Tuesday, Feb 09th

Last update:05:46:17 AM GMT

You are here:

BANGLI

Berjalan dengan Tangan, Hidup dari Anyam Bambu

I Nyoman Yasa - sumerta web

BANGLI-Fajar Bali | Saban hari berjalan dengan tangan, bahkan sampai ke jurang-jurang. Begitulah kondisi I Nyoman Yasa (60) warga Dusun/Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli. Dia cacat sejak lahir, kaki mendengkur dan kecil. Yasa juga hanya punya 3 jari pada tangan kanan. Namun keterbatasan fisik tak membuat Yasa putus asa.

Menghadapi tuntutan isi perut, dia harus berjalan dengan tangan sampai ke semak-semak hanya untuk mencari bambu. Yasa adalah pengrajin anyaman bambu (kerajinan) sejak 15 tahun lalu. Dia terampil menganyam kurungan dan penarak (wadah dari bambu). Kerajinan yang harus dia tekuni keseharian untuk isi perut. Sedangkan adiknya Ni Ketut Sutapa dengan cacat serupa lebih banyak ada di dapur jadi juru masak.

Keduanya hanya punya dapur yang sekaligus jadi tempat tidur bagi Yasa. Tetapi Sutapa (adik perempuannya) malu tidur bareng, terpaksa numpang di iparnya.Yasa dituntut lebih gesit dibanding Sutapa.

Kepada Fajar Bali di rumahnya, Rabu (13/1), Yasa mengatakan kalau dirinya sampai harus mencari bambu ke jurang. Bukan hanya itu, dari urusan nyebit (membuat tipis) sampai menganyam juga dilakukan Yasa. Namun sejak mengalami musibah, Yasa tidak lagi mencari bambu. Bahan bambu ia dapatkan dari tetangga.

 “Tiang taen kene pentalan bambu, mangkin ten bani ngalih bambu (saya pernah celaka karena bambu, sekarang tak berani cari bambu)”, ujarnya.

Yasa bisa berbangga juga karena merasa punya pemasok (pelanggan) hasil produksinya di kota Bangli. Makanya tak ada hari bagi dia tanpa buat kurungan dan penarak. Dikatakan membuat kurungan lebih mudah, sehari dirinya menghasilkan satu kurungan yang harganya Rp.50 ribu/buah. Sedangkan penarak dua hari baru bisa kelar satu buah. Padahal harganya rendah (Rp.20 ribu/buah).

Meski demikian dia mengaku wajib membuat penarak untuk jaga langganan.”Tiang tetep ngae penarak yapin mudah, apang terus ngelah langganan (saya terus buat penarak, meski harganya murah, untuk pertahankan langganan),” cetusnya.

Ditanya soal pendapatan, dia hanya bisa kumpulkan uang sekitar Rp. 35 ribu sehari. Untuk isi perut dia akui cukup. Tetapi dia hanya punya rumah sekaligus dapur yang kini sudah tak kokoh lagi, dimakan usia. Rumah Yasa juga kurang berstandar sehat. “Kanggeang pak. Yen wenten bantuan suksma pisan,” tutupnya. W-002

Darma Wanita Propinsi Bali Serahkan Bantuan Bedah Rumah Kepada ASN di Bangli

BANGLI -Ketua Darmawanita Prov Bali Ny. Sekda Prov Bali serahkan   bantuan bedah rumah - Copy

BANGLI-Fajar BaliDarma Wanita Propinsi Bali melalui ketuanya, Cok Istri Agung Pemayun, Kamis (12/11) kemarin menyerahkan bantuan bedah rumah kepada aparatur sipil negara (ASN) di Dusun Pukuh, Desa Susut, I Nyoman Sudana (43). Nyonya Sekda Provinsi Bali ini menyerahkan bantuan secara simbolis dengan penyerahan berita acara bedah rumah, diterima langsung Nyoman Sudana, meski rumah bantuan yang diberikan sesungguhnya belum kelar dibangun alias masih tengah pengerjaan.

Rumah yang diberikan berukuran 4x 6 meter dengan dua kamar tidur. Tetapi tak dilengkapi kamar mandi, lantaran bangunan berada di bagian utara (menten), sehingga tidak cocok diisi kamar mandi menurut tata ruang Bali. Meski demikian Sudana kiranya bakal bisa tidur nyenyak. Pasalnya pegawai Dinas Tata Kota Bangi ini sebelumnya menumpang tidur di warung, dekat Bale Banjar Pukuh. Suami Ni Nyoman Surasni (43) yang punya 3 anak ini mengaku terpaksa tidur di warung dekat Bale Banjar yang tanahnya memang milik kakaknya I Nyoman Mudiana. Setidaknya setahun (tahun 2013) dia tidur di warung. Sedangkan 3 anaknya terpaksa diberikan menginap di tetangganya. “Tiang setahun tidur di warung dekat Bale Banjar, tetapi tanahnya memang milik kakak saya ”, ujar Sudana di sela-sela acara penyerahan bedah rumah itu. Sudana menuturkan dirinya hanya menjadi pegawai golongan I (ijasah SD) yang kini menerima gaji Rp.1.900.000. Tetapi hidupnya hanya mengandalkan dari gaji tersebut, sehingga dirinya tak mampu membangun rumah. Untuk menyekolahkan anaknya 1 orang di bangku SMA, 1 di bangku SMP dan 1 lagi di bangku SD, dia mengaku susah mengatur keuangannya.

Pada acara penyerahan bantuan rumah itu, hadir Nyonya Cok Pemayun didampingi anggota Darma Wanita Propinsi Bali. Hadir juga Ketua Darma Wanita Kabupaten Bangli, Nyonya Sekda Giri Putra. Kabag Humas dan Protokol Setda Bangli, Cok Bagus Gede Gaya Dirga, Camat Susut, perbekel Susut, dan Kadis Tata Kota Bangli.

Ketua Darma Wanita Propinsi Bali, Cok Istri Agung Pemayun kepada Sudana berharap agar rumah bantuan yang diberikan itu dipelihara dengan baik, sehingga bangunan menjadi lebih sehat serta umur berumur panjang. Sudanapun sanggup untuk memlihara denga baik. Dia mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Cok Istri Pemayun ketika ditanya soal nasib-nasib ASN golongan rendah di Bali, dia mengatakan banyak ASN tidak memiliki rumah layak huni di Bali. Untuk di Bangli baru hanya 1 orang ASN sampai tak punya rumah. Tak kecuali ASN tak punya rumah layak huni juga ada di Kabupaten Karangasem, Klungkung dan Gianyar. Untuk di Gianyar diupayakan tahun 2016 bisa mendapat bantuan rumah.”Banyak ASN di Bali tak punya rumah layak huni, ini membutuhkan adanya kepedulian bersama”, ujar Nyonya Sekda Propinsi Bali ini. Dia mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap ASN yang mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sampai tak punya rumah layak huni. Bahkan dirinya amat prihatin terhadap Sudana yang sampai tidur di warung Bale Banjar Pukuh.”Kami haraap rumah ini dipelihara dengan baik”, ujarnya wanti-wanti tanpa menyebutkan berapa nilai bangunan rumah tersebut.(W-002)   

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 12 November 2015 18:02

Pasar Kayuambua Bangli Terbakar

PASAR BANGLI KEBAKARAN

BANGLI-Fajar BaliPasar Kayuambua, di Desa Tiga, Susut, Bangli diamuk si jago merah, Kamis (22/10) pukul 13.10 Wita. Kebakaran dahsyat itu melanda 5 ruko di pasar tersebut. Namun tak ada korban jiwa dalam kasus tersebut. Meski demikian untuk melawan amukan api, Bangli meminta bantuan pemadam kebakaran kabupaten tetangga, yakni Damkar Klungkung dan Damkar Gianyar.

Api sulit dipadamkan akibat  bukan saja karena angin kencang, namun juga karena api terhalang oleh atap bangunan dari genteng. Pasokan air juga kurang. Api baru berhasil dipadamkan setelah dua jam kemudian. Jumlah kerugian materi belum bisa ditafsir. Sebagian pedagang ada yang sempat memindahlkan barang dagangannya ke tempat yang dirasa lebih aman.

Menurut salah satu warga, I Wayan Suardana, kebakaran terjadi setelah waktu pasaran berakhir. Kepulan asap pertama muncul dari lantai dua ruko sebelah palin barat yang ditempati Bank Pasar. Tak lama berselang, muncul percikan api yang kemudian terus merembet ke ruko yang ada di sebelahnya. “Asap pertama muncul dari ruko paling barat, terus muncul api dan menjelar ke ruko lainnya,” katanya.

Disampaikan pula, begitu kepulan asap muncul, pemilik Ruko, pegawai Bank Pasar, dan pegawai BPD langsung bergegas menyelamatkan barangnya. “Mereka dengan mengeluarkan barang-barangnya. Sebelum api membesar,” ujarnya. Apa yang disampaikan Suardana juga dibenarkan warga lainnya, I Wayan Sutirka. 

Sementara, Kapolsek Susut, AKP IGN Yudistira membenarkan api muncul dari Ruko paling barat dan kemudian merembet ke ruko lainnya. Saat mengetahui adanya kebakaran, pihaknya langsung menghubungi Damkar Bangli. “Begitu kami tahu kebakaran, langsung koordinasi dengan damkar. Mereka langsung menuju lokasi,” jelasnya.

Terkait dengan penyebab kebakaran, kata Kapolsek diduga akibat konsleting listrik. Meskipun demikian, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Peristiwa yang pertama kali terjadi ini tidak menimbulkan korban jiwa. “Korban jiwa tidak ada. Yang terbakar hanya bangunan saja. Untuk kerugian kami masih mendata. Jadi belum diketahui berapa jumlahnya,” pungkasnya. W-002

Dewan Desak Penegak Hukum Lakukan Investigasi

BANGLI-Fajar Bali | Dugaan kecurangan yang dilakukan petugas pungut retribusi di Kintamani sebagaimana yang diunggah di Youtube pada Jumat (19/9) lalu, berbuntut panjang. Pasalnya, pihak DPRD Bangli mendesak agak aparat penegak hukum melakukan investigasi.

“Perlu dilakukan investigasi agar diketahui apakah ada perbuatan melanggar hukum dalam kasus ini dan begitu pula apakah ada dugaan kerugian negara,” kata anggota DPRD Bangli , I Made Sudiasa saat dikonfirmasi terkait kasus video yang menghebohkan tersebut , Rabu (23/9) di ruang komisi III DPRD Bangli.

Sudiasa menyesalkan aksi kecurangan yang dilakukan petugas tiket di Kintamani tersebut. Sebab menurut dia dengan berdarnya video aksi curang petugas tiket tersebut telah mencoreng dunia pariwisata Kabupaten Bangli. Sebagai salah satu destinasi pariwisata Bangli sepatutnya, lanjut Sudiasa, citra mesti dijaga dengan baik, dengan dibingkai Sapta Pesona.

Politisi dari Desa Undisan ini mengaku sudah sejak lama mendengar kabar tentang dugaan kecurangan permainan tiket di Kintamani. Ia juga pernah bertindak dengan mengkritisi masalah itu, namun justru pihaknya malah didemo

Sebetulnya kata Sudiasa, DPRD Bangli telah melakukan sejumlah upaya jauh sebelum kasus video itu mencuat ke publik. Ia kemudian menceritakan, sejumlah anggota dewan pada beberapa bulan sebelumnya sempat melakukan sidak langsung ke lokasi dan menemukan praktik tak terpuji tersebut. “Kami sudah bertindak jauh sebelum munculnya video berjudul “Pungli Mafia Tiket Kintamani” yang diunggah di Youtube tersebut,” tandasnya.

Agar masalah seperti tak terulang lagi, pihaknya mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan agar ada efek jera bagi pelaku. Selain melakukan upaya hukum, pihaknya juga melakukan upaya-upaya pencegahan dengan akan mengundang stakeholder di bidang pariwisata, seperti ASITA , HPI dan lainya guna diajak berdialog mencari solusi terbaik. “Kita akan mencari masukan- masukan dalam rangka mendaptkan solusi demi kemajuan pariwisata Bangli,” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra Putra berjanji akan segera membentuk tim khusus guna mempercepat proses penyelesaian kasus itu . Sedangkan untuk meminilasir kebocoran, pihaknya berencana akan menerapkan sistem tiket online sehingga memudahkan dalam pemantauan dan pengawasan di lapangan. W-002*

Pemkab Bangli Mantapkan Ketahanan Pangan Daerah

BANGLI-Fajar Bali | Guna memantapkan ketahanan pangan di Kabupaten Bangli, Selasa (22/9), digelar acara Rapat Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Daerah Kabupaten Bangli untuk Semester satu yang berlangsung di kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bangli. Acara itu dihadiri Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangli yaitu Penjabat Bupati Bangli yang dalam hal ini diwakili oleh Kadis P3 Anak Agung Samba, Ketua Harian Ketahanan Pangan Kabupaten Bangli Asisten III AA Ali Dharmawan dan Sekretaris DKP I Wayan Sarma dengan narasumber dari TNI, Dinas Kesehatan dan Disperindag.

I Wayan Sarma dalam laporannya menyampaikan keberadaan Dewan Ketahanan Pangan (DKP) KabupatenBangli, pembentukannya adalah sesuai dengan amanat dari peraturan yang ada. Pembentukan ini bertujuan membantu bupati/walikota merumuskan kebijakan untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayahnya. Selanjutnya juga untuk merumuskan kebijakan yang mendorong peran serta masyarakat.

Lanjut dia, tujaun dari DKP menurut amanat undang-undang ialah terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik dari segi jumlah maupun mutunya secara merata dengan harga yang terjangkau. Dilihat dari gambaran umum ketersediann pangan diKabupaten Bangli tahun 2015, bahan pangan tersedia sebanyak 14.722,26 ton setaraberas, dimana bahan pangan ini dipenuhi dari hasil produksi pangan strategis seperti padi 9.474,29 ton, jagung 458,26 ton, ubi kayu 2.352,89 tondan ubi jalar 2.436,8 ton sehingga kontribusi pangan non beras mencapai 5.247 ton (35,65 persen) dari ketersedian bahan pangan di Kabupaten Bangli. Artinya, dari data itu ketahan pangan di kabupaten Bangli masih cukup. Meski demikian ada beberapa kendala yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama mengenai alih fungsi lahan yang gencar terjadi, sementara kebutuhan pangan terus meningkat.
Sementara Bupati
Bangli dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas P3AANgurah Sambha menyampaikan, ketahanan pangan merupakan isu yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia, karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa disubstitusi dengan bahan lain. Sejalan dengan semangat otonomi daerah dan peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 yang mengharuskan bahwa ketahan pangan menjadi urusan wajib bagi gubernur dan kabupaten/kota.

Kaitanya dengan hal itu, lanjut dia, sangatlah penting peranan DKP dalam menjalankan fungsi koordinasi, sekaligus meningkatkan kerja serta peran DKP dalam menjaga ketahanan pangan tetap tersedia. “Selain menjaga tetap tersedianya ketahan pangan, hal yang paling penting adalah bagaimana pemantapan ketahan pangan haruslah berbasis kemandirian, serta bagaimana pangan bisa mudah didapatkan serta bagaimana mutu dari pangan baik darisegi kesehatan baik gizi bisa terjaga dengan baik, demikian Ngurah Sambha. W-002*

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL