Monday, Nov 24th

Last update:04:09:51 AM GMT

You are here:
 
Gambar
Usaha Tenun Ikat Giri Putri Bangli Terkendala Pemasaran
Rabu, 13 November 2013
BANGLI-Fajar Bali | Pasar merupakan akar dari sebuah industri atau produk. Bila pasar atau pemasaran baik, maka industri tersebut bisa bakal kuat dan kokoh. Banyak bisnis dan perusahan bangkrut... Selengkapnya...

BANGLI

Banyak Pasien "Liar" RSJ Bali Merugi Rp 3,5 Miliar Setahun

Surel Cetak PDF

BasudewaBANGLI-Fajar Bali | Banyak pasien "liar" atau pasien terlantar ditangani pihak RSJ Propinsi Bali, di Bangli. Jumlah pasien"liar" mencapai 446 orang dalam tahun 2014, atau dengan rata-rata jumlah pasien terlantar sebulan mencapai antara 55 sampai 76 orang se-bulan. Dalam setahun diprediksi capai 446 pasien, sehingga RSJ keluarkan biaya miliaran rupiah. Maka piutang atau kerugian RSJ ini setahun mencapai sekitar Rp.3,5 miliar. Bahkan ke depan piutang RSJ semakin meningkat seiring dengan kecendrung semakin meningkatnya pasien terlantar ini.

Kabid Pelayanan Medik, dr. I Dewa Gede Basudewa, Sp.Kj kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/8) mengakui atas  tingginya piutang RSJ kepada keluarga pasien terlantar tersebut. Kisaran pasien terlantar mencapai antara 55 sampai 76 orang sebulan. Lalu jumlahnya rata-rata setahun  mencapai 446 pasien."Bila dihitung setahun kerugian alias piutang RSJ mencapai Rp. 3,5 miliar", ujarnya. Dijelaskan, pasien terlantar atau "liar" terjadi karena pasien ini tidak mengantongi kartu JKN. awalnya pasien tersebut tercakup dalam layanan yang menggunakan kartu Jamkesmas. Tetapi sejak tahun 2014, layanan lewat Jamkesmas dicabut. Dan datanya telah dilaporkan ke Kemensos RI menjadi pasien JKN. Tetapi dari Kemensos RI tidak muncul terbit kartui JKN untuk mereka, sehingga tidak berhak mendapat layanan dengan cakupan JKN. Kesalahan terjadi dimana, dia tidak berani menyatakan kesalahan terjadi di Kemensos. Yang jelas menurut dia data tersebut sudah dilaporkan kepada Dinas Sosial, untuk selanjutnya diteruskan ke Kemensos RI.

Terlanjur dirawat di RSJ, hingga pasien tersebut semnatara ini ditanggung sementara dengan anggaran di RSJ Bali ini. Dikatakan RSJ sudah melakukan penagihan kepada keluaraga pasien atas pendanaan untuk pengobatan dan atau pelayanan bagi pasien tersebut, namun sia-sia. Keluarga pasien tidak memenuhi tagihan dimaksud. Lanjut Basudewa, Wagub Bali, I Ketut Sudikerta yang mengetahui hal tersebut saat melakukan kunjungannya ke RSJ belum lama ini berharap agar pasien tersebut diusulkan untuk dapat dijamin dengan JKBM. Tetapi hal itu masih tengah diproses, tetapi penagihan pada dana yang telah berjalan tetap gagal. 

Menyinggung soal jumlah pasien Orang Dengan Masalah Kesehatan Jiwa (ODMK) istilah pasien ganguan jiwa dalam per Januari sampai Juni 2014 ini mencapai 9.245 orang. Terdiri dari 8.154 pasien tanggungan JKBM,928 pasien JKN, 146 pasien Askes dan 17 orang pasien umum. Dikatakan untuk di pasien JKBM, semuanya dirawat di ruang kelas III. Kini ruang kelas III memiliki 3.600 tempat tidur. Dari jumlah itu tingkat gangguannya berpariasi antara gangguan jiwa berat (akut) gangguan jiwa sedang dan gangguan jiwa ringan. Ketika ditanya soal tingkat kesembuhan, laki-laki asal Denpasar ini mengatakan tingkat kesembuhan angkanya seperti yang disajikan staistik yakni 1/3 sembuh, 2/3 kambuh-kambuhan dan 1/3 buruk atau kronis, tergantung dari tingkat gangguan dimaksud tadi.Ketika ditanya apakah lantaran mereka tak bayar biaayalalu mereka dapatkan pelayanan atau pengobatan yang diluar standar,  Basudewa mengatakan pihaknya tak ada mendiskriminasi antara pasien JKBM, pasien liar dan pasien umum. Standar pelayanan dan atau pengobatan tetap dilaksanakan. Dalam hal pengobatan ada standar yang dijadikan acuan yakni standar Formularium nasional (Formas), yakni standar obat-obatan yang diberikan kepada pasien. W-002 

BBM Langka, Penyebrangan ke Desa Terunyan Terancam Lumpuh

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga terjadi di Kabupaten Bangli. Sejumlah SPBU yang ada di Bangli terpaksa harus tutup karena tidak ada kiriman minyak. Akibatnya, masyarakat Bangli kelimpungan, karena tidak bisa membeli BBM jenis bensin maupun solar. Dampak kelangkaan BBM tersebut juga dirasakan, oleh para sopir boat yang selama ini beroperasi di kawasan Danau Batur Bangli, utamanya yang melayani penyebrangan ke lokasi Kuburan Desa Adat Terunyan.

Pantauan di sejumlah SPBU di Bangli, seperti di Desa Pengotan, Bangli, jenis BBM bersubsidi seperti solar dan bensin telah habis. Akibatnya, pengendara yang telah kehabisan bensin rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. “Untuk mendapatkan minyak saja sekarang sulit,”kata  Wayan Tobi, salah seoarang warga Bangl, Selasa (26/8).

Sementara pemilik perahu bermotor di bilangan  Danau Batur juga mengeluh akibat kelangkaan BBM tersebut. Dimana, semenjak kelangkaan BBM, dirinya terpaksa tidak beraktifitas karena tidak bisa membeli premium. Dengan kondisi itu, diakui secara  otomatis berpengaruh pada  penghasilan mereka.  “Kita terpaksa menganggur, habis perahu kita tidak berisi bahan bakar,”kata  Wayan Dana, salah seorang sopir boat yang melayani penyebrangan dari Darmaga Kedisan menuju Desa Terunyan.

Hal itu dibenarkan Jero Sugiarta, salah seorang pengelola  Darmaga Kedisan. Dimana, semenjak BBM langka, para sopir boat yang selama ini melayani penyebrangan, tampak ogah-ogahan beroperasi. Pasalnya, mereka tidak bisa membeli besin untuk perahu mereka. “Perahu bermotor disini semuanya menggunakan premium. Satu perahu bisa menghabiskan 10 liter untuk penyebarangan pulang –pergi,”kata Jero Sugiarta. W-002

DPRD Bangli Sorot Plang Kantor Bupati Sampai Kebersihan

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | DPRD Bangli kini menyorot beraneka hal yang berkaitan dengan pelayanan publik dan hal yang berkaitan dengan pembangunan image. Anggota DPRD Bangli I Wayan Subagan menyorot rusaknya sign bord( plang nama) Kantor Bupati Bangli yang dituding telah membawa kesan (citra) buruk. Plang nama tersebut sudah buram, tak dapat dibaca. Hal itu dinilai Subagan menjadi citra awal dan citra keseluruhan. 

Anggota DPRD Bangli asal Desa Bangbang, Tembuku yang kembali dapat meraih kursi hasil Pileg 2009 ini menyorot itu ketika ditanya sikapnya soal HUT Bangli yang ke-810 (10 Mei), viatelepon, Kamis (1/5), mengatakan kerusakan kecil di depan publik bakal menjadi citra keseluruhan "Artinya kalau di depan umum sudah rusak, bakal muncul anggapan kerusakan terjadi dimana-mana dan dalam berbagai hal, meskipun sesungguhnya tidak", ujar anggota DPRD Bangliasal PDIP ini. Dia berharap kerusakan tersebut segera diperbaiki. Membuat plang nama tersebut tentu denga harapan masyarakat tahu, bahwa itulah kantor Bupati Bangli. Tapi lanjut Subagan, apa artinya ada papan nama tetapi tak dapat dibaca, agar menjadi tahu. Bahkan Subagan bukan hanya menyorot soal itu. Bukan soal plang nama kantor saja, itu kan kecil, tetapi ada hal-hal yang berkaitan pelayanan publik di Bangli yang tidak representatif", tambahnya.
Dia memberi contoh soal keberadaan WC di kantor-kantor yang tidak bagus dan efektif.Ada WC yang mubazir, dan ada WC yang sampai kebanjiran. "Soal WC memang seakan sepele, tetapi ini berkaitan dengan publik ga bisa dipandang kecil", ujarnya. Dia melihat banyak WC atau toliet di lingkungan Kantor Bupati dan bahkan juga di Kantor DPRD setempat tidak representatif dan efektif.
Selain itu banyak kantor yang sudah rusak dimakan usia yang semestinya sudah mendapat rehab, tetapi belum ada tanda-tanda mendapat rehab. Dia harap hal-hal demikian disikpai, dan diberi skala prioritas. Dii sadari soal keterbatasan anggaran. Tetapi tetap harus disikpai dan diberi skala prioritas."Kami akui soal keterbatasan anggaran, tetapi yang sudah rusak parah mesti diberi skapa prioritas", ujarnya.
Subagan juga menyorot kerusakan taman depan Kantor Bupati Bangli akibat banjir lalu. Keberadaannya didepan umum itu memberi kesan tidak baik. Diharapkan dilakukan perbaikan segera. Kalau tidak tentu memberi kesan miring dan citra keseluruhan. Dia harapkan pihak Dinas Tata Kota segera bersikap atas kondisi itu, dan juga meningkatkan soal kebersihan di daerah ini. Dia menilai belakangan ini soal kebersihan sangat menurun. Padahal Bangli bakal  menyambut Lomba Adipura. "Kebrsiahan di telajakan-telajakan sekarang tidak seperti dulu, dan secara umum kebersihan di Bangli sekarang menurun,apada ini karena anggaran yang kurang", ujar Subagan. Dia lantas berharap hal-hal sekecil apapun agar segera mendapat perhatian, terlebih hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan publik. W-002*

PDAM Tak Pernah Cicil Hutang, PUPN Ancam Lelang Aset

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Perusahaan daerah air minum (PDAM) Bangli ternyata tak pernah membayar cicilan atas utang di bank dunia melalui Kementerain Keuangan RI sejak mulai berhutang tahun 1994 sampai sekarang. PDAM Bangli terkesan membandel atas hutang tersebut. Karenanya PUPN (panitia urusan utang Negara) Singaraja selaku perpanjangan tangan Kementerian Keuangan RI mengancam akan melelang aset PDAM.
Direktur PDAM Bangli I Made Sumawa ketika dimintai komentarnya lebih rinci soal hutang tersebut, Jumat (7/3) dia mengakui tak ada pencicilan atas hutang tersebut, akibat kondisi PDAM yang sangat tidak memungkinkan untuk pengembalian hutang tersebut. “Kalau kami harus paksakan cicil hutang, PDAM tak bisa beroperasi, soalnya kondisi kita sangat lesu”, ujar Sumawa.
Diakui hutang tersebut terhitung mulai tahun 1994. Awalnya senilai Rp. 2.965.789.785,18. Tak pernah ada pencicilan. Sehingga hutang terus bertambah bunga, dan bunga berbunga. Dengan hitungan bunga/biaya administrasi Rp. 866.800.184,39 dan denda mencapai Rp. 4.690.311.804,67 plus ongkos/beban lainnya sekitar Rp. 2 juta, kini total hutang mencapai Rp. 10.525.061.307,55. Bahkan PDAM harus menanggung biaya administrasi atas hutang itu yang mencapai 10 persen dari total hutang tadi, hingga hutang total menjadi Rp.11577.567.438,31.
Angka-angka hutang diatas termuat dalam surat penyerahan pengurusan piutang negara atas nama PDAM Bangli, oleh Kementerian keuangan RI kepada Ketua PUPN Singaraja yang diberikan tugas untuk penanganan piutang negara tersebut.Sumawa mengatakan hutang PDAM sekarang mentok di angka Rp.11 miliar lebih itu. Dengan kata lain tak dikenakan bunga, tinggal mengembalikan Rp.11 miliar lebih tadi. Namun pernyataan itu tak didasari adanya legalitas formal baik di PUPN dan di kementerian keuangan.
Sumawa tak membantah adanya ancaman pelelangan asset PDAM pada batas toleransi pelunasan hutang tersebut, sebagaimana yang tercantun dalam pernyataan bersama anatara dirinya Made Sumawa (PDAM Bangli) dengan Ketua PUPN Singaraja ,Etto Sunaryanto. Dalam pernyataan bersama terdiri dari berapa poin , diantara pengakuan hutang, kesanggupan melunasi, dan menerima tindakan pelelangan asset PDAM Bangli. PDAM Bangli menyanggupi untuk pencicilan ke depan mulai Januari lalu dengan besar Rp.50 juta/bulan. Tetapi pencicilan Rp.50 juta/bulan sejak Januari 2014 ini juga belum diketahui kepastiannya, apakah PDAM Bangli sudah konsisten terhadap itu.
Sementara Wakil Ketua DPRD Bangli I Made Sudiasa yang ancam panggil PDAM untuk dimintai penjelasan terhadap persoalan hutang tersebut, sebagimana statemennya di Fajar Bali, Rabu (5/3), kini belum berhasil dihubungi. Demikian juga Bupati Bangli I Made Gianyar, SH M.Hum ketika dikonfirmasi soal sikapnya atas hutang PDAM yang cendrung akan menjadi beban Pemkab Bangli, Gianyar belum memberikan jawaban ketika dimintai jawabannya via SMS (shot massage service) Jumat (7/3). W-002

Terhimpit Kebutuhan Perut, BSM Digunakan Beli Beras

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Terhimpit kebutuhan perut, bea siswa miskin (BSM) yang mesti diarahkan penggunannya untuk kebutuhan sekolah, tetapi diperuntukkan isi perut alias beli beras. Potret itu yang jelas terjadi pada daerah-daerah miskin di kintamani , terutama di daerah balik bukit.Meski Disdikpora Bangli berupaya untuk pencairan BSM untuk peningkatan kualitaspendidikan anak, namun tuntutan perut mengalahkannya peruntukkan ke yang lain.

Pendidikan di balik bukit, Kintamani tampaknya tidak seindah yang di kota. Pasalnya, banyak hal yang mesti perlu dibenahi. Selain sarana-prasarana, mental orang tua siswa juga masih perlu ditempasehingga mereka lebih berpikir untuk kemajuan pendidikan anak-anaknya, ketimbang kepentingan yang lainnya.

Selama ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga ( Disdikpora ) Bangli telah berupaya keras untuk memotivasi warga untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai bagian terpenting dalam pembangunan, namun  belum mendfapatkan respon maksimal dari orang tua siswa. Ini bisa dilihat masih banyak orang tua siswa yang menggunakan dana Bea Siswa Miskin ( BSM) yang diberikan oleh pemerintah untuk kepentingan putra-putri mereka, malah ada yang digunakan untuk pemenuhan kebutuah sehari-hari, seperti untuk membeli beras. Hal ini memang tidak lepas dari himpitan ekonomi masyarakat, yang membuat mereka berpikir pendek agar perut mereka tidak keroncongan.

Kepala SMPN Satu Atap (Satap) 3 di Banjar Peradi,  Kintamani  I Ketut Manca, S.Pd., dikonfirmasi Rabu ( 5/3), tidak menampik realita itu. Sejatinya, pihaknya telah berupaya maksimal untuk mengubah pola pikir warga. Namun sejauh ini apa yang dilakukan belum mendapatkan tanggapan yang maksimal. “Kita akan terus berupaya untuk menyadarkan orang tua siswa. Dimana, kemajuan pendidikan anak-anak mereka nanti akan bisa mengubah kehiduapan mereka nantinya,”jelasnya. Namun demikian, lanjut dia, masih banyak orang tua siswa yang menggunakan BSM untuk membeli beras. “Kita telah terus menghimbau orang tua siswa, namun belum mempan. Malahan ada oknum orang tua siswa yang merelakan anaknya untuk putus sekolah, bila BSM tidak bisa dibelikan beras. “Sejatinya animo siswa untuk melanjutkan sekolah cukup tinggi, namun sayang belum didukung pemahaman orang tua mereka,”papar Manca.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Bangli Drs. I Nyoman Sumantra, M.Ag , berharap agar para kepala sekolah dan guru-guru di balik bukit terus berupaya untuk mengubah pola pikir para orang tua tentang arti penting pendidikan. “Setiap pertemuan dengan orang tua siswa kita selalu menghimbau agar beasiswa untuk anak mereka agar digunakan untuk kelangsuangan pendidikan anak-anaknya sehingga tidak lagi ada angka putus sekolah,”terangnya. W-002

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL