Friday, Dec 09th

Last update:05:32:51 AM GMT

You are here:

FAJAR BALI Online

Tradisi Kuliner Zaman Dulu Sarat Doa Harapan

cover-masakan-jawaMasakan bukan hanya sekedar hidangan untuk mengeyangkan perut. Ada cerita-cerita di balik setiap makanan dan penyajiannya yang membuatnya istimewa. Makanan memiliki makna simbolik dan tradisi yang menggambarkan lingkungan di mana makanan itu berasal. Karenanya, memasak tidak sekedar sebuah teknik mengolah makanan, namun memiliki nilai budaya yang membuatnya lebih dari sekedar rasa enak.

Lintas Kata Bali menerbitkan buku berjudul RahasiaMasakanLegendarisJawa. Buku ini berisiresep-resep dan cerita di balikmakanandalamtradisilingkungankeratonJawa. Bukuyang ditulis oleh Rr. RekiMayangsariTjitrowardojo, S.E., M.A.iniakandiluncurkantanggal 7 Juni 2015 pukul14.00 WITA di Bar Luna, Casaluna, Ubud.

Buku ini membahas beberapa jenismasakandanmaknanyadengansusunan yang disesuaikan dengansesuaisikluskehidupan, mulaidari masa kehamilan, kelahiran, pernikahan, dankematian. Makna di balikmakanan-makananitu rata-rata merupakandoadanharapanbaikdari para leluhur yang disampaikanlisansecaraturun-temurunsejak zaman dahulu kala.  Sebagai contoh yaitu sambal tumpang. Sambal ini merupakan hidangan yang disajikanpadasaatupacarasiramandalam prosesi pernikahan serta dihidangkan pula padaupacaramenstruasi. Hidanganinimerupakansimbolharapanbagi orang Jawa agar di masa depananak-anakmerekatidakberada di posisibawahtapi di atas (tumpang, bahasaJawa, dari kata temumpang yang artinyaberada di atas). Peluncuran buku ini merupakan rangkaian acara Ubud Food Festival yang diselenggarakan pada tanggal 5-7 Juni 2015. (RLS)

Simpatisan SMS Merahkan Stadion Amlapura

Foto Berita Karangasemkampanye paket SMS-1

 

AMLAPURA-Fajar BaliJanji partai banteng gemuk dalam lingkaran yang mengusung paket I Wayan Sudirta-Ni Made Sumiati (SMS) untuk memerahkan parkir timur stadion Amlapura terbukti. Pasalnya saat kampanye akbar paket SMS yang digelar Minggu,(15/11), ribuan simpatisan militan PDIP Karangasem membanjiri parkir timur stadion Amlapura. Kampanye akbar yang juga dihadiri Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristanto membakar massa dengan orasi yang mengajak massa PDIP dan relawan untuk memenangkan I Wayan Sudirta-Ni MadeSumiati (SMS).

Sebelum memasuki parkir timur stadion Amlapura, paslon SMS di sambut 50 sekaa Baleganjur dari delapan kecamatan. Meski terik matahari cukup menyengat langit di Stadion Amlapura, Jalan Veteran (jalur Sebelas) kelurahan Padangkerta, Karangasem tak menyurutkan niat massa mendengarkan orasi politik dari Sekjen DPP PDIP, Hasto Hasto Kristanto, maupun I Wayan Sudirta-Ni Made Sumiati.

Dalam Orasinya, Pasangan SMS mengajak masyarakat Karangasem untuk memilih pemimpin Karangasem yang benar-benar mau mengabdi untuk masyarakat. Selain itu, SMS juga dalam menjalankan roda pemerintahanya dalam penguatan birokrasi. Tatanan birokrasi, sebut Sudirta haruslah diberikan bekerja secara profesional. “Jangan Karena berbeda politik, birokrasi ikut-ikutan terseret, biarkan birokrasi bekerja secara professional, jangan sampai ada tekanan politik,” ujarnya.

Sudirta juga mengatakan, saat ini Karangasem masih banyak kekurangan yang mesti diperbaiki, seperti angka kematian ibu dan bayi yang melahirkan, kurangnya pasokan air dirasakan oleh sebagian masyarakat Karangasem yang harus dicarikan solusinya. Disamping itu, dibalik kekurangan Karangasem juga menyimpan potensi yang besar. Apalagi masyarakat Karangasem dikenal keuletanya dalam bekerja. “Makanya kami ingin mengajak masyarakat Karangasem untuk benar-benar memilih pemimpin yang mau mengabdi untuk masyarakat,bukan hanya mencari keuntungan,” ujar Sudirta disambut riuh tepuk tangan massa.

Sementara, Ni Made Sumiati juga tak mau kalah dalam membakar semangat massa. Srikandi yang dua kali menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Bali ini membeberkan sejumlah proyek yang saat ini masih belum berjalan, seperti pelabuhan Dermaga Cruise, maupun pipanisasi air Telaga Waja. Sumiati berjanji jika nantinya pasangan SMS terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Karangasem, akan mempercepat proses pembangunan proyek itu. “Kami tidak ingi masyarakat Kubu terus mengalami kekurangan air, kami berjanji akan menjadikan masalah air sebagai hal yang utama untuk diselesaikan,” ujarnya.

Sedangkan, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto menyatakan, DPP PDIP hanya mengeluarkan satu rekomendasi untuk pasangan bupati dan wakil bupati di Karangasem, yakni pasangan I Wayan Sudirta-Ni Made Sumiati. Jika ada paslon lain juga mengaku mendapat restu dari Ketua Umum PDIP, dipastikan itu hanya pembohong. Pun Hasto Kristanto mengiayakan apa yang diucapkan calon wakil bupati Ni Made Sumiati, jika nanti terpilih sudah pasti persoalan air di Kubu akan secepatnya diselesaikan. “PDIP memiliki kader yang menjadi Presiden, jika SMS menang persoalan air di Kubu secepatnya terselesaikan,” ujar Hasto Kristanto. W-016.

Kampanye ‘Akbar’, Badung Bagus Persembahkan Parade Budaya, Libatkan 20 Ribu Massa

Humas Panitia Kampanye Badung Bagus Ir. Ketut Sugiana didampingi sekretaris panitia Ngurah Bagiada - Copy

MANGUPURA-Fajar Bali | Tim pemenangan Badung Bagus akan menggelar kampanye ‘akbar’ di lapangan terbuka Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal pada Minggu (29/11). Kampanye menyuguhkan parade budaya dengan mengedepankan sopan santun dan kearifan lokal ini diperkirakan akan diramaikan oleh 20 ribu massa pendukung paket nomor urut 2 (Made Sudiana-Nyoman Sutrisno).

Humas Panitia Kampanye Badung Bagus, Ir. Ketut Sugiana mengatakan, untuk juru kampanye (jurkam) sudah dipersiapkan beberapa nama seperti salah satunya dewan Pembina DPP Demokrat Made Mangku Pastika serta seluruh anggota parpol partai pengusung dan pendukung Sudiana-Sutrisno. Sedangkan jurkam nasional yang juga sudah memastikan diri turut meramaikan kampanye, diantaranya Sekjen DPP Demokrat Dr. Hinca Pandjaitan serta anggota DPR RI Ruhut Sitompul. “Turut kita undang pejabat daerah, salah satunya Wakil Gubernur Bali Drs. Ketut Sudikerta, KPU, Panwas dan Muspika. Kita juga akan libatkan partisipasi pedagang lokal yang bersedia menyiapkan menu tradisional, kita kontrak lalu gratis untuk massa yang hadir saat kampanye,” jelas Ketut Sugiana didampingi sekretaris panitia Ngurah Bagiada.

Menurut Ketut Sugiana, minat kehadiran massa pendukung Sudiana-Sutrisno sangat luar biasa. Hanya saja pihaknya terpaksa harus membatasi kuota massa, karena pertimbangan kapasitas dari lokasi kampanye. Demi kelancaran dan keamaanan, panitia mensiasati dengan memberikan ‘jatah’ kuota massa, seperti untuk di  Kecamatan Abiasemal panitia memberi kuota sebanyak 5 ribu orang, Mengwi 5 ribu, Petang 1000, Kuta Utara 5 ribu, Kuta Selatan 1000 dan Kuta dijatah 500 orang. “Karena minat massa pendukung Sudiana-Sutrisno sangat tinggi, maka terpaksa harus kami batasi sekitar 20 ribu orang saja. Kami lakukan kuota demi kelancaran bersama,” tegasnya.

Sementara untuk meminimalisir gangguan keamanan serta gangguan lalu lintas, dalam hal ini panitia memastikan sudah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, mengatur strategi dan skenario lalu lintasnya. “Kampanye akan dimulai sekitar pukul 12.00 wita siang hingga pukul 16.00 wita. Sedangkan untuk pergerakan massa, akan ada pengawalan dari pihak kepolisian di masing-masing titik kumpul. Atas nama tim panitia meminta permakluman kepada seluruh pengguna jalan. Dan kami imbau ke seluruh massa agar tidak mengganggu intensitas pengguna jalan lainnya,” jelas Ketut Sugiana didampingi sekretaris panitia Ngurah Bagiada. R-014

SD Saraswati 2 Denpasar Tampilkan Kolaborasi Tari dan Bondres

CAR-8-7-Bondres-anak-SD-Saraswati-2-Dps-DSC 4923---Copy

DENPASAR-Fajar Bali | Pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 terpukau menikmati Tarian Kolaborasi Seni Tari dan Bondres Anak-anak yang di bawakan Sekolah Dasar (SD) Saraswati 2 Denpasar di Wantilan Art Center Kamis (7/7).

Para penari dan pemain bondres anak-anak SD  begitu mahir saat pentas di atas panggung sehingga para pengunjung merasa kagum dan terbahak-bahak saat menonton. Hadir juga ditengah-tengah penonton Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Ny. Antari Jaya Negara dan Camat Denpasar Timur Dewa Made Puspawan.

Setiap pementasan dalam ajang PKB biasanya mengandung cerita epos Ramayana, Mahabarata atau lain sebagainya. Namun penampilan Anak-anak dari SD Saraswati 2 Denpasar sedikit berbeda karena pementasan mereka hanya sebatas menghibur penonton dengan fenomena yang ada di masyarakat. Meskipun demikian kekocakan anak-anak di atas panggung membuat para penonton terbahak-bahak dan menonton  pementasan sampai selesai. ‘’Pementasan ini tidak mengandung cerita karena kami hanya ingin mengembangkan kesenian anak-anak melalui pentas dalam ajang PKB ini,” ungkap Kepala Sekolah SD Saraswati 2 Denpasar, I Nyoman Swasta di dampingi Pembina Tari Kadek Juniati.

 Menurutnya SD Saraswati 2 Denpasar telah memiliki tari bondres bahkan pernah menjadi juara II tingkat Kota Denpasar. Maka dalam penampilan PKB ke-38 pihaknya menampilkan Tari Bondres di Kolaborasi dengan tarian lepas.

Tarian Kolaborasi Seni Tari dan Bondres anak-anak yang kocak ini hanya dipersiapkan selama sebulan. Hal itu bisa dilakukan karena SD Saraswati 2 Denpasar memiliki ekstra tari. Sehingga anak-anak latihan menari tidak hanya dalam persiapan PKB saja.

Tarian Kolaborasi Seni Tari dan Bondres ditampilkan juga disesuaikan dengan potensi anak. Namun pihaknya tetap melakukan seleksi melalui Pesta Seni Akhir tahun di sekolah. ‘’Anak-anak yang terbaik dipilih dan Guru Seni yang bertugas  mengkolaborasikan,’’  ungkapnya.

Swasta mengaku dalam membina pasti ada kendala tapi, potensi anak-anak SD Sarawasti 2 Denpasar tidak perlu diragukan karena pihaknya memiliki alat, untuk motivasi siswa ada. Selain itu melalui ajang ini pihaknya ingin membuktikan bahwa SD Saraswati 2 Denpasar  selain akademik juga mampu dalam non akademik, khususnya seni dan budaya Bali maupun modern. Untuk itu pihaknya ingin tetap diberi kesempatan. R-004

Hujan Lebat, Tari Inovatif Tetap Pentas

DIAH-Foto-mahalango-2

DENPASAR-Fajar BaliHujan lebat yang mengguyur Kota Denpasar Rabu (20/7) malam tak berdampak pada pementasan Bali Mandara Mahalango (BMM) III.  Sajian tabuh dan tari inovatif dari sanggar tabuh dan tari Siwer Nadi Swara, Denpasar yang semula akan dipentaskan di Kalangan Madya Mandala (Depan Gidung Ksirarnawa)  dipindah ke Kalangan Angsoka.  Para penonton pun secara otomatis beralih memadati kalangan melingkar tersebut.

Sanggar Siwer Nadi Swara Denpasar tentu sudah tak asing lagi. Sebelumnya, anggota sanggar ini juga sudah tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38.  Ketua sanggar, Ketut Subrata menyampaikan ia memiliki 9 group binaan. Masing-masing group terdiri atas 26-29 orang anak-anak mulai dari tingkat TK hingga SMP.  Sebagai pemerataan, dirinya pun melakukan sistem bergilir. Artinya, group yang sudah tampil di PKB tidak tampil lagi di Bali Mandara Mahalango III.

“Kami sudah latihan sejak memperoleh surat dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.  Untuk di Bali Mandara Mahalango ini kami tampilkan dua group pilihan,” ungkapnya.

Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, sanggar binaan Subrata ini justru semakin ‘kaya’ dengan penari dan penabuh. Menurutnya, antusias anak-anak untuk belajar menari dan menabuh semakin tinggi.  Melihat antusias tersebut, setiap anak binaan pun tak hanya diajarkan untuk menguasai satu alat musik ataupun tarian. Tetapi setiap anak diroling, agar mampu menguasai seluruh alat musik.

“Kami memang sengaja mencari bibit-bibit dari kecil, latihan seminggu dua kali secara rutin. Anak-anak kami tidak hanya menguasai satu alat tetapi kami roling. Dengan demikian setiap anak bisa menguasai seluruh alat musik.  Oleh karena itu, kalau ada pentas kami tidak pernah kesulitan mencari penabuh dan penari,” jelasnya.

Nah, untuk pementasan di Bali Mandara Mahalango III, Subrata secara khusus mempersiapkan sajian istimewa.  Penampilan mereka dibuka dengan tabuh Purwa Pascima yang langsung menarik perhatian penonton. Apalagi diiringi dengan pemain seruling cilik.  Purwa Pascima dikatakan memiliki pengertian timur dan barat (kangin kauh dalam bahasa Bali). Hal ini memiliki makna mendalam di pengider bhuana. Konsep ini dielaborasi menjadi konsep musikal timur dan barat. Ciri khasnya adalah permainan seruling yang dimainkan dengan teknik rumit serta memasukkan unsur gamelan yang bersenyawa dengan indah.

Usai tabuh Purwa Pascima, dilanjutkan dengan tari penyambutan Padma Naba. Setelah itu ditampilkan tari Legong Maha Yukti. Sebagai puncak penambilan, sanggar Siwer Nadi Swara menampilkan tari Mahesa Sura. Tarian ini menceritakan Dewa Siwa yang sedang merasa resah dengan kekuatan yang telah diberikan pada Mahesa Sura untuk menyerang balik Siwaloka. Dari kegelisahan tersebut, Dewa Siwa merapatkan seluruh Dewa untuk menyelamatkan Siwa Loka dari serangan Mahesa Sura.

Pementasan inipun sempat disisipi dengan Tari Barong. Kemunculan tokoh kera dari sela-sela penonton yang fokus ke panggung, membuat susana mendadak riuh. Apalagi tokoh kera tersebut sempat menggoda anak-anak yang berada di barisan depan, sehingga memancing riuh tawa.  Tarian ini ditutup dengan terbunuhnya Mahesa Sura dan Siwa Loka terselamatkan dari serangan musuh.  W-019

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL