Sunday, May 01st

Last update:02:59:11 AM GMT

Banner
You are here:

BANGLI

Warga Kubu Bangli Krisis Air Bersih

air-mampet

BANGLI-Fajar BaliBanyaknya pelanggan yang ada wilayah Kelurahan Kubu Bangli terutama yang bermukim di sekitar timur lapangan Kubu mengeluhkan pasokan air masih terganggu. Karena itu, warga mulai alami krisis air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Sejumlah warga hampir dua bulan lebih tidak dapat aliran air alias mampet dan berharap agar pihak PDAM menyuplai air bersih dengan menggunakan mobil tangki. “Kita berharap pihak PDAM melakukan suplai air bersih dengan menggunakan mobil tangki, “ujar A. A. Gede Holmes yang tinggal disebelah Timur lapangan Kubu Bangli.

Dikatakan, pihaknya bersama warga lainnya sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih keperluan sehari-hari seperti mencuci dan mandi. Disamping itu, dirinya juga kesulitan untuk membersihkan kandang babi miliknya. Kalau pergi ke sungai sudah tentu sangat jauh sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan untuk pembayaran rekening air tetap dikenakan biaya, kendati air tidak mengalir. “Kalau untuk minum kita bisa membeli air kemasan (gallon). Namun bagiamana untuk mandi, cuci dan kakus (MCK) serta membersihkan kandang tentunya tidak bisa dengan membeli air kemasan,”ujarnya.

Sementara itu Direktur PDAM Bangli Wayan Gede Juliawan Askara saat dikonfirmasi Kamis (7/4) menyebutkan upaya perbaikan jaringan pipa yang tertimpa longsor sudah dilakukan secara maksimal. Kini air sudah bisa mengalir dengan normal. "Sejatinya , air sudah bisa mengalir seperti biasa terbukti di  Bajar Sidembunut sudah bisa menikmati air bersih, "kilahnya.

Dijelaskan pula mengenai keluhan warga yang berada di wilayah dimaksud akan ditindak lanjuti bersama petugas di lapangan." Kami akan cek dulu akan keluhan pelanggan yang belum mendapatkan air bersih,"katanya. W-002

Pariwisata Bangli Kurang Variatif

kintamani

BANGLI-Fajar BaliPengembangan bidang kepariwisataan di Bangli dituding monoton, alias kurang variatif dan kurang inovasi. Selama ini pengelolaan lebih hanya menonjolkan sektor view atau panorama alam. Hal itu dinilai bakal membuat wisatawan menjadi cepat jenuh.

Tudingan itu muncul dari anggota DPRD Bangli, I Wayan Jamin. Kepada Fajar Bali, (20/3). Dia mengatakan pengelolan kepariwisataan di daerah ini lebih pada menonjolkan aspek pemandangan alam. Aspek kebudayaan, seperti seni dan tradisi yang banyak unik-unik di Bangli semestinya dijadikan sebagai sektor pendukung, agar turis bisa lebih lama di Bangli.

Bila seni dan budaya bisa dijual, lanjut dia, maka tentu pariwisata bisa ikut memberikan gula bagi pelaku seni, seniman.

Dikatakan, Bangli banyak memiliki sanggar seni yang bisa menampilkan beraneka seni dari klasik sampai seni propan. Lalu dari sisi kewilayahan, dia menilai pariwata di Bangli lebih hanya menonjolkan di bagian utara, sebaliknya di bagian selatan kurang dilirik. Padahal di bagian selatan tak kalah, kalau menarik untuk dikunjungi. W-002

Pratima Pura Puseh Abuan Raib

PENCURI-730x350

BANGLI-Fajar Bali | Kasus pencurian pratima yang sempat steril beberapa tahun di wilayah hukum Polres Bangli, kini kembali kambuh. Seperti terjadi di Desa Abuan, Kintamai, pada Rabu (16/3). Tak tanggung-tanggung, pelaku pencurian kini menggasak pretima yang ada di Pura Puseh Desa Adat Abuan, Kintamani.

Akibat kasus tersebut, dua pretima berupa pis bolong yang mempunyai lubang unik yang sangat disakralkan warga, raib dari palinggih gedong penyimpanan pura. Pretima pis bolong yang hilang tersebut, lubangnya berbentuk segitiga dan satunya lagi berbentuk segi lima.

Kepala Desa Abuan, Nyoman Sucitra saat dikonfirmasi Rabu (16/3) menceritakan, raibnya pretima tersebut diketahui pertama kali oleh Jro Kubayan Nuasih, pada Selasa (15/3) sekitar 06.00 sore. Dia bersama beberapa warga saat itu sedang akan menggelar ritual keagamaan matur piuining, sekaligus melakukan persembahyangan. Saat ingin nunas tirta, dia melihat pintu palinggih gedong penyimpenan dalam posisi terbuka.

Sebab, persembahyangan terakhir dilakukan pada tanggal 20 Februari saat hari raya Kuningan dan  saat itu kondisi pintu gedong masih tertutup. Hanya saja, disebutkan, gembok meru tersebut justru tidak berfungsi, sehingga memudahkan pelaku beraksi. Kapolsek Kintamani, Kompol. I Komang Tresna Arbawa Manik membenarkan terjadinya pencurian pretima. Pihaknya masih mendalami kasus ini. Diakui, saat oleh TKP dilakukan pihaknya terkendala kondisi TKP sudah tidak murni lagi. “Masih didalami, tegasnya. W-002

Bangli Dilanda Demam Berdarah

nyamuk

 BANGLI-Fajar Bali | Bangli belakangan ini dilanda kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus DBD meningkat tajam di tahun 2016. Salah satu faktornya adalah suhu Bangli yang tinggi (menghangat), dibanding sebelumnya yang cendrung sejuk (dingin). Sesuai data dari Dinas Kesehatan Bangli, sejak bulan Januari hingga pertengahan Maret 2016, kasus DBD di Bangli mengalami kenaikan yang tajam.

Salah satu faktornya, akibat suhu Bangli semakin menghangat yang menyebabkan nyamuk Aides Agypti mulai bisa berkembang biak dengan cepat. Kasi Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Sudarma saat ditemui disela-sela kegiatan fogging di lingkungan Puri Agung Bangli, Rabu (16/3)  mengatakan, peningkatan kasus DBD di Bangli terjadi,  selain karena tingginya mobilisasi masyarakat Bangli ke luar daerah, juga dipicu adanya perubahan suhu di Bangli.

“Suhu Bangli sekarang tak seperti pada masa lalu, sekarang suhu mulai menghangat,” ujarnya.

Dari pemetaannya, daerah yang paling rawan adalah kecamatan Bangli, termasuk kecamatan Susut dan Tembuku. Karena habitat hidup nyamuk aides agypti memang di lingkungan yang hangat. Sebaliknya kalau wilayah Kintamani cenderung dingin (sejuk) lantaran ketinggian wilayah. Di wilayah ini kasus DBD lebih kecil dari 3 kecamatan lainnya, di Bangli.

Sementara untuk wilayah Kintamani, kecenderungan kasus DBD minim, karena suhunya yang dingin. “Nyamuk Aides Agypti tidak bisa hidup disana. Kalau masyarakat Kintamani kena DBD, kebanyakan karena terserang di luar,” tambahnya. W-022

Asap Misterius di Kubu Kian Menjadi Perhatian

asap-misterius

BANGLI–Fajar BaliWarga yang datang ke lokasi munculnya asap misterius, di Lingkungan/Kelurahan Kubu, Bangli semakin banyak serta membuat semakin gempar, berkat adanya warga kerauhan (kesurupan) terkait fenomena tersebut.

Ada tiga orang warga dekat lokasi kerauhan. Salah seorang warga yang kerauhan yakni, Ni Wayan Seriasih, warga Tempek Gulinggang, Lingkungan Kubu.

Informasi yang dihimpun di lokasi kemunculan asap, tiga korban yang mengalami kerauhan tersebut diantaranya dua orang laki laki dan seorang perempuan. Salah seorang korban perempuan yang kerauhan di lokasi tersebut adalah Ni Wayan Seriasih.

Adapun ungkapan dari kerauhan itu berupa permintaan agar warga membuat palinggih di tempat keluarnya asap, serta ngunggahan banten pejati. Dikatakan nanti dari lubang (tempat munculnya kepulan asap misterius itu bakal muncul air, yang bisa digunakan sebagai obat, serta sebagai lambang kesuburan bagi warga sekitar. W-002

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL