atas kerusakan itu mencapai Rp. 75 juta.

“Kami kerja siang malam, agar air cepat mengalir”, tegas Yuliawan Askara sembari mengatakan di tempat lain juga ada jaringan PDAM rusak, yakni di Desa Batur Utara, Batur Tengah dan Batur Selatan, serta jaringan PDAM di Susut, namun sudah dilakukan perbaikan dan air sudah bisa mengalir. W-002 

Penyakit Aneh Nenek Moges Asal Bangli, Mata Hilang, Hanya Bisa Terbaring

Ni-Wayan-Moges

BANGLI-Fajar Bali | Warga Dusun Malet Gede, Desa Tiga, Susut, Ni Wayan Moges (70) sangat memprihatinkan. Moges menderita penyakit aneh di mata. Kulit di kelopak mata menghilang sedikit demi sedikit. Terus keluar darah, bahkan berbau. Lebih menyedihkan kini bola mata kiri telah tiada.

Dia sehari-hari hanya didampingi menantunya Ni Komang Nuri (40). Hampir tiap hari dia harus mendampingi Moges, karena daerah mata Moges terus keluar darah bahkan berbau, sehingga mesti dibersihkan. Selain itu kehidupan keluarga ini sangat miskin. Kondisi itu membuat Nuri benar-benar digelayuti beban berat.

Nuri mengatakan kalau dirinya harus berhutang untuk membeli obat buat Moges. Tetapi Nuri tetap abar mendampingi mertua. Ketika dikunjungi wartawan, Senin (19/12) di rumahnya, Nuri menuturkan awal mula sakit mertuanya. Awalnya Moges hanya mengalami penyakit seperti jerawat di dahi, sekitar 8 tahun lalu.

Pendek cerita jerawat ini membesar ke daerah mata kiri. Kulit mata membusuk lalu menghilang sedikit demi sedikit. Kala itu sekitar 6 tahun lalu, Moges dibawa berobat ke rumah sakit di Gianyar. Tetapi menurutnya tak diketahui sakit yang diderita Moges. “Sudah dibawa berobat ke rumah sakit di Gianyar, tapi tak diketahui jenis sakitnya”, ujar Nuri.

Merasa tak bisa diobati dengan cara medis, keluargapun membawa Moges ke dukun. Moges diberikan obat berupa minyak, tetapi tak dijelaskan jenis minyak itu. Moges tetap tak sembuh. Kini kulit daerah mata kiri juga semakin hari semakin menghilang, keluar darah serta berbau.

Bahkan kulit daerah mata kanan juga semakin mengelupas alias membusuk sedikit demi sedikit. Kini Moges hanya bisa berbaring, karena hanya memiliki satu bola mata. Untuk ke kamar mandi aja mesti dibopong menantunya.

”Tyang harus terus mendampingi, karena terus keluar darah”, ujarnya sembari mengatakan kalau dirinya tak bisa bekerja. Kehidupan keluarga ini cukup menyedihkan. Nuri hanya mengandalkan pendapatan suaminya sebagai buruh bangunan. Sedangkan dia tak bisa kerja.

Dituturkan kalau Moges masih punya suami Wayan Gingsih 75 th, tetapi dia tinggalnya di pondok. Nuri merasa harus rela mendampingi mertuanya sampai urusan isi perut. Dikatakan kalau Moges punya empat anak, hanya yang sulung (I Nengah Sambung) yang suaminya Nuri saja laki-laki, yang lainnya perempuan sudah menikah. “Seharinya hanya tyang yang mendampingi, kasihan mertua kalau saya tinggalkan bekerja, padahal untuk urusan isi perut masih susah,” keluhnya.

Ditanya bantuan apa saja keluarga ini dapatkan dari pemerintah, dia mengaku tak penah dapatkan bantuan. Kartu sehat juga tak dia miliki. “Nggak pernah dapat bantuan apa-apa”, ujar Nuri, wanita yang mengaku asal Tampaksiring, Gianyar ini. Karena itu ketika ada niat untuk mengobati Moges, tersandung soal biaya berobat. “Tyang tak dapat berbuat banyak, suami tyang hanya mengandalkan dari hasil meburuh, paling hanya dapat Rp.50 ribu sehari”, ujarnya benada pasrah. W-002

Hujan Lebat Bencana Alam Kepung Bangli

BANGLI-Pohon-Tumbang-dan-Longsor

BANGLI-Fajar BaliHujan lebat, Rabu (14/12) siang hingga sore menyebabkan banjir di kota Bangli. Selain itu banak pohon tumbang dan tanah longsor. Pohon tumbang dan longsor terjadi di banyak titik,menutup akses jalan.

Seperti rumpun bambu yang tumbang di Jalan Bau (Dusun Tanggahan Peken menuju Kota Bangli ) menutup ruas jalan sehingga jalur tersebut lumpuh total sekiatr 3 jam. Longsor di jalur Bangli-Demulih, jalur Tegalalang- Jehem juga membuat jalur tersebut lumpuh sampai berita ini ditulis.

Sedangkan banjir terjadi di Jalan Brigjen Ngurah Rai, tepatnya depan Kantor Ketahanan Pangan Bangli, siang itu. Air mencapai setinggi 1 meter, menyebabkan kendaraan terendam. Namun banjir tak berlangsung lama.

Sayang banjir hanya menjadi tontonan gratis, tak ada yang dapat dilakukan untuk penanggulangannya. Banjir tersebut dipicu oleh meledaknya air dari trotoar (depan SMAN.1 Bangli) yang sudah menjadi hal klasik ketika hujan lebat.

Sementara terhadap rumpun bambu yang tumbang ke Jalan Bau (di Dusun Tanggahan Peken menuju Kota Bangli) sudah ditanggulangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli. Kepala Pelaksana BPBD Bangli, I Wayan Karmawan dan stapnya sudah langsung melakukan penanganan atas tumbangnya pohon bambu milik warga dari Dusun Tanggahan Gunung, Sulahan, Susut itu.

Meski demikian jalur tersebut sempat lumpuh sampai 3 jam, dimana peristiwa itu terjadi pk. 13.00 siang, sedangkan setelah pk. 15,00 baru berhasil dilakukan evakuasi, karena BPBD masih harus berkoordinasi dengan Dinas PU, berkaitan peminjaman alat berat. “Kami tak bisa begitu turun langsung bisa evakuasi, kami masih koordinasi, berkaitan peminjaman alat berat”, ujar Karmawan.

Dia juga mengakui beberapa ratus meter arah selatan juga terjadi pohon kelapa tumbang membentang di atas jalan. Namun ketika ditanya mengapa sampai lama membentang di atas jalan lalu menyulitkan kendaraan melintas, dia mengatakan karena hal itu masih harus menunggu keikut sertaan pemilik pohon untuk evakuasinya. Kadang kayunya dibutuhkan untuk bahan bangunan, sehingga pemotongan kayu agar beraturan.”Kami tak ingin ada konplain pemiliknya”, ujarnya.

Karena itu jalur tersebut masih belum bisa dilewati mobil, terutama mobil besar atas membentangnya pohon kelapa itu. Meski pohon bambu sudah dievakuasi tetap saja kendaraan besar belum bisa melewati jalur tersebut.

Sehingga warga sekitar yang menggunakan mobil besar terpaksa harus melewati jalur panjang (jauh). Dan sorenya longsor menyusul di jalan Bangli menjuju Demulih (menutup) jalur protokol. Jalan Tegalalang- Jehem juga ke longsoran.  (W-002) 

Proyek Jalan Tingas, Baru Selesai Sudah Mengelupas

BANGLI-Proyek-Jalan-Baru-Digarap-Rusak---Copy

BANGLI-Fajar BaliProyek peningkatan jalan Tingas, Desa Yangapi, menuju Kelempung, Desa/Kecamatan Tembuku sangat disesalkan warga. Proyek baru selesai dikerjakan 3 Oktober lalu, kini sudah mengelupas di bagian permukaan. Diduga kerusakan itu akibat kadar aspal dan kualitas aspal yang sangat rendah.

Mengelupas terjadi di banyak titik. Bahkan banyak juga retak-retak permukaan berpotensi mengelupas.

Warga setempat, I Wayan Edi Korniawan kepada wartawan, Kamis (8/12) menyampaikan rasa kesalnya atas pengerjaan proyek peningkatan jalan dengan nilai Rp 499.158.000 dari APBD Bangli yang dikerjakan CV Kawan Utama itu. Baru usai dikerjakan sudah mengelupas.

“Ini proyek apaan pak, baru selesai 3 Oktober lalu sudah begini, “ujarnya menunjukkan titik kerusakan itu. Bahkan menurutnya proyek itu molor seharusnya sudah klar pertengahan September, karena dimulai 22 Juni, dengan waktu pengerjaan 90 hari kalender, mestinya sdah selesai dikerjakan antara 22 Sepetember,”ujarnya.

Dia yakini kerusakan itu kaena kadar aspal dan kualitas aspal yang rendah. Keluhan atas kualitas proyek juga datang dari warga lainnya, I Nengah Gampil. Dia juga menyayangkan kualitas proyek tersebut, senada dengan Korniawan.

“Ya kami sangat sayangkan proyek baru sebulan usai dikerjakan sudah rusak, kami harap pemerintah bisa melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut.

Korniawan dan Gampil menuding kalau rekanan hanya semata mencari untung daripada melihat asas manfaatnya. Kalau tak demikian tidaklah mungkin proyek seumur jagung sudah hancur. Kedua sumber ini meyakini tak bakal lama lagi kerusakan terjadi lebih parah.

”Kami arap ada perbaikan dari rekanan. Ini uang rakyat kok yang digunakan, rekanan tak bisa diam dalam persoalan ini, “tambah Korniawan diamini Gampil yang juga bendahara subak Belok ini.

Korniawan menambahkan proyek itu juga meninggalkan pekerjaan mengenai pembuatan dinding penahan tanah (DPT), dimana DPT baru sebatas dilakukan pemasangan beton, namun tidak dilakukan pemelesteran. Denga demikian dia yakini DPT itu cepat hancur.

”Itu DPT proyek inklud dengan proyek jalan ini, tapi seakan ditinggalkan tak diklarkan. Semestinya diplester agar lebih kuat, itu lihat pekerjaan apaan itu, “tambah Korniawan sembari menunjukkan DPT tersebut. W-002

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL