Friday, Mar 27th

Last update:06:28:07 AM GMT

You are here:
 
Gambar
Usaha Tenun Ikat Giri Putri Bangli Terkendala Pemasaran
Rabu, 13 November 2013
BANGLI-Fajar Bali | Pasar merupakan akar dari sebuah industri atau produk. Bila pasar atau pemasaran baik, maka industri tersebut bisa bakal kuat dan kokoh. Banyak bisnis dan perusahan bangkrut... Selengkapnya...

BANGLI

Diikuti 72 Lansia dari Perwakilan Desa se-Kabupaten Bangli

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Dalam upaya membangkitkan kembali budaya lokal dalam bidang mesatua bali, Senin (23/3) PKK Kabupaten Bangli, menggelar lomba masatua Bali bagi lanjut usia (Lansia) dengan peserta dari empat kecamatan di Kabupaten Bangli.

Acara yang digelar di tribun Lapangan Kapten Mudita Bangli di hadiri oleh Bupati Bangli, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Bangli, Ketua Gatriwara, Ketua Darma Wanita Kabupaten Bangli, Kepala BPPKB, perbekel dan peserta perwakilan dari masing-masing desa.

Ketua Panitia Lomba Mesatua Bali, Nyonya Gede Arta dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan kegiatan ini merupakan program kerja Tim Penggerak PKK Kab Bangli tahun 2015. Berdasarkan hasil rapat dengan panitia dan tim juri yang memutuskan untuk dilaksanakan lomba masatua Bali dengan peserta Lansia sebanyak 72 peserta perwakilan Desa se-Kabupaten Bangli. Lanjut tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas bagi Lansia, melestarikan nilai budaya lokal dan secara tidak langsung lomba ini diharapkan mampu menyelipkan pesan moral kepada generasi muda, mewujudkan etika, moral dan budi pekerti yang luhur.

Dikatakan juga, lomba ini di ikuti oleh kader lansia 55 tahun keatas se Kabupaten Bangli dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Bangli tahun anggaran 2015.

Sementara Bupati Bangli I Made Gianyar menyambut positif kegiatan lomba mesatua Bali yang dilaksanakan oleh PKK Kabupaten Bangli dimana kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk mengangkat nilai-nilai budaya lokal yang adiluhung, terkait dengan pengaruh globalisasi yang sangat deras sehingga mesatua Bali semakin pudar.

"Mesatua Bali adalah salah satu sarana yang efektif untuk menyelipkan pesan-pesan moral kepada generasi muda karena melalui satua atau cerita pesan lebih dapat diserap dan cukup efekti. Kita masih ingat dimasa kecil dulu para tetua kita sering menyelipkan pesan-pesan moral pada kita melalui satua, sekarang kita bangkitkan lagi sejalan dengan motto pembangunan di kabupaten Bangli yaitu membangun Bangli dari Desa dan membangun Desa dari Keluarga" tambahnya. Peserta lomba adalah para Lansia. Hal ini sangat menarik selain untuk meningkatkan kreatifitas para Lansia kegiatan mesatua juga nantinya dapat memberi semangat baru untuk harapan hidup karena lebih sering berinteraksi dengan generasi muda yang menjadi harapan bangsa ke depan.

"Selain itu, mesatua Bali juga sebagai salah satu upaya untuk membangun karakter sersuai dengan program pemerintah yaitu Revolusi mental secara bertahap yang dapat diselipkan dalam kegiatan mesatua Bali" imbuh bupati Made Gianyar.

Perwakilan salah satu tim juri dari Dinas Pendidikan I Wayan Suardana menyampaikan kreteria lomba adalah terdiri dari empat kriteria yang pertama adalah waktu penyampaian materi diantara tujuh sampai sepuluh menit, berikutnya penguasaan materi, bahasa atau gaya bahasa yang terakhir adalah pembawaan atau penjiwaan dalam membawakan tema satua Bali dan kreatifitas tentunya.

sementara untuk tim juri sendiri terdiri dari tiga unsur yaitu Dinas Pendidikan, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak dan Forum Pengasuh Paud dan TK di Kabupaten Bangli. Lanjut dalam lomba mesatua Bali kali ini memperebutkan juara I,II dan III. Sedangkan untuk juara harapan, dari harapan satu sampai dengan harapan tujuh. Dengan hadiah berupa dana pembinaan dan piagam. W-002*

Setelah Diarak, Ogoh-ogoh Harus Dipralina

Surel Cetak PDF

IMG 5156 copyBANGLI-Fajar Bali | Relatif tingginya biaya pembuatan ogoh-ogoh serta banyaknya waktu yang disita dalam proses pembuatannya, serta nilai seni yang ditampilkan membuat ogoh-ogoh di Bangli enggan untuk dipralina atau dimusnahkan. Namun di Bangli pasca upacara pengerupukan, masih banyak ogoh-ogoh yang dibiarkan begitu saja, bahkan keberadaannya menganggu pemandangan, karena ditempatkan tidak pada tempat yang cocok.

Terkadang ditempatkan kembali di tempat dibuatnya, seperti di Bale Banjar, Bale Masyarakat dan lain-lain. Dalam pantauan, Minggu (22/3) di Bangli malah ada ogoh-ogoh yang dibiarkan di pinggir jalan utama, sehingga merusak pemandangan, meski merupakan hasil karya seni, karena tidak pada tempatnya. Seperti bangkai ogoh-ogoh yang dibiarkan di jalan utama Bangli menuju Susut, Bangli menuju Gianyar, Bangli menuju Kintamani dan masih banyak lagi titik-titik yang dicemari bekas ogoh-ogoh di desa-desa.

Beberapa warga Bangli yang ikut dalam pembuatan ogoh-ogoh ketika ditanya alasan tidak menghanyut ogoh-ogoh karena menyayangkan kalau menghanyunya mengingat biayanya yang tinggi, dengan nilai seninya serta waktu yang disita untuk pembuatannya.

”Kasihan membuang atau memusnahkan, kami ingin pake saat pengerupukan setahun lagi, “ujar salah seorang pemuda di Bangli yang tak mau disebut namanya. Intinya dia mengakui kalau ogoh-ogoh yang dibuatnya tidak dimusnahkan.

Alasan yang sama juga muncul dari pembuat ogoh-ogoh di Desa Tamanbali. Sumber yang juga nama dan asalnya tak mau ditulis mengatakan, ide dan kreatifitas seni yang dinilainya amat mahal untuk ditelorkan selain soal biaya. Karena itu tak mau ogoh-ogoh tersebut dimusnahkannya.

Di Desa Tamanbali, Bangli saat sebelum pengerupukan menggelar parade ogoh-ogoh. Ada 6 ogoh-ogoh yang menampilkan ogoh-ogoh mina (ikan), ada ogoh-ogoh berupa wujud raksasa, butha kala, ada juga dalam wujud ogoh-ogoh kegiatan keseharian masyarakat.

Sumber di Bangli mengatakan biaya ogoh-ogoh yang dibuatnya saat ini sekitar Rp 4,5 juta dan dikerjakan kurang lebih sebulan sebelum pengerupukan. Sumber biayanya ada dari urunan ada dari sumbangan para politisi, para dermawan dan tokoh masyarakat.

Ketua PHDI Bangli Drs I Nyoman Sukra ketika dikonfirmasi soal ogoh-ogoh yang tak dimusnahkan, bahkan dipajang lagi, dia pada intinya mengatakan ogoh-ogoh harus dipralina (dipralina dengan upacara).Upacara pralina, lanjut dia, adalah upacara pengembalian unsur kekuatan hidup yang dimohon saat upacara melaspas. Artinya bila unsur atau kekuatan yang dimohon berupa kekuatan Butha Kala, maka lanjut Sukra, agar dikembalikan (dimusnahkan) unsur itu.”Intinya harus dipralina boleh dihanyut, boleh dibakar atau dimutilasi, “ujar Sukra tanpa menjelaskan apa efek secara niskala kalau tak dimusnahkan. Namun berkaitan dengan ogoh-ogoh tersebut merusak pemandangan (mencemari), hal ini tentu memnjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Tata Kota Bangli.

Kadis Tata Kota Bangli Ida Ayu Gede Yudi Sutha ketika dikonfirmasi soal ini, mengatakan bakal menghimbau PHDI untuk memusnahkan ogoh-ogoh.”Kita akan menghimbau Parisada bahwa ogoh-ogoh semestinya dimusnahkan, “ujarnya via sms. W-002

Hilang, Carmawan Belum Ditemukan

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Warga Desa Lembean, Kintamani , I Nyoman Carmawan (22) hilang sejak Kamis (19/3) dan hingga Minggu (22/3) saat berita ini ditulis belum ditemukan. Sedangkan sepeda motor yang dia kendarai ditemukan di jembatan Tukad Susut, Buahan, Payangan, Gianyar.

Kapolsek Kintamani, Kompol Dewa Mahaputra didampingi Kanit Reskrim AKP Dewa Oka, ketika dikonfirmasi, Minggu(22/3) membenarkan adanya laporan warga Lembean yang hilang. Pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut. Terkait itu dia mengaku menginterogasi saksi-saksi, membantu melakukan pencarian dan mengkoordinasikannya dengan Polsek Payangan, Gianyar terkait ditemukannya sepeda motor korban di sana. Kapolsek menjelaskan, bahwa pada hari Kamis tanggal 19 Maret 2015 sekira pkl 07.00 Wita korban I Nyoman Carmawan meninggalkan rumah dari Desa Lembean menuju Desa  Langgahan-Kintamani dengan tujuan menemui temannya yang bernama Boby. Kutif Kapolsek, dari keterangan Boby bahwa pada pkl 18.00 Wita dirinya sempat bertemu Carmawan dan kumpul-kumpul bersama rekan - rekannya di rumahnya di dusun Langgahan. Sekitar pkl 20.00 Wita, Carmawan meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor supra miliknya dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaan I Nyoman Carmawan. Lalu ada laporan bahwa sepeda motor yang dikendarai korban ditemukan di jembatan Tukad Susut, Buahan, Payangan, Gianyar, Minggu (22/3).

“Ada laporan tadi bahwa sepeda motor I Nyoman Carmawan ditemukan di jembatan Tukad Susut Wilayah Desa Buahan – Payangan, “ujar Kapolsek. Sepeda motor untuk sementara telah diamankan di Mapolsek Payangan. W-002

Warga Begadang Dan Antre Untuk Mendapatkan Air

Surel Cetak PDF

Pelantikan percasi Bangli 3BANGLI-FajarBali | Sudah sejak dua pekan lebih para konsumen Perusahan daerah Air Minum ( PDAM) Bangli khususnya yang ada di areal Banjar Gunaksa, Pekuwon, Puri Bukit Dan Griya Bukit, Kelurahan Cempaga tidak mendaptkan pasokan air secara normal. Walaupun air mengalir , namun debitnya sangat kecil. Bahkan khusus untuk warga Puri Bukit yang nota bene lokasi rumah warga ada diketinggian sudah sejak dua minggul lebih tidak mendapt pasokan air. Untuk memenuhi kebutuhan air terpakasa harus rela mencari air di kantor lurah Cempaga dan ada juga terpaksa begadang hingga larut malam menunggu air bisa naik .

Menurut warga Puri Bukit , Kelurahan Cempaga , Bangli , AA Gede Alit , mengatakan sudah hampir duia minggu lebih air tidak mengalir . Untuk mendapatkan air , maka dengan terpasa kami mencari air di kantor lurah dan itupun   debit air sangat kecil. “ Banyak warga kami memanfaatkan air disana , kadang kami mencari air disana pagi sebelum buka kantor atau sore hari setelah kantor tutup “ jelasnya . Dari informasi yang didapatkan dikatakan terganggunya pasokan air karena terjadinya kebocoran dan untuk pendistribusian air akan dilakukan secara bergilir.

Dia mengaku kecewa dengan pihak PDAM , pasalnya dari keterangan awal dikatakan kalu untuk pendistribusian air akan dialkukan secara bergilir . Untuk areal Puri Bukit , Pakuwon , Sidembunut , giliran mendaptkan pasokan air dari pukul 20.00 wita sampai 08.00 wita . “ Ternyata setelah kita tunggu hingga pukul 24.00 wita air tidak mengalir dan hingga hari ini air belum juga mengalir “ kata Agung Alit . Pria paruh baya ini berharap pihak PDAM bisa mencari solusi sebelum masalah ini bisa dituntaskan “ Ya ada semacam kepedulian dari PDAM dengan menyuplai air leawt mobil tanki “ kata AA Gede Alit.

Direktur PDAM bangli , I Made Sumawa sebelumnya mengatakan terganggunya pasokan air karena terjadinya kebocoran pada pipa transmisi . Memang untuk mencari titik kebocoran dibutuhkan waktu . Khusus untuk arela Puri Bukit yang lokasinya ada diketinggia memang dalam kondisi debit air yang kecil karena terjadi kebocoran sangat rawan tidak mendaptkan pasokan air. “Petugas setiap hari turun dan mencario titiuk kebocoran , kami berharap konsumen untuk maklum adanya terkait kondisi yang terjadi,“ ungkap Sumawa. W-002

Pemkab Bangli Gelar Lomba Jegeg Bagus 2015

Surel Cetak PDF

Jegeg bagusBANGLI-Fajar Bali | Dalam rangka membina bakat dan prestasi generasi muda, khususnya menjadi duta wisata dan budaya kabupaten Bangli, Pemkab Bangli menggelar lomba Jegeg Bagus, di Gedung BMB (Kantor Bupati Bangli), Minggu (16/3). Lomba yang diikuti 139 orang (65 Bagus dan 74 Jegeg). Dari jumlah itu bakal disaring untuk mendapatkan 15 besar (15 pasang jegeg Bagus (30 perserta). Dari jumlah itu diselesi lagi menjadi 8 pasang calon finalis Jegeg Bagus atau 16 orang peserta.

Ketua Panitia Jegeg Bagus Bangli, I Wayan Merta mengatakan lomba Jegeg Bagus Bangli 2015 bakal mencari 8 pasang (16 orang) calon finalis. Karena itu dari jumlah peserta awalnya 139 orang (65 Bagus dan 74 Jegeg) dilakukan seleksi administrasi untuk mendapatkan 15 pasang besar (30 peserta). Kemudian dari jumlah itu dieleminasi lagi, agar mendapatkan 8 pasang finalis Jegeg Bagus. Merta mengatakan tahapan masih belum selesai sampai disini, dimana masih ada tahap pra karantina, karantina dan grand final. Menurut dia grnd final rencananya bakal digelar 11/4 nanti di bertempat di Desa Pengelipuran. Adapun menjadi juri lomba Jegeg Bagus Bangli yakni A A Ngurah Teja (Disbudpar), Ni Luh Candrawati dan Puteri dan Sadika Sejebag Bali 2014.

Merta mengatakan , harapan ke depan daripada lomba Jegeg Bagus adalah agar kegaiatan lomba tersebut lebih bermanfaat dan lebih diminati khususnya oleh generasi muda Kabuaapaten Bangli. W-002

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL