Tuesday, Jul 29th

Last update:08:41:17 AM GMT

You are here:
 
Gambar
Usaha Tenun Ikat Giri Putri Bangli Terkendala Pemasaran
Rabu, 13 November 2013
BANGLI-Fajar Bali | Pasar merupakan akar dari sebuah industri atau produk. Bila pasar atau pemasaran baik, maka industri tersebut bisa bakal kuat dan kokoh. Banyak bisnis dan perusahan bangkrut... Selengkapnya...

BANGLI

DPRD Bangli Sorot Plang Kantor Bupati Sampai Kebersihan

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | DPRD Bangli kini menyorot beraneka hal yang berkaitan dengan pelayanan publik dan hal yang berkaitan dengan pembangunan image. Anggota DPRD Bangli I Wayan Subagan menyorot rusaknya sign bord( plang nama) Kantor Bupati Bangli yang dituding telah membawa kesan (citra) buruk. Plang nama tersebut sudah buram, tak dapat dibaca. Hal itu dinilai Subagan menjadi citra awal dan citra keseluruhan. 

Anggota DPRD Bangli asal Desa Bangbang, Tembuku yang kembali dapat meraih kursi hasil Pileg 2009 ini menyorot itu ketika ditanya sikapnya soal HUT Bangli yang ke-810 (10 Mei), viatelepon, Kamis (1/5), mengatakan kerusakan kecil di depan publik bakal menjadi citra keseluruhan "Artinya kalau di depan umum sudah rusak, bakal muncul anggapan kerusakan terjadi dimana-mana dan dalam berbagai hal, meskipun sesungguhnya tidak", ujar anggota DPRD Bangliasal PDIP ini. Dia berharap kerusakan tersebut segera diperbaiki. Membuat plang nama tersebut tentu denga harapan masyarakat tahu, bahwa itulah kantor Bupati Bangli. Tapi lanjut Subagan, apa artinya ada papan nama tetapi tak dapat dibaca, agar menjadi tahu. Bahkan Subagan bukan hanya menyorot soal itu. Bukan soal plang nama kantor saja, itu kan kecil, tetapi ada hal-hal yang berkaitan pelayanan publik di Bangli yang tidak representatif", tambahnya.
Dia memberi contoh soal keberadaan WC di kantor-kantor yang tidak bagus dan efektif.Ada WC yang mubazir, dan ada WC yang sampai kebanjiran. "Soal WC memang seakan sepele, tetapi ini berkaitan dengan publik ga bisa dipandang kecil", ujarnya. Dia melihat banyak WC atau toliet di lingkungan Kantor Bupati dan bahkan juga di Kantor DPRD setempat tidak representatif dan efektif.
Selain itu banyak kantor yang sudah rusak dimakan usia yang semestinya sudah mendapat rehab, tetapi belum ada tanda-tanda mendapat rehab. Dia harap hal-hal demikian disikpai, dan diberi skala prioritas. Dii sadari soal keterbatasan anggaran. Tetapi tetap harus disikpai dan diberi skala prioritas."Kami akui soal keterbatasan anggaran, tetapi yang sudah rusak parah mesti diberi skapa prioritas", ujarnya.
Subagan juga menyorot kerusakan taman depan Kantor Bupati Bangli akibat banjir lalu. Keberadaannya didepan umum itu memberi kesan tidak baik. Diharapkan dilakukan perbaikan segera. Kalau tidak tentu memberi kesan miring dan citra keseluruhan. Dia harapkan pihak Dinas Tata Kota segera bersikap atas kondisi itu, dan juga meningkatkan soal kebersihan di daerah ini. Dia menilai belakangan ini soal kebersihan sangat menurun. Padahal Bangli bakal  menyambut Lomba Adipura. "Kebrsiahan di telajakan-telajakan sekarang tidak seperti dulu, dan secara umum kebersihan di Bangli sekarang menurun,apada ini karena anggaran yang kurang", ujar Subagan. Dia lantas berharap hal-hal sekecil apapun agar segera mendapat perhatian, terlebih hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan publik. W-002*

PDAM Tak Pernah Cicil Hutang, PUPN Ancam Lelang Aset

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Perusahaan daerah air minum (PDAM) Bangli ternyata tak pernah membayar cicilan atas utang di bank dunia melalui Kementerain Keuangan RI sejak mulai berhutang tahun 1994 sampai sekarang. PDAM Bangli terkesan membandel atas hutang tersebut. Karenanya PUPN (panitia urusan utang Negara) Singaraja selaku perpanjangan tangan Kementerian Keuangan RI mengancam akan melelang aset PDAM.
Direktur PDAM Bangli I Made Sumawa ketika dimintai komentarnya lebih rinci soal hutang tersebut, Jumat (7/3) dia mengakui tak ada pencicilan atas hutang tersebut, akibat kondisi PDAM yang sangat tidak memungkinkan untuk pengembalian hutang tersebut. “Kalau kami harus paksakan cicil hutang, PDAM tak bisa beroperasi, soalnya kondisi kita sangat lesu”, ujar Sumawa.
Diakui hutang tersebut terhitung mulai tahun 1994. Awalnya senilai Rp. 2.965.789.785,18. Tak pernah ada pencicilan. Sehingga hutang terus bertambah bunga, dan bunga berbunga. Dengan hitungan bunga/biaya administrasi Rp. 866.800.184,39 dan denda mencapai Rp. 4.690.311.804,67 plus ongkos/beban lainnya sekitar Rp. 2 juta, kini total hutang mencapai Rp. 10.525.061.307,55. Bahkan PDAM harus menanggung biaya administrasi atas hutang itu yang mencapai 10 persen dari total hutang tadi, hingga hutang total menjadi Rp.11577.567.438,31.
Angka-angka hutang diatas termuat dalam surat penyerahan pengurusan piutang negara atas nama PDAM Bangli, oleh Kementerian keuangan RI kepada Ketua PUPN Singaraja yang diberikan tugas untuk penanganan piutang negara tersebut.Sumawa mengatakan hutang PDAM sekarang mentok di angka Rp.11 miliar lebih itu. Dengan kata lain tak dikenakan bunga, tinggal mengembalikan Rp.11 miliar lebih tadi. Namun pernyataan itu tak didasari adanya legalitas formal baik di PUPN dan di kementerian keuangan.
Sumawa tak membantah adanya ancaman pelelangan asset PDAM pada batas toleransi pelunasan hutang tersebut, sebagaimana yang tercantun dalam pernyataan bersama anatara dirinya Made Sumawa (PDAM Bangli) dengan Ketua PUPN Singaraja ,Etto Sunaryanto. Dalam pernyataan bersama terdiri dari berapa poin , diantara pengakuan hutang, kesanggupan melunasi, dan menerima tindakan pelelangan asset PDAM Bangli. PDAM Bangli menyanggupi untuk pencicilan ke depan mulai Januari lalu dengan besar Rp.50 juta/bulan. Tetapi pencicilan Rp.50 juta/bulan sejak Januari 2014 ini juga belum diketahui kepastiannya, apakah PDAM Bangli sudah konsisten terhadap itu.
Sementara Wakil Ketua DPRD Bangli I Made Sudiasa yang ancam panggil PDAM untuk dimintai penjelasan terhadap persoalan hutang tersebut, sebagimana statemennya di Fajar Bali, Rabu (5/3), kini belum berhasil dihubungi. Demikian juga Bupati Bangli I Made Gianyar, SH M.Hum ketika dikonfirmasi soal sikapnya atas hutang PDAM yang cendrung akan menjadi beban Pemkab Bangli, Gianyar belum memberikan jawaban ketika dimintai jawabannya via SMS (shot massage service) Jumat (7/3). W-002

Terhimpit Kebutuhan Perut, BSM Digunakan Beli Beras

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Terhimpit kebutuhan perut, bea siswa miskin (BSM) yang mesti diarahkan penggunannya untuk kebutuhan sekolah, tetapi diperuntukkan isi perut alias beli beras. Potret itu yang jelas terjadi pada daerah-daerah miskin di kintamani , terutama di daerah balik bukit.Meski Disdikpora Bangli berupaya untuk pencairan BSM untuk peningkatan kualitaspendidikan anak, namun tuntutan perut mengalahkannya peruntukkan ke yang lain.

Pendidikan di balik bukit, Kintamani tampaknya tidak seindah yang di kota. Pasalnya, banyak hal yang mesti perlu dibenahi. Selain sarana-prasarana, mental orang tua siswa juga masih perlu ditempasehingga mereka lebih berpikir untuk kemajuan pendidikan anak-anaknya, ketimbang kepentingan yang lainnya.

Selama ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga ( Disdikpora ) Bangli telah berupaya keras untuk memotivasi warga untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai bagian terpenting dalam pembangunan, namun  belum mendfapatkan respon maksimal dari orang tua siswa. Ini bisa dilihat masih banyak orang tua siswa yang menggunakan dana Bea Siswa Miskin ( BSM) yang diberikan oleh pemerintah untuk kepentingan putra-putri mereka, malah ada yang digunakan untuk pemenuhan kebutuah sehari-hari, seperti untuk membeli beras. Hal ini memang tidak lepas dari himpitan ekonomi masyarakat, yang membuat mereka berpikir pendek agar perut mereka tidak keroncongan.

Kepala SMPN Satu Atap (Satap) 3 di Banjar Peradi,  Kintamani  I Ketut Manca, S.Pd., dikonfirmasi Rabu ( 5/3), tidak menampik realita itu. Sejatinya, pihaknya telah berupaya maksimal untuk mengubah pola pikir warga. Namun sejauh ini apa yang dilakukan belum mendapatkan tanggapan yang maksimal. “Kita akan terus berupaya untuk menyadarkan orang tua siswa. Dimana, kemajuan pendidikan anak-anak mereka nanti akan bisa mengubah kehiduapan mereka nantinya,”jelasnya. Namun demikian, lanjut dia, masih banyak orang tua siswa yang menggunakan BSM untuk membeli beras. “Kita telah terus menghimbau orang tua siswa, namun belum mempan. Malahan ada oknum orang tua siswa yang merelakan anaknya untuk putus sekolah, bila BSM tidak bisa dibelikan beras. “Sejatinya animo siswa untuk melanjutkan sekolah cukup tinggi, namun sayang belum didukung pemahaman orang tua mereka,”papar Manca.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Bangli Drs. I Nyoman Sumantra, M.Ag , berharap agar para kepala sekolah dan guru-guru di balik bukit terus berupaya untuk mengubah pola pikir para orang tua tentang arti penting pendidikan. “Setiap pertemuan dengan orang tua siswa kita selalu menghimbau agar beasiswa untuk anak mereka agar digunakan untuk kelangsuangan pendidikan anak-anaknya sehingga tidak lagi ada angka putus sekolah,”terangnya. W-002

Pendidikan Politik Minim, Pemilu Dianggap Proyek

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar BaliSebagaimana juga terjadi di daerah lain, di Bangli parpol rata-rata mengaku sulit untuk merekrut masyarakat untuk di konteks kepengurusan parpol dan atau untuk ditempatkan di struktur parpol. Karena itu tak sedikit parpol di Bangli hanya memiliki struktur kurus (minim kader). Tak lebih hanya PDIP, Partai Golkar , Demokrat yang memiliki struktur gemuk, dan terisi sampai ke tingkat desa, bahkan dusun. Parpol lainnya paling banter terisi di kepengurusan kecamatan.

 

Selengkapnya...

Dilalap Jago Merah, Rugi Ratusan Juta

Surel Cetak PDF

 BANGLI-Fajar Bali | Sebuah rumah milik Wayan Adik Wiaya di Dusun Abuan, Susut, Bangli hangus dilalap si jago merah, Jumat (27/9) kemarin. Peristiwa itu membuat warga setempat geger. Peristiwa yang tiba-tiba itu membuat kalangkabut warga dan pemilik rumah, nyaris tak kuasa melawan api, hingga membuat rumah Adik Wijaya ludes.

Seisi rumah menjadi abu, karena korban lebih penting untk menyelamatkan diri daripada menyelamatkan barangnya. Akibat kebakaran itu mengalami kerugian sekitar Rp. 100 juta.Selain ludes terbakar, I Wayan Sudiarta yang saat kejadian masih tidur di kamar membuat kalangkabut untuk bisa keluar rumah, dan akhirnya menabrak pintu, menyebabkan mengalami luka pada kepala.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran hebat itu terjadi sekitar pukul 10.00 kemarin. Saat kejadian, di rumah hanya ada ibunya, Ni Wayan Murti (45) dan salah seorang anaknya, Wayan Sudiarta.

Menurut keterangan Murti, saat dirinya sibuk di dapur tiba-tiba saja asap tebal keluar dari salah satu kamar tidurnya. Belum sempat berpikir, api meletus dan menghanguskan seisi rumah. ‘’Setelah kobaran api membesar, warga berdatangan membantu memadamkan api,’’kata Murti. Sementara itu Wayan Sudiarta, masih tidur pada salah satu kamar rumah. Mengetahui ada kobaran api dia sangat terkejut dan langsung keluar. Sayangnya saat berusaha mencapai pintu kepalanya terbentur hingga mengalami luka.

Selang satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan dengan bantuan warga. Sekitar 30 menit kemudian, sekitar pukul 10.30 barulah datang pemadam kebakaran. Pemadam kebakaran hanya memadamkan api di puing-puing reruntuhan bangunan.W-002

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL