Wednesday, Sep 17th

Last update:08:33:35 AM GMT

You are here:

Simon Nahak Ramaikan Bursa Calon Ketua DPC AAI Bali

Surel Cetak PDF
simon-nahak
 
DENPASAR-Fajar Bali | Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Denpasar, 20 Agustus 2014 mendatang, ada dua calon yang siap untuk beruji visi dan misi. Bila sebelumnya, Dewa Agus Satria Wijata yang sudah mendeklarasikan kesiapannya untuk mencalonkan diri, kali ini gilirang yang lain ikut bersiap.
Dia adalah pengacara senior, Simon Nahak. Didampingi beberpa rekanya, seperti Fredrik Billy dan Jazen Purba serta beberapa pengacara lainnya, Simon Nahak mengaku siap untuk bersaing memperebutkan posisi ketua umum AAI Denpasar periode 2014-2019.
Menurut Fredrik Billy, majunya Simon Nahak untuk menjadi calon ketua AAI, bukan semata-mata karena keinginanya. "Jadi Pak Simon ini maju karena adanya dorongan dari rekan-rekan advokat," kata pengacara yang juga aktif di berbagai kegiatan itu. 
Dikatakan Billy, Simon Nahak adalah sosok yang pantas untuk memimpin AAI Bali. Sebab, selain sebagai advokat yang sudah cukup makan asam garam, sosok Simon Nahak juga terkenal di bidang lain. Salah satunya adalah terkenal di kalangan akademisi.
"Beliau (Simon Nahak) adalah dosen, jadi cosok kalau memimpin karena sebagai pengacara yang bergelar doktor, tentu akan banyak ilmu yang akan didapatkan," jelasnya.
Sementara Simon Nahak sendiri, nampaknya sudah sangat siap menjadi calon Ketua AAI Denpasar. Beberapa program sudah mulai dirancang. "Saya punya program jangka pendek, menengah dan panjang," katanya. 
Tapi dari beberapa program yang dirancang, ada program yang memang diidam-idamkan oleh pengacara senior ini. Yakni dengan akan diadakanya kegiatan seminar dan pelatihan.
"Kegiatan ini akan kami rancang kalau bisa setiap bulan. Kalau soal siapa nanti yang akan menjadi pembicara, saya bisa meminta ahli-ahli hukum dari beberapa perguruan tinggi terkenal di Jakarta maupun di Bali," katanya.
Selain itu pembentukan atau pengadaan sekretariat AAI juga menjadi program yang akan diusung oleh Simon Nahak. Dan yang paling penting, kata Simon Nahak adalah menjadikan profesi advokat sebagai profesi yang terhormat.  Yang terakhir adalah soal penyumpahan advokat. Dimana sejuah ini soal penyumpahan advokad di khususnya di Bali memang menjadi masalah besar bagi advokat muda. W-007

HUT Discovery Kartika Plaza Hotel keedepankan BudayaTri Hita Karana

Surel Cetak PDF

Peresmian-Acara

Semangat pagi untuk menyongsong hari, bekerja dengan hati, berbuat baik untuk sesama dan selalu menjaga lingkungan akan terus digencarkan oleh segenap karyawan dan manajemen Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali. Hal itu dibuktikan kembali dengan kokohnya usaha hotel yang sebentar lagi mencapai tahun usia ke 24, di Bulan Oktober mendatang.

Dalam rangka HUTnya Discovery Kartika Plaza Hotel dibawah naungan Artha Graha Peduli telah mempersiapkan agenda khusus dengan mencanangkan bulan September dan Oktober sebagai bulan bakti untuk berbagi yang dikemas dalam rentetan kegiatan kekaryawanan dan sosial/CS(Corporate Social Responsibility)nya.

Upacara pembukaan rangkaian kegiatan Anniversary kali ini dilaksanakan Selasa, 9 September 2014 dan sebagai symbol “Bakti DKPH” pihak owning dan management hotel akan menyumbangkan seperangkat perlengkapan gambelan untuk Pura Pesangrahan (Pura Nelayan Desa Adat Kuta) yang berada di dalam lingkungan Hotel. "Hal ini kami tujukan untuk menjaga kelestarikan budaya lokal Bali serta ikut serta active dalam memberi bantuan pemenuhan kebutuhan dan kegiatan pura sebagai tanggung jawab sosial dan moril kami, karena pura ini berada di dalam area hotel,” ujar Mirah Public Relation Manager di damping Lisa PR Executive DKPH.

Sesuai dengan konsep Tri Hita Karana (THK) yaitu Pawongan, Parhyangan dan Palemahan bahwa keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan harus tetap terjaga, untuk melengkapi hal ini upacara melaspas pun akan dilakukan setelah penyerahan gong tersebut, disusul dengan senitari sebagai pelengkap. Nantinya acara tersebut akan dihadiri dan didukung oleh Bendesa Adat Kuta, Lurah Kutadan LPM Kuta.

Selain itu masih dalam rangka memperingati Dies Natalies Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, agenda sosial kemasyarakatan dan kegiatan khusus karyawan akan terus dilaksanakan sampai dengan puncak kegiatanya itu perayaan Dies Natalies Discovery Kartika Plaza Hotel ke 24 yang bertemakan Discover Discovery!

Harapan segenap karyawan dan manajemen Discovery Kartika Plaza Hotel adalah dengan pancapaian yang ke 24,“ semoga kedepan hotel ini tidak hanya sukses di bidang bisnisnya saja akan tetapi harus juga sukses di bidang sosial, kemasyarakatan dan lingkungan agar senantiasa dapat mengajeg-kan budaya Bali dan itu pasti akan selalu kami wujudkan”. Rls

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 11 September 2014 08:14

Lima Zone Rawan Kebakaran Hutan

Surel Cetak PDF
foto-berita-Karangasem-lereng-gunung-agung-terbakar 1
 
DENPASAR-Fajar Bali | Musim kemarau datang, kekeringan pun mulai mengancam  sejumlah wilayah di Bali. Utamanya Kabupaten Karangasem,  Singaraja, dan Bangli yang tak sekadar kering, tapi juga menjadi kawasan rawan kebakaran.   Senin (8/9), Dinas Kehutanan Provinsi Bali pun menetapkan lima zone merah di Bali.  Kini kelimanya mendapat pengawasan intensif sebagai upaya antisipasikebakaran hutan hebat.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, IGN Wiranatha memaparkan, musim kemarau seperti sekarang ini memang sangat membahayakan.  Khususnya untuk kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk.  Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya,Dinas Kehutanan pun telah membuat pemetaan daerah rawan. Diantaranya,  kawasan Kecamatan Abang,  Kubu di Kebupaten Karangasem,   Tejakula dan Gerokgak di Kabupaten Buleleng, serta Penelokan di Kabupaten Bangli.  Kelima kawasan itu, nyaris setiap tahun menjadi langganan kebakaran hutan.
Di tengah upaya pemetaan kawasan itu, kini Dinas Kehutanan Provinsi Bali kembali dipusingkan dengan kebakaran di lereng Gunung Agung.  Untuk sementara, 30 Polisi Hutan (Polhut) Bali bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah terjun ke lokasi. Proses pemadaman dilangsungkan secara manual, hanya dengan memblokir titik-titik api. Sehingga tidak merembet ke semak-semak yang lebih luas.  Kendala yang dihadapi tim pun cukup banyak, tak hanya medan yang curam, tetapi juga angin kencang.  Tim hanya mengandalkan kayu dan alat pemotong untuk memadamkan api.
Fokus tim pemadam saat ini adalah mengantisipasi agar titip api tidak merembet ke pemukiman warga. Apabila radius kian mendekat ke perumahan, maka dengan terpaksa tim akan membabat tanaman yang berpotensi menjadi pelantara api.  “Kami berusaha agar api tidak mendekat ke rumah penduduk, kalau radiusnya makin dekat maka tanaman harus dipotong, karena tanaman itu kan mudah terbakar,” jelasnya di sela-sela acara di Kantor Bappeda Bali.
Dirinya berharap, kobaran api tidak sedasyat tahun 2013 lalu.  Berdasarkan laporan tim di lokasi, titik api masih dapat dikendalikan. Hanya mengepul dan padam dengan sendirinya. Tidak seperti tahun 2013 lalu yang membumbung tinggi dan sulit untuk dikendalikan. Luas lahan yang terbakar pun masih didata oleh tim, demikian juga dengan kerugiannya.  Namun, Wiranatha berharap,  api tidak mengincar hutan pinus yang terdapat di sisi selatan gunung.          
“Kerugian tahun sekarang belum dihitung, karena  kebanyakan semak-semak, tidak ada kayu pinus yang terbakar, mudah-mudahanan jangan terbakar.  Kebakaran paling dasyat itu tahun 2013 lalu sampai kawasan di bandem, untung saja ada hujan. Kalau peristiwa itu terulang lagi, bisa gawat karena di sana banyak pinus yang rimbun,” harapnya .  W-019

Tiga Truk Motor Pelajar Terjaring Razia

Surel Cetak PDF
razia
 
DENPASAR-Fajar Bali | Jajaran Sat Lantas Polresta Denpasar menggelar razia di Jalan Kamboja Denpasar, pada Senin (08/09). Razia ini diperuntukkan kepada pengendara yang masih di bawah umur. Hasilnya, tiga truk berisi motor pelajar diangkut dalam razia tersebut.
Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Nyoman Nuryana mengatakan razia ini bertujuan untuk menjaring para pelajar SMP dan pengedara di bawah umur yang masih berkeliaran di jalan raya. Selain itu, razia juga dilakukan untuk menekan jumlah pengendara di bawah umur.
’’Di jalan sering ditemukan pelajar yang melakukan pelanggaran," bebernya.
Dalam razia tersebut katanya, pihaknya menjaring beberapa pelajar yang mengendarai motor. Pelanggaran itu berupa tidak memiliki SIM, tidak mengenakan helm, tanpa kaca spion, tidak memasang plat kendaraan polisi, dan knalpot tidak standar alias brong.
Hasilnya, dalam razia tersebut ada 54 pelajar yang ditilang, 33 motor ditahan dan 21 STNK diamankan. Motor-motor itu langsung diangkut ke Polresta Denpasar dengan menggunakan tiga unit truk. “Nantinya kendaraan ini akan diproses di persidangan, tegasnya. R-005

Mengaku Dibayar Rp 30 Juta, Dua Kali Gagal Membunuh

Surel Cetak PDF
Denpasar Timur-20140905-01427
 
DENPASAR-Fajar Bali | Kasus terbunuhnya Abud Yasid, saudagar ayam yang dicarok oleh pembunuh bayaran bernama Supandi alias Busri, terus didalami unit Jatanras Polda Bali. Terungkap dari hasil penyidikan, tersangka Supandi yang ditangkap di Sumenep Madura, pada Sabtu (06/09) sekitar pukul 02.30 Wita mengaku dibayar sebesar Rp 30 juta oleh tiga pelaku yang kini masih buron, berinisial AB, AM dan ER. Namun setelah membunuh korban, tersangka hanya dibayar sebesar Rp 12 juta rupiah. 
Sumber petugas Dit Reskrimum Polda Bali mengatakan, tersangka Supandi mengaku bahwa awal Maret 2014 lalu, ditawari oleh tiga pelaku untuk membunuh korban. Tiga pelaku mengatakan kepada tersangka Supandi bahwa korban, Abu Yasid memiliki ilmu santet. Akibat dari ilmu santet yang dimiliki korban, istri AM mengalami sakit perut dan jari jarinya mengeluarkan ulat kecil.
’’Tiga pelaku menawari tersangka Supandi untuk membunuh korban dan dibayar sebesar Rp 30 juta, jelas sumber petugas yang enggan disebut namanya itu, Senin (08/09).
Ditawari segepok uang, tersangka Supandi mengiyakannya. Nah, pada 18 Mei 2014 lalu, tersangka Supandi dijemput AM di rumah Abdur di Jalan Karya Makmur Gang Mukuh Sari nomor 1, Denpasar. Dari sana Supandi diajak ke rumah ER dengan mengendarai sepeda motor Vario menuju Jalan Segara Madu belakang Rumah Sakit Kasih Ibu, Jalan Teuku Umar, Denpasar. Di rumah ER, keempatnya membahas pembunuhan terhadap Abu Yasid, saudagar ayam yang berjualan di Pasar Adat Bualu, Kuta Selatan.
Sumber mengatakan rencana pembunuhan terhadap korban Abu Yasid sudah dua kali gagal dilakukan. Pertama pada awal Maret 2014 sekitar pukul 03.00 dini hari, saat itu tersangka Supandi dan AB menuju rumah korban Abu Yasid di Taman Ayodya Mumbul Kuta Selatan. Usai berkumpul di rumah tersangka AM di Jalan Pratama Gang Pendidikan Nusa Dua, keduanya menunggu korban di simpang tiga dengan mengendarai Honda Beat, sambil membawa kapak. Pembunuhan itu gagal dilakukan karena setelah ditunggu hampir satu jam lebih, korban tidak keluar dari rumahnya.
Kedua, pembunuhan direncanakan pada Selasa (20/05) lalu sekitar pukul 03.00 dini hari. Giliran tersangka Supandi dan ER berangkat ke Pasar Adat Bulau Kuta Selatan untuk membunuh korban. Tapi gagal karena korban Abu Yasid tidak muncul.
Nah, ketiga kalinya pada Kamis (22/05) sekitar pukul 03.00 dini hari, tersangka Supandi bersama ER kembali berangkat ke pasar di Jalan Pratama Nusa Dua dengan mengendarai motor Vario. Pelaku ER menunggu di sebelah utara pasar, sedangkan tersangka Supandi masuk ke pasar pura-pura membeli daging ayam bersama AM.
Kemudian, sekitar pukul 03.30 dini hari, tersangka Supandi menunggu korban di sebelah utara pasar. Tak lama, sekitar 10 menit kemudian, pelaku AM menghubungi tersangka Supandi melalui SMS singkat dan mengatakan agar tersangka Supandi siap-siap karena korban Abu Yasid sudah keluar dari pasar.
”Di dalam pasar pelaku bernama AM sudah mengintai korban dan mengabarkan kepada tersangka Supandi agar bersiap diri karena korban sudah keluar dari pasar,” beber sumber.
Setelah melihat korban keluar dari pasar dengan mengendarai sepeda motor, tersangka Supandi langsung bergerak dan mengarahkan celuritnya ke arah korban. Korban dicarok sebanyak 3 kali, dua kali dibagian belakang leher kanan dan satu kali bagian perut. Sementara saat membacok bagian perut, gagang celurit terlepas. Korban yang mengenakan celana pendek biru dan kaos kuning tewas di lokasi kejadian. 
Usai membunuh korban, tersangka Supandi diberikan uang sebesar Rp 1 juta oleh ER untuk bekal kabur ke rumah adik ipar tersangka di Desa Penjarakan Probolinggo, Jawa Timur. Empat hari kemudian, pelaku AB menemui tersangka dan memberikan uang sebesar Rp 12 juta. Sebulan kemudian, tersangka Supandi pulang ke rumahnya di Desa Sentol Daya Kecamatan Peragaan Sumenep Madura hingga ditangkap unit Jatanras Polda Bali dipimpin Kanit Jatanras Kompol Putu Pande Sugiartha, pada Sabtu (06/09) dinihari.
Sementara itu Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto mengatakan, pihak Dit Reskrimum Polda Bali masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tersangka Supandi. Pemeriksaan ini untuk mengejar tiga pelaku lain yang masih buron. “Keterangan pelaku masih didalami,tandasnya. R-005

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL