Wednesday, Mar 04th

Last update:05:25:34 AM GMT

You are here:
 
Gambar
Usaha Tenun Ikat Giri Putri Bangli Terkendala Pemasaran
Rabu, 13 November 2013
BANGLI-Fajar Bali | Pasar merupakan akar dari sebuah industri atau produk. Bila pasar atau pemasaran baik, maka industri tersebut bisa bakal kuat dan kokoh. Banyak bisnis dan perusahan bangkrut... Selengkapnya...

BANGLI

Sawah Subak Aya Longsor

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Baru beberapa bulan persawahan di Subak Aya, Bangli mengalami ambrol, kini kembali jebol (longsor) terjadi di subak ini, menyusul adanya hujan deras. Kini ambrolnya terjadi pada areal milik petani setempat, seluas delapan are itu dipicu karena bekas terowongan air yang ada dibawah lahan persawahan itu amblas.

Ambrolnya terowongan yang sudah tak berfungsi sejak lama itu mengancam kekeringan bagi sawah yang ada di daerah bawah mencapai sekitar 12 hektar. Namun cepat aliran air diarahkan melalui jalur barat oleh petani setempat, sehingga areal persawahan di bagian selatan bawah itu dapat terairi. Namun kini lahan seluas hampir enam hektar itu terancam kekeringan , akibat dari terjadinya ambrol susulan yang terjadi Jumat (26/2) sore hari. Dalam kejadian itu lahan yang ambrol tepat berada di sebelah barat dari lahan yang ambrol sebelumnya.   “Untuk lahan yang ambals itu juga milik I Wayan Cidra,“ ujar Kelian Subak Aya, I Nyoman Leco, Minggu (1/3).

Leco menyebut luas lahan persawahan milik I Wayan Cidra yang amblas hampir 15 are, dikarenakan ambrolnya bekas terowongan air yang di atasnya merupakan hamparan lahan persawahan. Sejak tahun 1970 terowoang yang berfungsi mengalirkan air ke Subak Sidawa, Tamanbali tidak difungsikan lagi. “Mungkin dinding terowongan tidak kuat menahan beban dan akhirnya amblas, “ ujar Leco didampingi anggota komisi 1 DPRD Bangli , I Wayan Wedana.

Kelihan Subak asal Banjar Kawan Bangli ini mengatakan akibat dari musibah ambrol untuk kedua kalinya itu , kini lahan persawahan yang ada di sebelah selatan dari lokasi ambrol terancam tidak mendapatkan pasokan air. “Jaringan air subak juga ikut amblas , maka untuk lahan persawahan yang ada disebelah selatan dari lokasi ambrol tidak mendaptkan suplay air,“ jelas Leco.

Ketika pertama kali ambrolnya lahan persawahan milik petani pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian. “Waktu itu memang ada petugas yang turun , namun hanya turun saja dan tidak ada tindakan sampai kembali terjadi musibah yang sama,“ kata Leco.

Sementara itu I Wayan Wedana sangat menyayangkan lambanya pemerintah dalam mengambil tindakan . Bukti konkritnya adalah tidak adanya eksen dari pemerintah, padahal ketika terjadi musibah pertama telah dilaporkan oleh krama subak “ Memang ada tim yang turun , tapi empat bulan berlalu apa yang telah mereka perbuat , nol besar “ tegas Wedana

Politisi asal Banjar Kawan ini kembali mendesak pemerintah segera melakukan kajian termasuk juga masalah teknisnya “ Jika ini dibiarkan maka dapat dipastikan lahan persawan yang ada disebelah selatan dari lokasi ambrol tidak bisa menanam padi pada musim tanam mendatang karena tidak ada pasokan air “ kata Wedana. W-002

Pemkab Beri Bantuan Korban Bencana Alam

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Puluhan korban angin kencang dan longsor yang tersebar di Banjar Kubusalya Desa Sukawana Kintamani, Desa Kutuh Kintamani, dan Kelurahan Kubu Bangli, Jumat (27/2), disikapi Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bangli. Para korban bencana itu diberikan bantuan berupa perlengkapan kebutuhan sehari-hari.

Kepala BPBD I Wayan Karmawan menjelaskan, bantuan ini ditujukan kepada 22 kepala keluarga yang merupakan korban angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu. "Bantuan ini diberikan kepada 22 KK korban angin kencang dan tanah longsor," ujarnya usai menyerahkan bantuan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, dari sekian korban bencana, tidak seluruhnya diberikan bantuan. Penerimanya hanya korban yang kerugiannya paling parah. "Bantuan kami berikan untuk korban yang mengalami kerugian paling banyak dan kondisinya paling parah," ungkapnya.

Bantuan yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan korban. Bantuan yang diberikan Pemkab tidak sepenuhnya bisa mengganti atas kerugian yang diderita akibat dari musibah ini. Akan tetapi, katanya, paling tidak bisa menjadi motivasi atau pemicu untuk mengatasi penderitaan yang dialami korban.

Bantuan yang diberikan juga disesuaikan dengan tingkat kebutuhan warga, seperti bahan pangan dan sandang. "Untuk saat ini kami baru bisa berikan bahan pangan dan sandang saja," ujarnya.

Ditambahkan Karmawan, pihaknya akan terus berkomitmen dalam membantu masyarakat mengatasi musibah-musibah yang terjadi, terlebih di tengah-tengah cuaca buruk yang sering melanda daerah Bangli. Pihaknya mengaku selalu siaga dalam memantau situasi. "Kami selalu siaga untuk memantau situasi," tegasnya. W-002

Jauhkan Kesan Angker, Pegawai Pemkab Bangli Bersihkan Eks RSUD Bangli

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Menindaklanjuti rencana pemindahan kantor pelayanan ke eks gedung RSUD Bangli, Jumat (27/2) pegawai Pemkab Bangli tumpah ruah ke bekas gedung RSUD untuk bersih-bersih yang dikoordinir Dinas Tata Kota.

Eks RSUD ini rencananya akan digunakan untuk kantor pelayanan perijinan satu pintu dan 3 SKPD lainnya yakni BPBD, BKD dan Kantor Dukcapil. Agar suasana menyeramkan tidak mewarnai nanti, maka kini dilakukan bersih-bersih. Bersih-bersih melibatkan seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Bangli dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, Asisten I, II dan III serta pegawai di lingkungan Pemkab Bangli.

Kepala Bagian Umum Setda Bangli I Made Mahindra Putra menyampaikan rencana pemindahan beberapa kantor pelayanan yang memang sudah tidak representatif untuk melakukan pelayanan sudah ada sejak kantor rumah sakit tidak berfungsi. Salah satunya adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang memang sudah tidak lagi memungkinkan untuk memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat disamping masalah parkir, seringnya banjir akibat posisi kantor yang lebih rendah dari jalan sehingga air hujan masuk ke areal pelayanan yang mengakibatkan kerusakan peralatan untuk pelayanan masyarakat.

Lanjut Kabag Umum Mahindra Putra mengatakan, rencana pemindahan SKPD sampai saat ini antara lain adalah Dinas Catatan Sipil, Kantor Pelayanan Perijinan, BKD dan BPBD.

Sementara Sekda Bangli Ir. Ida Bagus Gde Giri Putra MM menyampaikan pelaksanaan kerja bakti di gedung bekas rumah sakit ini adalah sebagai langkah awal, karena sebelum dipergunakan masih ada proses perbaikan di beberapa titik menunggu kajian lebih lanjut dari Dinas PU menyesuaikan anggaran yang ada.

"Saya berharap kerja bakti kali ini selain pembersihan areal sekitar bekas bangunan juga untuk memudahkan melakukan penataan bagian mana yang akan derenovasi sehingga nantinya betul betul bisa representatif untuk Pelayanan kepada masyarakat," harap Sekda Bangli. W-002

Tak Ada Bendahara, Pegawai di Bangli tak Terima TPP

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | Pegawai di Kabupaten Bangli kini mengeluh. Mereka tidak mendapat tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) dalam bulan Februari 2015 sampai hari ini (sampai saat berita ini ditulis, red). Mestinya mereka sudah mendapatkan tunjangan tersebut per-15 Februari seperti biasanya. Mereka juga khawatir gaji mereka bulan Maret depan bakal molor.  

Kekhawatiran tersebut muncul akibat faktor kekosongan posisi Bendahara Rutin Keuangan Setda Bangli, menyusuul dimutasinya bendahara tersebut I Ketut Suardana pada agenda mutasi baru-baru ini (tanpa ada penggantinya).

Sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Bangli mengeluhkan atas molornya pencairan TPP tersebut, Selasa (17/2) kemarin. Beberapa pegawai kepada Fajar Bali mengatakan biasanya TPP itu paling lambat mereka terima tanggal 15 bulan bersangkutan. Tetapi, katanya, TPP bulan Februari 2015 ini sampai tanggal 17 Februari ini belum mereka dapatkan dari bendahara rutin Pemkab Bangli.

Beberapa kali pegawai mengurus TPP ke bendahara rutin Bagian Keuangan Setda Bangli, mereka harus kecewa, karena tak ada bendahara rutin yang mengurus soal TPP tersebut. "Sekarang tak ada bendahara rutin, saya harus mengadu kepada siapa ini, “ujar pegawai di Pemkab Bangli yang tak mau namanya ditulis di koran.

Data yang didapat dari pegawai di Pemkab Bangli bahwasannya besaran TPP tersebut bervariasi, sesuai golongan. TPP terendah Rp 714.000. Namun sumber ini tak menyebutkan TPP tertinggi. Sedangkan setingkat Kabag di Setda TPP-nya sebesar Rp 2.600.000. "Yang jelas besaran TPP bervariasi, “ujar sumber ini diamini temannya yang ngerumpi mengeluhkan TPP saat itu.

Kekhawatiran pegawai di Bangli lebih serius lagi, berkaitan dengan gaji mereka Bulan Maret depan. Mereka khawatir gaji bakal molor, karena bendahara rutin sebagai dapurnya justeru kini kosong alias tak terisi, menyusul dimutasi (dipromosikannya) bendahara tersebut.

Sekda Bangli Ir Ida Bagus Gede Giri Putra ketika dikonfirmasi soal kekosongan posisi bendahara rutin, Selasa (17/2) dia belum berhasil dihubungi. Sedangkan Kepala BKD Bangli Ni Putu Koesalireni, SH.MT mengakaui kalau bendahara rutin dimutasi menjadi Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan Setda Bangli. Tetapi menurut dia bendahara rutin tidak kosong, sudah diganti oleh I Wayan Suamba.

Meski demikian pegawai Pemkab Bangli tetap mengatakan bendahara rutin kosong. Buktinya Kabag Keuangan Setda Bangli I Ketut Nurjana SE tersirat mengakui kekosongan itu. Dia minta maaf dan berjanji selambatnya minggu depan TPP bisa cair. W-002

Pengembangan Pariwisata Jangan Hanya Fokus di Kintamani

Surel Cetak PDF

BANGLI-Fajar Bali | gelgel waisnawaPengembangan pariwisata di Bangli dituding hanya terfokus pada wilayah Kecamatan Kintamani. Padahal bila melihat potensi wilayahnya, Kabupaten Bangli sebenarnya memiliki banyak destinasi pariwisata, yang tentunya sangat menjanjikan untuk dapat mendatangkan wisatawan asing maupun domestik. “Kecamatan lainnya memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan, ada potensi wisata tirta, wisata spiritual dan lainya. Jadi pengembangan pariwisata jangan hanya di Kintamani saja,” ujar anggota DPRD Bangli I Nyoman Gelgel Wisnawa, Senin (16/2).

Dia mencontohkan, lokasi tirta Sudamala di Kelurahan Bebalang cocok dikembangkan ke arah wisata tirta. Selain itu air terjun di Dusun Kuning, Petak, Bebalang juga memungkinkan untuk dikembangkan. Dengan alam yang tampak masih perawan, suasana pedesaan masih asri, menjadi daya dukung pengembangan pariwisata air terjun dimaksud.

Untuk mengembangkan itu semua, selain disebutnya membutuhkan komitmen juga akan membutuhkan dana yang cukup besar. Tetapi bila memang memiliki target untuk jangka panjang, maka mesti ada langkah atau upaya terlebih dahulu. “Potensi pariwisata tirta sangat banyak, seperti Bukit Bangli, Bukit Demulih. Di pedesaan seperti Desa Undisan, Tembuku juga sangat potensial dikembangkan ke arah wisata spiritual. Di tempat-tempat ini alam masih perawan, bisa menampilkan keasrian,” papar dia.

Ditengah pariwisata Bali Selatan yang kian monoton dan menjenuhkan, maka sejatinya Bangli memiliki peluang untuk merangsang kunjungan turis ke wisata sipritual dan wisata tirta. Hanya saja, Pemkab Bangli dalam hal ini Disbudpar Bangli justru terkesan tidak melakukan pengembangan potensi-potensi tadi. Bahkan ada beberapa obyek wisata justru terbengkalai, seperti Tamanbali Raja di Desa Tamanbali. “Tak ada penataan bagi Tamanbali Raja, kini malah kondisinya kumuh, akibat tak terawat,” tegasnya. W-002

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL