Saturday, Apr 19th

Last update:06:00:59 AM GMT

You are here:
 
Gambar
Usaha Tenun Ikat Giri Putri Bangli Terkendala Pemasaran
Rabu, 13 November 2013
BANGLI-Fajar Bali | Pasar merupakan akar dari sebuah industri atau produk. Bila pasar atau pemasaran baik, maka industri tersebut bisa bakal kuat dan kokoh. Banyak bisnis dan perusahan bangkrut... Selengkapnya...

BANGLI

PDAM Tak Pernah Cicil Hutang, PUPN Ancam Lelang Aset

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Perusahaan daerah air minum (PDAM) Bangli ternyata tak pernah membayar cicilan atas utang di bank dunia melalui Kementerain Keuangan RI sejak mulai berhutang tahun 1994 sampai sekarang. PDAM Bangli terkesan membandel atas hutang tersebut. Karenanya PUPN (panitia urusan utang Negara) Singaraja selaku perpanjangan tangan Kementerian Keuangan RI mengancam akan melelang aset PDAM.
Direktur PDAM Bangli I Made Sumawa ketika dimintai komentarnya lebih rinci soal hutang tersebut, Jumat (7/3) dia mengakui tak ada pencicilan atas hutang tersebut, akibat kondisi PDAM yang sangat tidak memungkinkan untuk pengembalian hutang tersebut. “Kalau kami harus paksakan cicil hutang, PDAM tak bisa beroperasi, soalnya kondisi kita sangat lesu”, ujar Sumawa.
Diakui hutang tersebut terhitung mulai tahun 1994. Awalnya senilai Rp. 2.965.789.785,18. Tak pernah ada pencicilan. Sehingga hutang terus bertambah bunga, dan bunga berbunga. Dengan hitungan bunga/biaya administrasi Rp. 866.800.184,39 dan denda mencapai Rp. 4.690.311.804,67 plus ongkos/beban lainnya sekitar Rp. 2 juta, kini total hutang mencapai Rp. 10.525.061.307,55. Bahkan PDAM harus menanggung biaya administrasi atas hutang itu yang mencapai 10 persen dari total hutang tadi, hingga hutang total menjadi Rp.11577.567.438,31.
Angka-angka hutang diatas termuat dalam surat penyerahan pengurusan piutang negara atas nama PDAM Bangli, oleh Kementerian keuangan RI kepada Ketua PUPN Singaraja yang diberikan tugas untuk penanganan piutang negara tersebut.Sumawa mengatakan hutang PDAM sekarang mentok di angka Rp.11 miliar lebih itu. Dengan kata lain tak dikenakan bunga, tinggal mengembalikan Rp.11 miliar lebih tadi. Namun pernyataan itu tak didasari adanya legalitas formal baik di PUPN dan di kementerian keuangan.
Sumawa tak membantah adanya ancaman pelelangan asset PDAM pada batas toleransi pelunasan hutang tersebut, sebagaimana yang tercantun dalam pernyataan bersama anatara dirinya Made Sumawa (PDAM Bangli) dengan Ketua PUPN Singaraja ,Etto Sunaryanto. Dalam pernyataan bersama terdiri dari berapa poin , diantara pengakuan hutang, kesanggupan melunasi, dan menerima tindakan pelelangan asset PDAM Bangli. PDAM Bangli menyanggupi untuk pencicilan ke depan mulai Januari lalu dengan besar Rp.50 juta/bulan. Tetapi pencicilan Rp.50 juta/bulan sejak Januari 2014 ini juga belum diketahui kepastiannya, apakah PDAM Bangli sudah konsisten terhadap itu.
Sementara Wakil Ketua DPRD Bangli I Made Sudiasa yang ancam panggil PDAM untuk dimintai penjelasan terhadap persoalan hutang tersebut, sebagimana statemennya di Fajar Bali, Rabu (5/3), kini belum berhasil dihubungi. Demikian juga Bupati Bangli I Made Gianyar, SH M.Hum ketika dikonfirmasi soal sikapnya atas hutang PDAM yang cendrung akan menjadi beban Pemkab Bangli, Gianyar belum memberikan jawaban ketika dimintai jawabannya via SMS (shot massage service) Jumat (7/3). W-002

Terhimpit Kebutuhan Perut, BSM Digunakan Beli Beras

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Terhimpit kebutuhan perut, bea siswa miskin (BSM) yang mesti diarahkan penggunannya untuk kebutuhan sekolah, tetapi diperuntukkan isi perut alias beli beras. Potret itu yang jelas terjadi pada daerah-daerah miskin di kintamani , terutama di daerah balik bukit.Meski Disdikpora Bangli berupaya untuk pencairan BSM untuk peningkatan kualitaspendidikan anak, namun tuntutan perut mengalahkannya peruntukkan ke yang lain.

Pendidikan di balik bukit, Kintamani tampaknya tidak seindah yang di kota. Pasalnya, banyak hal yang mesti perlu dibenahi. Selain sarana-prasarana, mental orang tua siswa juga masih perlu ditempasehingga mereka lebih berpikir untuk kemajuan pendidikan anak-anaknya, ketimbang kepentingan yang lainnya.

Selama ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga ( Disdikpora ) Bangli telah berupaya keras untuk memotivasi warga untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai bagian terpenting dalam pembangunan, namun  belum mendfapatkan respon maksimal dari orang tua siswa. Ini bisa dilihat masih banyak orang tua siswa yang menggunakan dana Bea Siswa Miskin ( BSM) yang diberikan oleh pemerintah untuk kepentingan putra-putri mereka, malah ada yang digunakan untuk pemenuhan kebutuah sehari-hari, seperti untuk membeli beras. Hal ini memang tidak lepas dari himpitan ekonomi masyarakat, yang membuat mereka berpikir pendek agar perut mereka tidak keroncongan.

Kepala SMPN Satu Atap (Satap) 3 di Banjar Peradi,  Kintamani  I Ketut Manca, S.Pd., dikonfirmasi Rabu ( 5/3), tidak menampik realita itu. Sejatinya, pihaknya telah berupaya maksimal untuk mengubah pola pikir warga. Namun sejauh ini apa yang dilakukan belum mendapatkan tanggapan yang maksimal. “Kita akan terus berupaya untuk menyadarkan orang tua siswa. Dimana, kemajuan pendidikan anak-anak mereka nanti akan bisa mengubah kehiduapan mereka nantinya,”jelasnya. Namun demikian, lanjut dia, masih banyak orang tua siswa yang menggunakan BSM untuk membeli beras. “Kita telah terus menghimbau orang tua siswa, namun belum mempan. Malahan ada oknum orang tua siswa yang merelakan anaknya untuk putus sekolah, bila BSM tidak bisa dibelikan beras. “Sejatinya animo siswa untuk melanjutkan sekolah cukup tinggi, namun sayang belum didukung pemahaman orang tua mereka,”papar Manca.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Bangli Drs. I Nyoman Sumantra, M.Ag , berharap agar para kepala sekolah dan guru-guru di balik bukit terus berupaya untuk mengubah pola pikir para orang tua tentang arti penting pendidikan. “Setiap pertemuan dengan orang tua siswa kita selalu menghimbau agar beasiswa untuk anak mereka agar digunakan untuk kelangsuangan pendidikan anak-anaknya sehingga tidak lagi ada angka putus sekolah,”terangnya. W-002

Pendidikan Politik Minim, Pemilu Dianggap Proyek

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar BaliSebagaimana juga terjadi di daerah lain, di Bangli parpol rata-rata mengaku sulit untuk merekrut masyarakat untuk di konteks kepengurusan parpol dan atau untuk ditempatkan di struktur parpol. Karena itu tak sedikit parpol di Bangli hanya memiliki struktur kurus (minim kader). Tak lebih hanya PDIP, Partai Golkar , Demokrat yang memiliki struktur gemuk, dan terisi sampai ke tingkat desa, bahkan dusun. Parpol lainnya paling banter terisi di kepengurusan kecamatan.

 

Selengkapnya...

Dilalap Jago Merah, Rugi Ratusan Juta

Surel Cetak PDF

 BANGLI-Fajar Bali | Sebuah rumah milik Wayan Adik Wiaya di Dusun Abuan, Susut, Bangli hangus dilalap si jago merah, Jumat (27/9) kemarin. Peristiwa itu membuat warga setempat geger. Peristiwa yang tiba-tiba itu membuat kalangkabut warga dan pemilik rumah, nyaris tak kuasa melawan api, hingga membuat rumah Adik Wijaya ludes.

Seisi rumah menjadi abu, karena korban lebih penting untk menyelamatkan diri daripada menyelamatkan barangnya. Akibat kebakaran itu mengalami kerugian sekitar Rp. 100 juta.Selain ludes terbakar, I Wayan Sudiarta yang saat kejadian masih tidur di kamar membuat kalangkabut untuk bisa keluar rumah, dan akhirnya menabrak pintu, menyebabkan mengalami luka pada kepala.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran hebat itu terjadi sekitar pukul 10.00 kemarin. Saat kejadian, di rumah hanya ada ibunya, Ni Wayan Murti (45) dan salah seorang anaknya, Wayan Sudiarta.

Menurut keterangan Murti, saat dirinya sibuk di dapur tiba-tiba saja asap tebal keluar dari salah satu kamar tidurnya. Belum sempat berpikir, api meletus dan menghanguskan seisi rumah. ‘’Setelah kobaran api membesar, warga berdatangan membantu memadamkan api,’’kata Murti. Sementara itu Wayan Sudiarta, masih tidur pada salah satu kamar rumah. Mengetahui ada kobaran api dia sangat terkejut dan langsung keluar. Sayangnya saat berusaha mencapai pintu kepalanya terbentur hingga mengalami luka.

Selang satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan dengan bantuan warga. Sekitar 30 menit kemudian, sekitar pukul 10.30 barulah datang pemadam kebakaran. Pemadam kebakaran hanya memadamkan api di puing-puing reruntuhan bangunan.W-002

Masih Minim Laki-Laki Berpasektomi

Surel Cetak PDF

 BANGLI-Fajar Bali | Minat laki-laki untuk berpasektomi ataui metode kontrasepsi dengan MOP masih amat minim. Sampai kini baru tercatat 8 peserta pasektomi termasuk nama Bupati Bangli I Made Gianyar yang menjadi pelopor pasektomi beberapa tahun lalu. Harapan pemerintah meningkatkan peserta pasektomi dengan harapan bisa meringankan beban kaum ibu-ibu untuk berurusan dengan kontrasepsinya baik ke bidan dan ke Puskesmas.

Tetapi masih jauh dari harapan. Kaum laki masih minim ikuti pasek tomi. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPP-KB) BangliIr.I Ketut Kayana, Msi, kepada Fajar Bali dikantornya, Kamis (26/9) ketika ditanya soal minat pasektomi dia menyampaikan data peserta pasektomi tersebut. Tetapi kalaupun masih minimjumlahnya, disbanding dengan sebelumnya, angka tersebut diakui sudah patut dibanggakan. “Dari tak ada sama sekali,kini sudah menjadi 8 peserta kan lumayan”, ujar Kayana. Dan yang dia banggakan ada kecendrungan naik pesertanya dari tahun ke tahun. Dia bakalterus genmcarnya sosialisasi soalnya pentingnya kaum laki ikut berkontrasepsi. Ketikaditanya apakah pihak istri yang justeru menghindari atau melaranag suaminya berpasektomi untuk mengantisifasi suami makan jajan diluar, Kayana takbisa mengatakan adanya faktor itu, karena hal tersebut bersifat pribadi dan internal ikatan suami istri. Tetapi secara logika, pihakmanapun akmebantah kemungkinan hal tersebut yang memicu rendahnya laki-laki berkontrasepsi. Yang banyak diikuti laki-laki adalah kontrasepsi dengan kondom yang mencapai 108 peserta.

Mengenai peserta akseptor KB (kontrasepsi) pada kaum perempuan, dibedakan dengan kontrasepsi IUD, MOW, Implan, suntikan dan pil, selain kondom dan MOP (pasektomi). Metode yang paling dimintai menurut Kayana cendrung kontrasepsi dengan suntikan. Jumlah peserta suntik mencapai 1.194 peserta berikutnya dengan pil (153) Kondom (108), seterusnya IUD (742 peserta), dan Implan (104 peserta). Penggunaan suntikan paling tinggi, karena lebih praktis, padahal dari sisi biaya termasuk tinggi. W-002  

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL