Friday, Aug 28th

Last update:07:57:10 AM GMT

You are here:

Harian Umum Fajar Bali

20 Unit Produk Suzuki Laku Terjual Perbulan di Gianyar

Surel Cetak PDF

FOTO BERITA EKONOMI BISNIS-AGUNG-Direct Sales Suzuki Gianyar PT. United IndoBali I Putu Agus Putra Satria Wijaya berpose dengan salah satu tipe produk Suzuki

 

GIANYAR-Fajar Bali | Sampai saat ini penjualan Produk Suzuki khususnya di Suzuki Gianyar di bawah payung PT. United IndoBali di Jalan I Gusti Ngurah Rai, komplek pertokoan pasar Gianyar terus mengalami peningkatan penjualan setiap bulannya.
“Untuk penjualan dari semua tipe yang kami tawarkan disini (Suzuki Gianyar) dapat dikatakan sangat baik sampai tahun ini,” ungkap Direct Sales Suzuki Gianyar, PT. United IndoBali, I Putu Agus Putra Satria Wijaya, Rabu (8/10) di ruang kerjanya.
Dikatakan, untuk penjualan semua tipe produk Suzuki di Suzuki Gianyar perbulan mencapai 20 unit. Rata-rata konsumen yang datang hampir dari berbagai kalangan, mulai dari menengah kebawah sampai menegah keatas, keluarga, pelaku pariwisata, pengusaha serta dari pedagang. “Dari beberapa tipe yang ada disini (Suzuki Gianyar) rata-rata semuanya diminati pasar, yang dengan pemilihan tipe disesuaikan dengan kebutuhan para konsumen itu sendiri,” paparnya.
Wijaya mencontohkan, untuk tipe Suzuki Pick-Up Carry 1.5 dirinya mengatakan salah satunya paling banyak diminati oleh para pedagang dan pengusaha. Suzuki Pick-Up Carry 1.5 jadi pilihan konsumen karena sudah lama dikenal ditengah-tengah masyarakat baik dari kehandalan sampai pada ketanguhannya. “Suzuki Pick-Up Carry 1.5 salah satu contohnya yang saat ini masih mendapat tempat dan kepercayaan dihati para konsumen khususnya yang ada di Kota Gianyar dan sekitarnya dikarenakan tipe ini sudah teruji langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Ditambahkan, untuk harga dari semua tipe produk Suzuki yang ditawarkan diantaranya mulai dari tipe Real Van Dx dibandrol dengan harga Rp 132 juta per unit , Apv GE Face to Face Rp 157 juta per unit, Ertiga GA Rp 174 juta per unit, Karimun Wagor-R GA Rp 89 Juta per unit, New Splash dibandrol dengan harga Rp 169 Juta per unit, Suzuki New Swift GL M/T Rp 191 Juta serta untuk produk Suzuki New Grand Vitara 2.4 M/T dibandrol dengan harga Rp 358 Juta per unit.
Selain dari semua keunggulan yang dimiliki, persyaratan angsuran juga sangat mudah mulai dengan melengkapi foto copy KTP sampai pada foto copy rekening tabungan (untuk konsumen perorangan) sedangkan untuk persyaratan bagi perusaha cukup dengan melengkapi foto copy akte pendirian dan perubahan sampai dengan melengkapi foto copy rekening koran tiga bulan terakhir. “Semua produk dari Suzuki dapat dikatakan memiliki keungulan serta kelebihan dibanding dengan produk dari kompetiter lainnya dan dengan diperkuat time marketing kami optimis bisa merebut pasar baik ditahun ini maupun yang akan datang ,” tutup Direct Sales ini. M-004

Sampel B Lee Chong Wei juga positif doping

Surel Cetak PDF

lee c wKuala Lumpur | Persatuan Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Sabtu, menegaskan bahwa sampel B urine dari seorang pemain nasionalnya juga positif mengandung unsur terlarang, namun tetap menolak menyebutkan nama atlet tersebut. 

Meskipun demikian media setempat pekan-pekan ini sudah menyebutkan bahwa pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei positif menggunakan obat terlarang saat kejuaraan dunia di Kopenhagen Agustus lalu dan terancam skorsing dua tahun.

"Hasil tes memastikan adanya unsur dexamethasone pada sampel B," kata Wakil Ketua BAM Norza Zakaria dalam sebuah pernyataan.

Lee pekan lalu terbang ke Norwegia untuk menyaksikan pemeriksaan sampel B-nya, tapi hari Sabtu BAM dalam konferensi pers mengatakan sementara tidak mengidentifikasi pemilik sampel tersebut karena ada rencana naik banding.

Kasus ini, kata Norza, akan dibawa ke panel banding doping federasi bulu tangkis dunia (BWF).

"Dengan demikian sementara proses berjalan, kami masih tidak bisa menyebutkan nama pemain yang dimaksud," katanya.

Lee sudah menjadi atlet kebanggaan Malaysia dengan prestasi 55 gelar juara tingkat internasional, termasuk dua medali perak Olimpiade, selain juga karena sikapnya yang baik.

Norza yang juga ketua komite antidoping BAM mengatakan bahwa BAM telah menyewa seorang pengacara dan akan mendukung pemain tersebut.

"....kami yakin atlet ini adalah pekerja keras dan orang yang luar biasa. Kami juga yakin ia tidak pernah memilih jalan pintas untuk meraih kejayaannya," katanya, demikian Reters. (http://www.antaranews.com)

Yunita Mahendrawati, Perjuangkan Nasib Budayawan Bali

Surel Cetak PDF

eflin - Yunita MahendrawatiBerbicara Bali, tak bisa dipisah dari soal keindahan. Bali memang beruntung, dilahirkan pencipta dengan kecantikan alam yang mengundang gairah. Eksotisme Bali tidak sampai disitu saja. Selain menawarkan keindahan alam, Bali juga menawarkan keelokan adat dan budaya yang masih dijunjung tinggi, meski zaman sudah serba digital. Perpaduan ini memang membuat Pulau Seribu Pura bak surga bagi para pelancong.

Hal ini disadari betul oleh Yunita Mahendrawati Hariyono Putri. Runer up – 1 Teruni Bali tahun 2014 ini mengaku keindahan alam, adat dan budaya Bali perlu dijaga dan dilestarikan. “Sebagai anak muda, asli Bali, tentu saya merasa memiliki tanggungjawab untuk melestarikan budaya saya sendiri. Apalagi perkembangan zaman tidak dapat kita hindari. Perkembangan teknologi terutama membawa dampak yang sangat besar terhadap kepedulian kita terhadap budaya kita sendiri,” ujar mahasiswi semester enam Fakultas Hukum Universitas Mahendradata ini, Jumat (22/1) di Royal Butique, Denpasar.

Ita mengakui, keikutsertaannya dalam ajang Teruna Teruni Bali tahun 2014 semakin membawa dirinya termotivasi untuk terus belajar dan mengenal budaya lokal sehingga dirinya bisa mempresentasikan citra Bali di mata dunia.

“Ajang Teruna Teruni Bali memacu saya untuk terus belajar bagaimana sejarah Bali, kebudayaannya seperti apa dan terus terang saya semakin jatuh cinta ketika benar-benar dipelajari. Dan saya ingin semakin banyak anak muda yang sadar untuk mau belajar tentang sejarah budaya Bali, sehingga tidak lupa darimana asal usul mereka,” lanjutnya.

Ita berpendapat, kecintaan terhadap kebudayaan harus dibangun sedini mungkin. Ia memberikan contoh sejak kecil dirinya memang diajarkan untuk mulai mengenal budaya Bali dengan masuk sanggar tari, belajar membuat banten hingga belajar makidung.

“Jadi, ketika mengikuti Teruna Teruni Bali, sedikit tidaknya saya sudah paham tentang kebudayaan. Karena memang akan menjadi duta pariwisata Bali, kan malu kalau duta pariwisatanya tidak paham tentang budaya. Pariwisata Bali tidak bisa dipisahkan dari adat dan budaya,” ucap perempuan kelahiran 19 Juni 21 tahun lalu.

Khusus untuk pariwisata sendiri, Ita berpendapat, pariwisata Bali masih terpusat dibeberapa daerah saja. Hal ini tentu sangat disayangkan, karena seluruh daerah di Bali memiliki keindahan dan keunikan masing-masing. “Masing-masing daerah menyimpan potensi dan karakteristik. Jika benar-benar dioptimalkan, tentu saja akan berdampak pada perekonomian masyarakat disekitarnya. Pemerintah masih kurang memperhatikan peluang ini,” lanjutnya.

Selain soal pemerataan potensi pariwisata daerah, Ita juga menyayangkan sikap pemerintah yang kurang begitu peduli dengan nasib budayawan Bali. Menurut Ita, mereka adalah “veteran” dalam dunia budaya yang harus terus diberikan apresiasi dan perhatian. “Masih banyak budayawan yang sudah lanjut usia yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal perjuangan mereka untuk melestarikan budaya lokal sangat nyata,” ujar juara 1 Putri Kampus Ajeg Bali tahun 2012 ini.

Dengan gelar yang disandang sebagai Runer Up – 1 Teruni Bali 2014, Ita berharap mampu berbicara banyak di level nasional bahkan internasional untuk mempromosikan pariwisata Bali. Tidak hanya itu saja, Ita juga memiliki kerinduan untuk memperjuangkan nasib budayawan yang mungkin telah dilupakan jasa-jasanya. M-005

Tradisi Kuliner Zaman Dulu Sarat Doa Harapan

Surel Cetak PDF

cover-masakan-jawaMasakan bukan hanya sekedar hidangan untuk mengeyangkan perut. Ada cerita-cerita di balik setiap makanan dan penyajiannya yang membuatnya istimewa. Makanan memiliki makna simbolik dan tradisi yang menggambarkan lingkungan di mana makanan itu berasal. Karenanya, memasak tidak sekedar sebuah teknik mengolah makanan, namun memiliki nilai budaya yang membuatnya lebih dari sekedar rasa enak.

Lintas Kata Bali menerbitkan buku berjudul RahasiaMasakanLegendarisJawa. Buku ini berisiresep-resep dan cerita di balikmakanandalamtradisilingkungankeratonJawa. Bukuyang ditulis oleh Rr. RekiMayangsariTjitrowardojo, S.E., M.A.iniakandiluncurkantanggal 7 Juni 2015 pukul14.00 WITA di Bar Luna, Casaluna, Ubud.

Buku ini membahas beberapa jenismasakandanmaknanyadengansusunan yang disesuaikan dengansesuaisikluskehidupan, mulaidari masa kehamilan, kelahiran, pernikahan, dankematian. Makna di balikmakanan-makananitu rata-rata merupakandoadanharapanbaikdari para leluhur yang disampaikanlisansecaraturun-temurunsejak zaman dahulu kala.  Sebagai contoh yaitu sambal tumpang. Sambal ini merupakan hidangan yang disajikanpadasaatupacarasiramandalam prosesi pernikahan serta dihidangkan pula padaupacaramenstruasi. Hidanganinimerupakansimbolharapanbagi orang Jawa agar di masa depananak-anakmerekatidakberada di posisibawahtapi di atas (tumpang, bahasaJawa, dari kata temumpang yang artinyaberada di atas). Peluncuran buku ini merupakan rangkaian acara Ubud Food Festival yang diselenggarakan pada tanggal 5-7 Juni 2015. (RLS)

Mendorong Percepatan Reformasi Birokrasi

Surel Cetak PDF

menpan1 rezMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Prof. DR. Yuddy Chrisnandi, MM memberikan apresiasi atas semangat Pemkab Badung dalam melaksanakan percepatan reformasi birokrasi. Hal tersebut disampaikan MenPAN RB saat mencanangkan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Kabupaten Badung, Jumat (5/6) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. Acara tersebut dihadiri Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN RB Muhammad Yusuf Ateh, AK.,MBA, Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie, Bupati Badung bersama Istri Ny. Ratna Gde Agung, Wabup. I Made Sudiana, DPRD Badung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kab. Badung, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Bali,Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Sekda Badung serta pimpinan SKPD dilingkungan Pemkab Badung. MenPAN RB Yuddy Chrisnandi mengatakan pencanangan ini merupakan komitmen Dari Pemkab Badung yang didukung oleh seluruh jajarannya untuk mewujudkan wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani. Dijelaskan bahwa Pemkab Badung merupakan Lembaga Pemerintah yang ke 262 dari 511 kabupaten/kota di Indonesia yang telah melakukan pencanangkan zona integritas. Diharapkan kegiatan ini tidak sekedar seremonial namun dijadikan tonggak sejarah Pemkab Badung untuk mempertegas komitmennya sebagai satu island of integrity melengkapi prestasi-prestasi yang telah diterima Badung dalam mewujudkan pemerintahan yang baik. Diantaranya Badung menjadi salah satu dari 11 kabupaten/kota se Indonesia yang meraih predikat B dalam implementasi akuntabilitas kinerja. Dalam kompetisi inovasi pelayanan publik (Sinopik) tiga SKPD Badung masuk 99 top ranking. Dengan pencanangan zona integritas di Badung ini MenPAN RB mengharapkan Badung dapat menjadi pelopor dalam penyampaian laporan harta kekayaan aparatur sipil negara yang akan lebih memperlihatkan transparansi kekayaan yang dimiliki oleh para pegawai negeri sipil. Selain itu MenPAN RB mengharapkan Badung bisa menjadi lokomotif reformasi birokrasi dari kabupaten/kota di Provinsi Bali. "Berbagai prestasi dan penghargaan tingkat nasional yang diraih Badung kami harapkan dapat menularkan satu semangat kerja yang sama bagi instansi di daerah lain di Bali," pungkasnya. Sementara Bupati Gde Agung menyampaikan bahwa Pemkab Badung dengan dukungan DPRD Badung telah berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan pencegahan terhadap tindak pidana korupsi. Berbagai langkah kongkrit serta upaya-upaya perbaikan telah, sedang dan akan terus dilakukan, sehingga pelaksanaan fungsi kepemerintahan yang baik dapat diwujudkan di Kabupaten Badung. "Terbangunnya budaya melayani serta kerja keras yang senantiasa didorong oleh budaya inovasi dan budaya prestasi dengan berorientasi pada hasil serta dapat dinikmati oleh masyarakat kabupaten badung adalah menjadi tujuan bersama kami. Oleh karenanya ketika BPK RI Perwakilan Provinsi Bali menyerahkan piagam penghargaan atas LHP dengan opini WTP kemarin, kami tegaskan bahwa opini wajar tanpa pengecualian ini harus linier dan paralel dengan tingkat kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Bupati menambahkan, sejalan dengan kegiatan pencanangan ini, telah dilakukan beberapa tahapan kegiatan yang terkait dengan pencegahan korupsi yaitu, telah dilakukan penandatanganan kepada seluruh PNS sejak tahun 2012 lalu dan dilanjutkan bagi yang belum pada tahun 2014. Hal ini secara terus menerus akan dilanjutkan sehingga nantinya seluruh pegawai sudah menandatangani fakta integritas. "Sampai dengan saat ini dari 5.658 orang pegawai sudah semuanya menandatangani pakta integritas," imbuhnya. Dalam proses pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM, dapat disampaikan bahwa pemerintah kabupaten badung pada tahun 2013 dan 2014 untuk laporan akuntabilitas kinerja pemerintah (lakip) memperoleh nilai ‘B’. "Selanjutnya, setelah tahap pencanangan zona integritas ini, kami berencana pada pembangunan zona integritas menuju WBK/WBMM, akan mengusulkan 4 (empat) SKPD yaitu Dispenda/Pasedahan Agung Kab. Badung dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) dan RSUD Badung serta Kecamatan Kuta Utara sebagai wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani. Penunjukan terhadap keempat SKPD tersebut sudah berdasarkan kriteria dengan memperhatikan persyaratan yang telah ditetapkan antara lain bahwa SKPD tersebut, dianggap strategis dalam melakukan pelayanan publik, mengelola sumber daya yang cukup besar dan memiliki tingkat keberhasilan reformasi birokrasi yang cukup tinggi. Pemerintah kabupaten badung baik eksekutif maupun legislatif, dari awal sudah berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang dapat mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan seperti menyiapkan kemudahan bagi wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak secara online, demikian juga dari aspek pengadaan barang dan jasa, Badung telah menerapkan e-procurement yang ditunjang dengan keberadaan ULP dan LPSE serta pengadaan melalui e-katalog. Disamping itu, untuk mempercepat pelayanan, juga telah meningkatkan kapasitas unit pelayanan terpadu (UPT) perizinan menjadi badan pelayanan perizinan terpadu (BPPT), bahkan bupati telah mendelegasikan kewenangan penandatanganan perijinan sepenuhnya kepada kepala BPPT. R-014

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL