Wednesday, Jul 01st

Last update:07:41:43 AM GMT

You are here:

BANGLI

Warga Desa Siakin Dihantui Krisis Air

Surel Cetak PDF

keran air

BANGLI-Fajar Bali | Kondisi geografis Desa Siakin, Kecamatan Kintamani Bangli terletak di perbukitan, membuat desa ini rawan kekurangan air bersih. Seperti halnya menjelang musim kemarau ini, warga setempat tengah dihantui kekurangan air bersih. “Kita sejak lama memang telah krisis air bersih. Maklum desa kita terletak diatas bukit,” ujar anggota DPRD Bangli asal Desa Siakin, Jero Made Bawa, saat ditemui Senin (22/6).
Ujar Bawa, sejatinya di Desa Siakin terdapat mata air yang cukup besar. Cuma warga Desa Siakin yang berjumlah sekitar 470 KK tidak mampu mengangkatnya karena terkendala mesin pompa. Mengingat jarak sumber air dengan desa cukup jauh mencapai 3 kilo meter. “Kami selama ini tidak bisa mengangkat air lantaran memakan biaya tinggi. Kami juga beberapa kali mengajukan permohonan namun tidak direspon pemerintah,” katanya. SUM

Air Danau Batur Kerap Naik, Produksi Bawang Nihil

Surel Cetak PDF

bawang

BANGLI-Fajar Bali | Semakin tinggi air Danau Batur, Kintamani beberapa tahun belakangan berimbas pada semakin menenggelamkan areal pertanian di sekitar danau, padahal lahan itu merupakan lahan  yang berpotensi untuk tanaman bawang putih. Dengan naiknya air danau, produksi bawang putih terus berkurang bahkan nyaris tidak ada. Hal ini karena semakin menyempitnya lahan karena tergerus air danau.  Kabid Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perhutanan Bangli, I Wayan Tagel Sujana, Minggu (21/6) mengungkapkan budidaya bawang putih ini merupakan salah satu komoditi unggulan bagi warga yang tinggal di sekitar Danau Batur.

Dia melihat sejak sekitar 10 tahun yang lalu, bidudaya bawang putih ini nyaris tidak ada akibat hilangnya lahan petani karena air danau pasang. Sebelumnya, jarak lahan pertanian dengan bibir danau mencapai 30 meter. Sekarang lahan yang masih ada sangat minim yang mengakibatkan petani enggan untuk menggarap lahan yang amat minim, lebih memilih pekerjaan lain.“Petani enggan untuk bertanam dengan areal yang sangat minim, mereka merasa tanggung untuk bertani", ujarnya.

Dijelaskan potensi pertanian bawang putih di lingkungan sekitar Danau Batur ini sebenanrnya sangat tinggi. Setahun dapat menanam empat kali. Jumlah penanaman tersebut lebih tinggi daripada jumlah penanaman di lahan persawahan yang yang hanya satu tahun sekali. “Potensinya cukup bagus, setahun dapat bertanam empat kali, kan kesempatan meraih untung cukup tinggi", ujarnya sembari mengakui kualitas bawang putih di kawasan ini memiliki daya saing. W-002

Diprotes Warga, Peternakan Babi Ditutup

Surel Cetak PDF

Hog confinement barn interior

BANGLI-Fajar Bali | Setelah diprotes warga setempat, peternakan Babi di Kelurahan Kawan, Bangli, akhirnya bersedia menutup usahanya, setelah dipanggil oleh pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bangli, pada Kamis (18/6). Dengan penutupan ternak yang dituding mencemari lingkungan ini, warga Kelurahan Kawan yang tinggal di belakang SMK N 1 Bangli, pun terlihat gembira.
Kepala BLH Bangli, I Made Alit Parwata mengungkapkan, sebelum peternakan ditutup, pemilik peternakan, yakni I Nengah Sucita telah disidangkan. Pihak BLH memberikan pengarahan terkait adanya pelanggaran peraturan lingkungan hidup dan membuat warga sekitar terganggu. Bahkan, Sucita diminta untuk memperbaiki manajemen budidaya sehingga kesehatan ternak dan lingkungannya disesuaikan dengan daya dukung dan daya tampung agar tidak menimbulkan bau. Selain itu, BLH meminta agar Sucita wajib mengelola limbah kotorannya dengan membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), agar tidak membuangnya ke saluran irigasi yang berada di belakang kandang. Apabila ini tidak dilaksanakan, Sucita akan dikenakan sanksi sesuai dengan UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup.
Mendapat teguran keras itu, akhirnya Sucita yang seorang guru itu memilih menutup usahanya. Dia mengaku ada rasa malu, dan memilih menutup usahanya. "Si pemilik (Sucita) memilih untuk menghentikan usahanya. Dia menyadari usahanya itu membuat warga sekitar mengeluh,” jelas Parwata. Karena setuju untuk ditutup, pihak BLH masih memberikan waktu kepada yang bersangkutan untuk membersihkan limbah dan memindahkan 22 ekor babi yang ditempatkan pada 6 blok kandang. “Babi yang dipelihara akan dijual. Kami berikan waktu satu minggu untuk mengurus hal itu. Demikian juga halnya dengan pembersihan limbah,” ujarnya. (W-002)

Limbah Babi Cemari Lingkungan, Warga Banjar Kawan Protes

Surel Cetak PDF

BANGLI-peternakan Babi

BANGLI-Fajar Bali | Limbah babi potong di belakang SMKN.1 Bangli, menuai protes warga setempat. Pasalnya limbah tersebut mencemari lingkungan. Bahkan protes tersebut disampaikan ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) dengan surat protesnya bernomor 01/RJW/KW/2015 dilayangkan, Selasa (16/6). Isi surat tersebut pada intinya memprotes keberadaan peternakan dan berharap BLH menutup usaha peternakan dimaksud.

Salah seorang warga setempat, I Nyoman Artha, kepada wartawan ketika dimintai tanggapan soal limbah babi itu, Rabu (17/6) mengungkapkan lokasi usaha ternak babi ini berada di tengah-tengah pemukiman warga membuat warga menjadi tidak nyaman baik oleh baunya serta kotorannya yang mencemari lingkungan. Diyakini limbah tersebut bakal mengancam kesehatan warga. Bau yang ditimbulkan pun tidak hanya terjemar pada radius belasan meter, namun diperkirakan mencapai 200 meter. Selain dari warga, keluhan juga muncul dari kalangan siswa SMKN 1 Bangli yang tepat berada di sebelah timur kandang babi.  “Warga disini sangat terganggu dengan usaha ternak ini. Bau yang timbulkan membuat warga sesak, terutama anak kecil,” ujarnya.

Sikap pemilik ternak yang dinilai tidak memikirkan kepentingan umum ini, membuat warga setempat mengambil sikap untuk melayangkan surat ke badan Lingkungan Hidup Bangli (BLH). Pada surat yang bernomor 01/RJW/KW/2015 itu, warga menyatakan keberatan atas adanya kandang babi itu dan meminta BLH untuk menghentikan kegiatan pemeliharaan babi tersebut. “Kami sudah bersurat ke  BLH untuk bisa menindaklanjuti keluhan kami. Kami ingin pemeliharaan babi ini dihentikan,” tegasnya. (W-002)

Menurun Volume Sampah, Perpanjang Fungsi TPA

Surel Cetak PDF

saat-lebaran-volume-sampah-di-bandung-naik-15-x9jBANGLI-Fajar Bali | Volume sampah di Bangli masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) regional di Desa Landih, Bangli sejak beberapa bulan terakhir menurun. Hal itu terjadi sebagai imbas dari adanya tempat pengolahan sampah organik terpadu (TPSOT). Kondisi itu menguntungkan bagi Bangli, karena dapat memperpanjang fungsi TPA itu sendiri. "Ini malah menjadi nilai lebih bagi kita", ujar Kadis Tata Kota Bangli, Ir Ida Ayu Gede Yudi Sutha, di kantornya Selasa(16/6).

Kadis Tata Kota Bangli menjelaskan sampah yang dihasilkan setiap harinya mencapai 180 meter kubik yang seluruhnya diangkut ke TPA. Namun sejak awal 2015 ini, jumlah sampah yang diangkut berkurang sekitar 12 meter kubik. Penurunan jumlah ini akibat TPSOT yang ada di Lingkungan Petak Kelurahan Bebalang Bangli sudah kembali berfungsi. “Jumlah sampah yang masuk ke TPA Landih sudah mengalami penurunan karena TPSOT sudah berfungsi,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, berkurangnya jumlah sampah yang masuk ini merupakan keuntungan bagi TPA lantaran tidak cepat penuh. Selain akibat TPSO, turunnya jumlah sampah ini juga akibat adanya bank sampah di Desa Taman Bali Bangli. Sampah plastik yang dihasilkan masyarakat banyak diserap dan hal itu dikatakan sangat membantu mengurangi penumpukan sampah. “Selain TPSOT, berkurangnya jumlah sampah yang masuk ke TPA juga akibat adanya bak sampah,” tambah adik kandung mantan Bupati Bangli, IBGA Ladip (alm) ini. W-002

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL