Monday, May 25th

Last update:04:56:47 AM GMT

You are here:
 
Gambar
Usaha Tenun Ikat Giri Putri Bangli Terkendala Pemasaran
Rabu, 13 November 2013
BANGLI-Fajar Bali | Pasar merupakan akar dari sebuah industri atau produk. Bila pasar atau pemasaran baik, maka industri tersebut bisa bakal kuat dan kokoh. Banyak bisnis dan perusahan bangkrut... Selengkapnya...

BANGLI

Beras Miskin di Bangli Kualitasnya Buruk

Surel Cetak PDF

RaskinBANGLI-Fajar Bali | Beras yang diberikan pemerintah untuk jatah warga miskin di Desa Suter, Kintamani kualitas buruk. Warnanya kemerah-merahan dan rasanya tidak lezat, bahkan dituding tak layak untuk dikonsumsi. Ada banyak kutu dalam beras tersebut.Diduga beras tersebut beras stok lama. Keberadaan beras miskin kualitas buruk itu dikeluhkan warga miskin di Dusun Beluhu, Suter, Kintamani, Minggu (24/5).

Seperti beras miskin (raskin) yang diterima I Ketut Rame, di Dusun Beluhu, Suter, Kintamani, warnanya kemerah-merahan. Selain itu berasnya kotor. Keluarga Ketut Rame mengatakan kalau rasa nasinya amat hambar, alias tidak lezat. Kakak Rame, I komang Ratntes, di depan Perbekel Suter, I Wayan Nyepeg, Minggu (24/5) saat kunjungan ke rumah-rumah KK miskin, menunjukkan kualitas beras miskin tersebut.”Pak inilah beras miskin yang diterima warga kami, sebagian besar yang menerima beras ini enggak berani masak, soalnya warnanya kuning dan baunya menyengat, kami takut masak beras ini”, ujar Ni Nengah Sindri, ibu kandung I Ketut Rame yang diamini kakak Ketut Rame, I Komang Rantes. Sindri menjelaskan kalau ingin masak beras tersebut dia harus mencuci sampai lima kali. Itupun tetap warna berasnya merah kekuning-kuningan. Malah dalam beras itu banyak ada kutu. “Banyak kutu di beras niki pak,niki lihat, “ujarnya dengan bahasa gado-gadonya. 

Namun Perbekel Suter , I Wayan Nyepeg yang langsung mendengar keluhan serta melihat secara kasat mata beras dimaksud, Minggu (24/5) saat dirinya mengantar awak media, dia tak mampu menjawab apa-apa soal beras tersebut, karena beras tersebut datangnya dari atas. Sedangkan desa/ perbekel hanya mendistribusikan sesuai jatah. Dia mengaku bakal menyampaikan persoalan kualitas beras itu kepada institusi yang membidangi atau setidaknya menitip pesan dengan distributor ke desa-desa. Tetapi atas persoalan kualitas beras itu, perbekel Suter berharap agar saat menanak nasi dengan beras tersebut dicampur dengan talas dan atau ketela rambat. Diayakini dengan dicampur rasanya bakal lebih baik.

Terhadap kualitas beras itu, Kadisosnaketrans Bangli Drs. I Nengah Sukarta ketika dikonfirmasi, Minggu (24/5) mengatakan urusan distribusi beras bukan menjadi kewenangannya. Kewenangan itu ada pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Masyarakat Pedesaan (BPMD).”Urusan itu ada di BPMD, coba tanya BPMD, “ujar Sukarta. Sedangkan Kepala BPMD Bangli Dewa Agung Riana Putra ketika ingin dikonfirmasi soal itu, belum berhasil dihubungi. W-002

Permendag Larangan Mikol Dituding Mandul

Surel Cetak PDF

1BANGLI-Fajar Bali | Permendag nomor 6 tahun 2015 tentang pelarangan penjualan minuman beralkohol (Mikol) dituding mandul. Pasalnya, meski aturan tegas melarang, namun implementasi dalam penegakkan hukum tersebut justru masih setengah hati. Bahkan tim gabungan yang terdiri dari Disperindag Bangli dan Polres Bangli belakangan seakan acuh tak acuh. 

Ironisnya, tim gabungan tersebut jarang melakukan sidak sekaligus pembinaan terhadap penjual mikol yang membandel. Di awal saja saat permendag tersebut diterbitkan terlihat galak. Tetapi belakangan penegakan aturan tersebut justru angin-anginan. Padahal, keberadaan mikol khususnya jenis bir masih marak beredar di masyarakat. Hal ini lah sempat menimbulkan kecurigaan ada permainan di balik sikap diam tim gabungan Disperindag dengan Polres Bangli itu.

Alasan Disperindag, tidak bisa turun lantaran tidak mempunyai anggaran operasional. 

Atas realitas tersebut, Kapolres Bangli AKBP. Suswanto saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Jumat (22/05), angkat bicara. Kata dia, tanpa Disperindag, polisi tetap mempunyai kewenangan untuk melakukan penindakan. “Kita ada anggaran khusus untuk menegakkan aturan,” ungkapnya.  Sebab, lanjutnya, jangan sampai aturan tersebut menjadi anomali alias mandul. Dengan kata lain menjadi mandul. “Jangan sampai aturan anomali. Ada aturan namun tidak ada penegakan hukumnya. Ini merupakan tanggungjawab penegak hukum dan instansi terkait,” tegasnya. 

Secara terpisah, Kadisperindag Bangli I Nengah Sudibia saat dikonfirmasi mengaku sampai saat ini belum menyiapkan Perda yang mengatur soal pelarangan mikol tersebut. Sebab, kata dia, belum ada juknis maupun juklat dari pusat. “Kita masih menunggu juknis dan juklaknya dulu. Setelah itu, baru kami bisa merancang Perda larangan mikol,” tegasnya singkat.

Disisi lain, dia juga mengaku tidak menemukan peredaraan mikol khususnya bir di lapangan. “Jika ditemukan tentunya kita akan melakukan penindakkan,” sebutnya.

Sebelumnya, hasil pantauan di lapangan pasca berlakunya Permendag larangan mikol, masih ditemukan penjualan mikol jenis bir di sejumlah tempat. Bahkan di pasar Geopark Batur, sejumlah pedagang dengan terang-terangan menjual mikol. Hal yang sama juga ditemukan di sejumlah warung di wilayah Susut dan Bangli. W-002

Atlet PD Siap Bela Bangli di Porprov Singaraja

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Atlet Perisai Diri (PD) Bangli kini telah siap untuk membela kontingen Bangli diajang Porprov Bali di Singaraja, September mendatang.

“Kita telah siap gabung IPSI untuk membela Bangli dalam pekan olahraga provinsi mendatang,”ujar Sekertaris Kelatnas Prisai Diri (PD) Bangli I Wayan Widiana Sandi,Minggu (16/5).

Kata pria yang juga menjabat Kasek SMPN I Bangli ini , selama ini gaung dari perguruan PD di Bangli belum begitu moncer, namun demikian jika melihat prestasi dari atlet- atlet kita  justru sangat membanggakan dan beberapa kali sempat membawa nama Kaputen Bangli di tingkat nasional. Dia mencontohkan menjadi juara umum dalam ajang kejuaraan nasional kategori tingkat SMP di Jakarta, belum lama ini.

Sementara Porprov nanti , pihaknya masih menunggu jadwal seleksi dari IPSI ( Ikatan Pencak Silat Indonesia ) Bangli , sementara untuk TC sendiri sudah dekat yakni akan dimulai tanggal 23 Mei nanti . W-002

Pemandian Mobil Bakal Dihapus

Surel Cetak PDF

permandain mobil mobazirBANGLI-Fajar Bali| Bagian Umum Setda Bangli kini tengah melakukan kajian untuk menghapus asset daerah berupa permandian mobil yang ada di lingkungan Pemkab Bangli, tepatnya di sebelah selatan Kantor Bagian Humas Setda Bangli.

Kabag Umum Setda Bangli Made Mahindra Putra saat dikonfirmasi Minggu (17/5) , mengakui kalau permandian mobil itu selama ini tidak pernah dipakai. Hal ini tidak lepas dari lokasinya, dimana kendaraan sulit dimasukan.  Lanjut dia, untuk penghapusanya kini masih dalam kajian.” Apabila, desain pembangunan Puspem ini sampai di lokasi permandian mobil itu, makanya pihaknya mau tidak mau harus melakukan penghapusan terhadap asset daerah tersebut,”kata mantan Kabag Humas ini.

Permandian mobil itu dibangun saat mantan Bupati Bangli I Nengah Arnawa. Semenjak dioperasikan permandian mobil yang menelan dana puluhan juta itu sama sekali tidak pernah digunakan. Jangankan digunakan, untuk menaikan mobil saja pengemudi tidak bisa. Makanya, anggaran daerah terbuang percuma di lokasi tersebut. W-002

Truk Galian C Dituding Percepat Kerusakan Jalan

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Tingkat kerusakan jalan di wilayah Bangli relatif tinggi. Hal itu disebabkan berbagai faktor, faktor curah hujan (cuaca), faktor drainase, faktor rumput gajah di bahu jalan serta akibat beban berat oleh truk-truk yang mengangkut melebihi tonase.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Bangli, I Putu Wida Gunawan kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/5) ketika ditanya soal kerusakan jalan di Bangli, mengakui kalau tingkat kerusakan jalan di daerah ini masih tinggi. Dia jujur mengatakan tahun 2015 ini kerusakan mencapai 25 persen dari panjang ruas jalan yang ada. Dia menjelaskan banyak jalan di Bangli yang lembab, akibat cuaca, dan juga lembab akibat adanya pepohonan di atas jalan. Ketika ditanya soal ada banyak jalan tapa ada drainase dia juga mengakui adanya, sebagai penyebab kerusakan jalan lebih cepat. Sebab menurutnya, kalau jalan (jalan aspal atau hotmix) sangat rentan dengan air. Diapun menuding keberadaan rumput gajah di bahu jalan secara tidak langsung mempercepat kerusakan jalan, selain akarnya yang menganggu, juga air di ruas jalan menjadi terbendung. Lebih dari itu dia juga menuding kalau truk yang mengangkut melebihi tonase sebagai salah satu penyebab cepatnya kerusakan jalan di daerah ini.

Wida Gunawan mengatakan tahun 2015 sudah bakal dilakukan perbaikan jalan, namun baru bisa mencapai 30 persen dari jumlah kerusakan tersebut. Masih relatif minimnya yang mampu diperbaiki, disebabkan keterbatasan anggaran yang ada.

Diakui sesungguhnya pembangunan bidang jalan sudah mendapatkan perioritas tahun 2015 ini dibanding pembangunan lainnya. "Pembangunan jalan sesungguhnya menjadi perioritas tahun ini, “ujarnya tanpa menyebut besar anggaran untuk pembangunan jalan. Dia menyebutkan anggaran tersebut bersumber dari dana alokasi khusus  (DAK) dari PU pusat dan dari Bidang Transportasi Pedesaan di Depdagri. Dikatakan, saking tingginya tingkat kerusakan maka untuk perbaikan memang mesti berangsur-angsur.

Adapun ruas jalan yang bakal diperbaiki tahun anggaran 2015 yakni jalur Selulung-Kembangsari, jalur Kutuh-Madenan, Kubusalya-Kutuh, Batukaang-Mengani (wilayah kecamatan Kintamani. Sedangkan di kecamatan Tembuku yang diperbaiki tahun ini jalur Jehem-Landih. Di Kecamatan Bangli yang mendapat perbaikan jalur Pengotan-Penyebeh, Penyebeh-Malet, Dusun Selati-Tanggahan Talangjiwa. Di Kecamatan Susut adalah di jalur Malet-Kutamesir.

Dijelaskan untuk pengerjaan proyek jalan dia optimis tak sampai lambat karena sudah bakal dikerjakan lebih awal. Dia menjamin proyek jalan bakal klar akhir Bulan Juli.

Di tempat lain Kadis Perhubungan Kominfo Bangli, I Gede Artya ketika dikonfirmasi soal truk angkut lebihi tonase dituding sebagai salah satu penyebab cepatnya kerusakan jalan di Bangli, mengakui dengan jujur. Beban berat diakui terjadi pada anggkutan galiacn C dan di sektor usaha. Sedangkan untuk angkutan berat di sektor usaha pihaknya mengaku sudah memasang rambu-rambu tentang himbauan ketertiban berlalulintas. dan memberikan pemnbinaan kepada pengendara y mengangkut muatan melebihi tonase. Selain itu sudah lakukan penindakan bekerjasama dengan Satlantas dilakukan 2-3 kali dalam sebulan. Malah sudah memberikan tipiring ke palanggar. W-002

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL