Sunday, May 29th

Last update:08:03:20 PM GMT

Banner
You are here:

BANGLI

Maraknya Pembangunan di Sempadan Jurang

Capture

BANGLI-Fajar BaliPembangunan di kiri jalan yang menutupi view Gunung Batur dan Danau Batur, Kintamani kembali mendapat sorotan. Kalau sebelumnya sorotan datang dari pemangku kebijakan di Kabupaten Bangli, kini giliran Wagub Bali I Ketut Sudikerta yang menyoroti maraknya pembangunan dimaksud.

Wagub menuding pembangunan menutupi view menjadi salah satu faktor penyebab turunnya tingkat kunjungan wisatawan, karena turis tak bisa lagi melihat secara telanjang pesona panorama alam nan demikian eloknya.

Berbicara usai melakukan penanaman benih pohon, Jumat (27/5) dalam rangkaian hari lingkungan hidup sedunia, dia mengatakan pembangunan yang melanggar tata ruang tersebut, telah menyebabkan keindahan pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur yang menjadi daya tarik kawasan ini terhalang. Oleh karena itu, Pemkab Bangli pun diminta serius untuk menegakkan aturan tata ruang. 

Hadir dalam agenda penanaman pohon dalam rangka hari lingkungan hidup sedunia, Sekda Bangli IB Giri Putra, Wakapolres Bangli Kompol. Wimboko dan jajaran SKPD Pemprov Bali dan Pemkab Bangli.

Menyoal penataan Kintamani, Wagub Sudikerta menyatakan, Kintamani merupakan salah satu daerah destinasi wisata yang mesti mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Dalam hal ini, ditekankan, selain pemerintah, masyarakat juga memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan sekitarnya.

“Di sepanjang jalan Kintamani menuju Geopark, masih terlihat banyak yang kumuh dan banyak sampah yang beterbangan. Itu justru kurang mendapat perhatian dari masyarakat sekitar.

Kondisi inilah yang menyebabkan wisatawan menjadi kurang berminat berkunjung ke ke sini,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Wagub Sudikerta, pemerintah daerah juga harus serius melakukan pengawasan dalam pembangunan. Salah satunya, menyangkut pembangunan yang marak di bibir jurang sepanjang jalur Penelokan-Batur yang seharusnya masuk jalur hijau.

“Saya minta ke pak Sekda, yang dalam hal ini mewakili pak Bupati Bangli, agar dalam penataan pengawasan pembangunan di kawasan ini, mengedepankan tata ruang yang benar. Jangan pilih kasih, jangan pandang bulu. Kalau sudah melanggar, ya tertibkan,” tegasnya.

Menurutnya pembangunan yang dilakukan masyarakat di sepanjang Kintamani, telah melanggar sempadan jurangdan aturan tata ruang. “Pembangunan masyarakat di Kintamani, banyak dengan tata ruang yang tidak benar.

Contoh kongkrit, pembangunan yang berada di sisi utara dan timur disepanjang jalur Kintamani, sebenarnya adalah untuk tanaman hijau.

Tapi kenyataannya, banyak pembangunan fisik yang justeru dibangun menghalangi para wisatawan melihat keindahan view Kaldera Batur. Karena itu, wisatawan tidak akan mau datang ke sini lagi,” sebutnya.

Oleh karena itu, pihaknya kembali meminta kesadaran masyarakat menjaga bersama-sama. “Jangan membangun lagi dtempat itu. Bangunlah ditempat yang sudah ditentukan dan sesuai aturan,” pintanya.

Lebih lanjut, menyoal banyaknya restouran yang tutup, kata dia, itu juga merupakan salah satu dampak karena view terhalang. “Dengan berkurangnya wisatawan otomatis menyebabkan banyak restauran menjadi bangkrut.

Selain itu, ini juga akibat terjadinya persaingan tidak sehat. Agar semua itu tidak terjadi, perlu kesadaran semua pihak. Masyarakat, dan Pemerintah Daerah harus segera melakukan langkah-langkah kongkrit dan masyarakat Kintamani saya minta untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap kawasan Kintamani,” pungkasnya. W-002

Ketua DPRD Sidak Pasar Kidul

renovasipasar1

BANGLI-FajarBali | Menyikapi aspirasi pedagang dan juga dari tokoh masyarakat, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kuta Parwata melakukan sidak ke Pasar Kidul Bangli, Kamis (26/5). Nampak hadir dalam sidak Kadisperindag I Nengah Sudibya, Sekertaris PU Bangli, dan dari Bagian Umum Sekda Bangli, serta klian adat banjar Pule

Dalam sidak yang berlangsung hampir dua jam itu, ketua DPRD Bangli Ngakan Kuta Parwata melihat secara dekat kondisi pasar terbesar di Bangli itu.

Setelah puas mengelilingi lantai dasar pasar, politisi dari PDIP ini  langsung naik menuju lantai dua tempat berjualan  pedagang kain dan asesoris serta perlengkpan upacara. Kemudian rombongan turun menuju los di Terminal Loka  Crana yang nantinya akan difungsikan untuk tempat pedagang senggol

Ditemui disela- sela sidak, Ketua DPRD Bangli, Ngakan Kuta Parwata mengatakan sidak kali ini adalah merupakan bentuk atau sikap legeslatif dalam kaitannya  masalah penataan pasar . Politisi dari Desa Bangbang ini mengatakan masalah penataan pasar agar bisa dikordinasikan lintas sektoral. “Hari ini yang hadir ada dari Disperindag , Bagian Umum , Pekerjaan Umum  dan semua permasalah yang muncul akan bisa dicarikan titik temunya. “ jelas Kuta Parwata.

Sementara Kadisperindag , I Nengah Sudibya saat dikonfirmasi , terkait pemindahan pedagang senggol , mengatakan untuk pemindahan tetap jalan , dimana hari Senin  nanti ,  pinggiran lapangan kapten Mudita sudah bersih atu steril dari pedagang

Kata Sudibya melihat kondisi los di dalam terminal perlu dibersihkan lagi maka akan dilakukan pembersihan .” Hari ini staf dan pegawai disperindag serta pengelola pasar akan melakukan aksi gotong royong di los dalam terminal , sehingga nantinya pedagang senggol bisa nyaman berjualan di sini, “ ujarnya

Semenatar itu Klian Adat Banjar Pule, I Made Sukadana mengaku berterima kasih terhadap kebijakan yang telah diambil pemerintah yakni membatalkan jalan Belingbing untuk lokasi pasar senggol .

Dia mengatakan dalam bulan Agustus nanti krama adat Banjar Pule akan melaksanakan kegiatan upacara ngaben massal, tentu jika jalan Belingbing digunakan lokasi pasar senggol tentu akan mengganggu aktivitas warga.

Meninggung terkait limbah Ketua DPRD Bangli meminta agar pihak dinas PU mencarikan solusi terbaik untuk mengatsasi masalah klasik itu. Begitu pula untuk akses jalan yang rusak.W-002*

Dana Hibah Wajib Dilaporkan ke Pemkab

tersangka-korupsi-dana-hibah-koni-kota-yogyakarta-bisa-bertambah-1zt

BANGLI-Fajar Bali | Sikap Panwaslu Bangli yang enggan menyetor Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan dana hibah Pilkada Bangli sebesar Rp 3,3 miliar, dinilai aneh dan sebagai bentuk gagal paham.

Sebab, yang namanya hibah daerah harus dan wajib ada pelaporan secara administrasi kepada pemberi hibah dalam hal ini Pemkab Bangli.

Sebaliknya, Panwaslu Bangli berdalih tidak ada kewajiban mutlak memberikan laporan secara rinci melalui SPJ kepada Kesbangpolinmas Pemkab Bangli. Secara hirarkhi dia wajib mempertanggungjawabkan masalah keuangan kepada Bawaslu Bali.   

Atas persoalan tersebut, Sekda Bangli, Ir. IB. Gede Giri Putra, MM saat dikonfirmasi Rabu (25/5) menjelaskan, yang namanya hibah daerah, wajin dilaporkan penggunaannya kepada pemberi hibah dalam hal ini Pemkab Bangli.

"Daerah yang memberikan hibah, kalau tidak ada laporan bagaimana kami bisa mempertanggungjawabkan hibah tersebut.

Logikanya, tetap harus dilaporkan selama hibah itu dari daerah. Karena yang digunakan uang daerah, pelaporannya sama dengan hibah-hibah lainnya,” bebernya.

Lanjut dia, siapapun penerima hibah daerah, harus dan wajib melaporkan penggunaannya ke pemerintah daerah.

Sebab, daerah yang mengeluarkan uang. “Kalau memang laporan ada sisa anggaran, nanti tentunya dikembalikan ke kas daerah,” jelasnya. 

Meski demikian, menyikapi sikap Panwaslu seperti itu, pihaknya tetap mempersilakan.

“Dengan pemahaman Panwaslu yang seperti itu silakan saja. Tapi, kami melalui Kesbangpolinmas yang memfasilitasi dana hibah tentunya wajar meminta pertanggungjawabannya. Karena nanti kalau ada pemeriksaan, kami pasti akan diperiksa juga,” tegasnya.

Hanya saja, dalam hal ini ditekankan kembali, yang bertanggungjawab adalah penerima hibah. “Sesuai norma dan prosedur, pengguna atau penerima hibah yang mempertanggungjawabkan. Dia yang harus melaporkan penggunaannya kepada yang memberi.

Logiknya, masak orang yang memberi justru tidak dikasi laporan. Nanti kalau ada pemeriksaan yang bertanggungjawab tetap penerima hibah,” sebutnya.

Lebih lanjut menyinggung mekanisme pelaporan SPJ dana hibah, disampaikan ,tidak ada ketentuan mesti dilakukan melalui audensi kepada Bupati.”Yang kita mintakan di sini adalah tertib administrasi. Pertanggungjawaban secara administrasi, itu adalah laporannya. Yang pasti, secara administrasi harus ada laporan. Tidak perlu lagi mesti bertatap muka dulu,” tegasnya.

Sebelumnya Ketua Panwaslu Bangli I Nengah Sandiarta mengakui memang belum menyetorkan SPJ penggunaan dana hibahnya ke Kesbangpollinmas. Padahal, sesuai ketentuan SPJ semestinya sudah diserahkan paling lambat tiga bulan setelah berakhirnya seluruh tahapan Pilkada Bangli, yakni sekitar bulan Maret 2016 lalu.

Alasan Sandiarta belum menyetorkan SPJ, karena permohonan audensinya kepada Bupati Bangli belum ada jawaban. Rencananya, saat audensi tersebut SPJ dana hibah akan diserahkan kepada Bupati selaku yang pemberi dana hibah sekaligus pihaknya pamit dan mengucapkan terimakasih.

Dalam hal ini, Panwaslu Bangli justru berpandandangan, sesuai Permendagri Nomor 51 Tahun 2015 tidak mutlak memberikan pertanggungjawaban secara rinci kepada Kesbangpolinmas Pemkab Bangli. Sebab, secara hirarki Panwaslu Bangli mengaku hanya mempertanggungjawabkan kepada Satuan Kerja (Saker) Bawaslu Bali saja

.Sementara untuk laporan pertanggungjawaban keuangan, yang berisi gambaran umum penggunaan anggaran telah disampaikan tanggal 15 April lalu ke Kebangpollinmas.

Diketahui, dari laporan pertanggungjawaban (LPJ) tersebut, dari dana hibah yang digelontorkan kepada Panwaslu Bangli sebesar Rp 3,3 miliar, hanya tersisa sebesar Rp 630.568.240 tanpa disertai perincian yang jelas.W-002

Gara-Gara Sakit Tenggorokan, Srani Gantung Diri

1427545224BANGLI-Fajar BaliDiduga lantaran menderita penyakit menahun yang tak kunjung sembuh pada bagian telinga,hidung dan tenggorokan (THT).

Seorang ibu rumah tangga (IRT) Ni Nengah  Srani (76) asal Dusun Umbalan , Desa Yangapi Tembuku nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya , Rabu (25/5) sekitar pukul 07.00 wita .

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian ini pertama kali dilihat suaminya I Wayan Leket. Dimana, sebelum kejadian, korban bersama saksi tengah masak bareng di dapur.

Begitu usai masak, Wayan Leket, pergi ke luar dapur. Beberapa menit kemudian, saksi balik ke dapur kemudian mendapati istrinya telah tergantung dengan tali plastic warna biru.

Dia pun berteriak histeris, dalam sekejap warga sekitar berdatangan untuk memberikan pertolongan. Namun sayang nyawanya korban gagal diselamatkan. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Mapolsek Tembuku.

Sementara KBO Reskrim Polres Bangli  Iptu Ketut Purnawan saat dikonfirmasi , membenarkan kasus bunuh diri itu. Dikatakan, petugas  sudah kelokasi  untuk melakukan olah TKP  dan telah memintai keterangan beberapa saksi”Hasil visum luar tim medis menyatakan kalau korban meninggal murni karena bunuh diri.

Keluarga juga telah mengiklaskan kejadian sebagai sebuah musibah sehingga menolak dilakukan autopsy pada jasad korban,”pungkasnya.(W-002)

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 25 May 2016 21:41

Eks Kandang Sapi Disulap Jadi Peternakan Babi

0Kandang-sapi-potong

BANGLI-Fajar Bali | Eks peternakan sapi perah di Kelurahan Kubu, Bangli kini disulap menjadi peternakan babi. Sebelumnya, peternakan sapi ini dikeluhkan warga sekitarnya.

Karena itu, pengusaha lebih memilih menutup usahanya. Namun kini, di lokasi bakal dijadikan peternakan babi. Lantas bagaimana dengan limbahnya. Akankah kembali menunai protes warga?.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangli Alit Parwata saat dikonfirmasi, Selasa (24/5) membenarkan kalau eks kandang sapi perah itu kini bakal dijadikan kandang babi.

Sejauh ini, pengusaha asal Surabaya ini, telah mengajukan permohonan terkait upaya kajian lingkunagn (UKL) dan Upaya Pengolahan Limbah (UPL).

“Mereka telah mengajukan permohonan UKL dan UPL. Permohonan ini tengah kami kaji,”tegasnya.

Selain itu, kata pria asal Banjar Sala, Susut ini, pengusaha telah mengadakan sosialisasi dengan tokoh masyarakat, kelompok peternak dan pihak terkait lainnya. Pada saat sosialisasi yang digelar di gedung Sasana Budaya Giri Kusuma, juga dihadir pihak Dinas Peternakan Provinsi Bali. 

“Pengusaha tersebut belum lama ini telah melakukan sosialisasi ke masyarakat,”katanya. Lanjut menambahkan, terkait bakal beroperasinya peternakan babi ini, pihaknya Kamis (26/5) juga diundang oleh pengusaha tersebut ke lokasi. “Kita nanti diundang turun ke lokasi. Namun sebelumnya petugas kita juga telah turun ke lapangan,”tegasnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, di kandang eks pengembangan sapi perah itu, bakal dijadikan lo

kasi penampungan sementara ternak babi yang rencananya dagingnya bakal merambah pasar eskpor itu. Sementara pembesaran bibit bakal dilakukan kelompok-kelompok peternak di bilangan Kelurahan Kubu. Nah, babi sebelum dipotong bakal diuji kadar lemaknya. Apakah babi (celeng) telah siap untuk dipotong atau belum. Bila belum, maka babi itu akan dipelihara sementara di lokasi itu.  W-002

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 25 May 2016 11:08

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL