Tuesday, Sep 02nd

Last update:03:20:24 AM GMT

You are here:

FBH Demo Bali Post

Surel Cetak PDF

fbh demo bali post

DENPASAR-Fajar Bali | Massa yang menamakan diri Forum Bali Harmoni (FBH) kembali mendatangi kantor salah satu koran tertua di Bali, Bali Post. Kedatangan sekitar 150an orang ini meminta agar pemberitaan - pemberitaan korang yang beralamat di Jalan Kepundung, Denpasar tersebut tak lagi mengandung unsur provokasi maupun tendensius.

          Koordinator FBH I Made Derik Jaya saat ditemui di sela- sela aksi mengatakan, kedatangan massa FBH ini ingin menyampaikan aspirasi secara tidak anarkis. Selain itu massa katanya, meminta agar pihak Bali Post memberikan pemberitahuan yang transparan terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomer 51 Tahun 2014. Menurut Jaya, kajian yang sudah diputuskan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan kajian yang sudah final dan dilakukan oleh orang - orang yang kompeten di bidangnya.

        "Keputusan bapak presiden tentu sudah berdasarkan kajian-kajian. Tentu saja keputusan itu sudah final," tegas Jaya Kamis (28/8).  Jaya menyatakan, sebagai masyarakat Bali pihaknya mendukung adanya reklamasi di Tanjung Benoa, Nusa Dua. Alasannya sambungnya, segala keputusan yang telah diambil pemerintah tentu sudah dipertanggungjawabkan.

          "Masyarakat Tanjung Benoa masih tetap mendukung. Keputusan pemerintah tentu sudah dapat dipertanggungjawabkan," ujar Jaya. Bali Post tuding Jaya, sering memberitakan segala hal yang negatif tentang reklamasi. Selain itu, Bali Post juga dituduh sering memberikan berita - berita yang tidak transparan. "Kita tidak menjual Bali. Tapi berita - berita Bali Post seakan - akan kita ini menjual Bali," tandasnya.

            Sementara itu dalam orasinya I Wayan Ranten mengatakan, Perpres 51 Tahun 2014 sudah sesuai dengan kajian. "Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dimana tidak ingin masyarakatnya hancur," teriaknya.

            Dalam kesempatan ini Ranten mengutip kalimat dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika yakni pemimpin yang membuat masyarakatnya miskin dan membiarkannya tetap miskin itu berdosa. "Kami mendukung secara penuh reklamasi. Kami percaya, dari 700 hektarare yang direklamasi, hanya 100 hektarare saja dilakukan untuk investor," terangnya.

            Ranten berharap kepada Bali Post agar jangan mengganggu ketentraman dan keceriaan masyarakat Tanjung Benoa. Karena sambungnya, dengan pemberitaa - pemberitaan yang dilakukan Bali Post serta merta membuat masyarakat menjadi retak.

          "Jangan ganggu ketentraman kami Bali Post. Jangan ganggu keceriaan kami. Dengan adanya berita - berita tendensius dari kalian, masyarakat kami menjadi retak," kata Ranten.

          Kepada Bali Post Ranten juga meminta agar koran tertua di Bali tersebut memberikan berita - berita yang mencerdaskan. "Jangan membuat masyarakat bodoh dengan pemberitaan - pemberitaan yang kalian berikan," tegasnya.

          Ranten mengungkapkan, dirinya sangat mencintai Bali Post dan hormat. Namun, pihaknya akan membenci Bali Post jika pemberitaan yang diberitakan mengandung unsur - unsur provokatif. "Jika setelah hari ini Bali Post tidak memberitakan yang benar, kami akan datang dengan jumlah yang lebih besar dan kami akan duduki kantor ini," ujar Ranten.

            Dalam aksi tersebut FBH. Juga menyatakan sikap yang isinya yakni, meminta secara hormat agar Bali Post memberitakan secara transaparan Perpres 51 Tahun 2014. Selain itu, FBH juga mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah daerah dari tingkat I hingga pusat bahwa keputusan yang diambil sudah melalui kajian yang sudah dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait Perpres 51 Tahun 2014.  W - 011

Guru Berprestasi Klungkung Wakili Bali ke OSN

Surel Cetak PDF

Wakil Klungkung akan berlaga pada ajang guru berprestasi di Tingkar Nasional lomba OSN berpamitan dengan Bupati Klungkung

SEMARAPURA-Fajar Bali | Dunia Pendidikan Kabupaten Klungkung kembali menoreh prestasi, setelah beberapa waktu yang lalu para siswa dari Gumi Srombotan ini sukses mewakili Bali dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional, kali ini giliran para gurunya yang mewakili Bali dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk Guru. Mereka masing-masing I Gusti Lanang Gede Putra (SD 1 Semarapura) bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), I Wayan Wedantara (SMP 1 Semarapura), dan Gede Mudianan (SMP 1 Banjarangkan) untuk bidang IPA.    

Ketiga guru ini akan mengikuti OSN di Tangerang, Jakarta pada tanggal 1- 6 September mendatang untuk bertarung memperebutkan posisi 3 besar nasional setelah sebelumnya sukses lolos 15 besar melalui  proses seleksi pada 18 Juni lalu di Denpasar. Kamis (28/8) didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung I Nyoman Mudarta, mereka di terima Bupati Klungkung di Ruang Rapat Kantor Bupati untuk berpamitan dan mohon doa restu.

Nyoman Mudarta menjelaskan Olimpiade Sains Nasional untuk Guru ini merupakan wahana bagi guru untuk menumbuhkembangkan semangat kompetisi akademik dalam memotivasi peningkatan kompetensi bagi para Guru. Bupati Suwirta berharap kepada para guru berprestasi ini untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya guna mencapai hasil yang maksimal. ”Berikan kado yang terbaik bagi Klungkung, saya menunggu dan mendoakan agar sukses,” jelas Suwirta. Pada kesempatan ini pula Bupati Suwirta memberikan bekal berupa uang saku.W-010*

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 29 Agustus 2014 09:02

SBY akan Bantu Jokowi

Surel Cetak PDF

sby  jokowi

MANGUPURA-Fajar BaliPresiden terpilih Joko Widodo akhirnya bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di NUsa Dua Bali. Jokowi dan SBY bertemu di Hotel The Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8).‎ Presiden SBY didampingi oleh Mendikbud M Nuh, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menkopolhukam Djoko Suyanto, dan Menko Perekonomian Chairul Tanjung. Sedangkan Jokowi datang ke lokasi diantar Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Usai singgah sejenak di Balai Citra, Jokowi yang berbatik coklat berjalan menuju Balai Raya A. Di pintu Balai Raya A, SBY yang‎ berbatik coklat sudah menanti Jokowi dengan senyuman, ditemani Mensesneg Sudi Silalahi. Sekejap setelah bertemu, mereka berdua melancarkan cipika-cipiki dengan akrab. Lantas SBY mengajak masuk ke dalam ruangan. Mereka ‎duduk dan mulai berbicara empat mata di atas dua kursi dan satu meja bundar kayu yang berhiaskan rangkaian bunga di atasnya.

Setelah dua jam melakukan pertemuan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden terpilih Joko Widodo sepakat untuk mulai intensif menjalin komunikasi selama proses transisi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa ada kecocokan pemikiran dengan presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan SBY dalam konferensi pers bersama Jokowi, seusai pertemuan empat mata, di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8) malam. "Pemikiran saya dan Pak Jokowi klop. Kami ingin melaksanakan transisi dengan sebaik-baiknya," kata SBY. 

SBY melanjutkan, pertemuannya dengan Jokowi membahas beragam hal, di antaranya tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 dan APBN Perubahan 2014. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini, kata SBY, tidak membahas hal-hal teknis. "Karena forum ini bukan forum negosiasi. Kami mengikuti sistem dan tatanan yang berlaku," ujarnya.  

Menurut SBY, proses transisi ini penting bagi keberhasilan pemerintahan yang akan datang. SBY menegaskan, ia memiliki komitmen dan kewajiban moral untuk membantu Jokowi yang akan melanjutkan tampuk kepemimpinan. "Pertemuan tadi keperluan untuk komunikasi berlanjut. Ini tradisi yang harus kita letakkan yang akan membawa kebaikan bagi bangsa kita," kata SBY.

Sementara presiden terpilih Joko Widodo mengapresiasi langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang melakukan pertemuan empat mata soal transisi pemerintahan. Jokowi menyebut tradisi itu perlu dibangun didalam pemerintahan.

"Ini adalah sebuah tradisi baru yang ingin kita bangun dari pemerintahan Presiden SBY kepada pemerintahan baru nantinya. Kami ingin agar ada sebuah kesinambungan dari pemerintahan sekarang ke pemerintahan yang baru," kata Jokowi dalam konferensi pers Rabu (27/8).
Jokowi memaparkan, komunikasi yang pertama kalinya dilakukan pasca Putusan MK 21 Agustus silam itu merupakan rangkaian proses yang berkesinambungan. "Ini adalah sebuah awal agar secepatnya kami bisa mempersiapkan, merencanakan, sehingga kesinambungan pemerintah ini bisa berjalan dengan baik dan menjadi sebuah tradisi baru di Indonesia, dari pemerintahan yang sekarang ke pemerintahan yang baru nantinya," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga memastikan akan membahas secara detail tentang RAPBN 2015 dengan kementerian terkait setelah SBY membuka pintu pembahasan Tim Transisi dengan kementerian saat ini. "Tadi juga saya meminta banyak sekali pandangan-pandangan dan pikiran-pikiran dari Presiden SBY, terutama hal-hal yang berkaitan dengan APBN 2015. Memang tadi kami berbicara agak detail, nantinya teknis lebih detail akan ditindaklanjuti oleh Tim Transisi dengan kementerian-kementerian yang ada," tukas Jokowi. KP

Kuasa Hukum Candra Minta Ruang Khusus

Surel Cetak PDF

candra

SEMARAPURA-Fajar Bali | Tahanan Kejaksaan Negeri Klungkung, Wayan Candra, saat ini sedang memasuki masa pengenalan lingkungan (Mapenaling) atau masa admisi-orientasi. Dalam masa mapenaling, mantan orang nomor satu di Klungkung ini tidak boleh ditemui siapapun dari keluarganya dan kuasa hukum. Hal ini ditegaskan oleh Karutan Klungkung, Mulyoko, Rabu (27/8) kemarin di Rutan Klungkung.

Mulyoko menegaskan bahwa tidak ada perlakuan yang istimewa terhadap napi atau tahanan yang masuk di Rutannya.
“Tidak ada perlakuan istimewa, semua diperlakukan sama. Saya sudah biasa menangani tahanan pejabat. Kalau di Klungkung ini mungkin baru pertama kali,” terang Mulyoko.

Wayan Candra sejak dititipkan di Rutan Klungkung sesuai protap, harus memasuki masa pengenalan lingkungan selama 7 hari. Dalam masa ini Candra tidak bisa ditemui siapapun, baik keluarga dan kuasa hukum.

Kuasa hukumnya sempat meminta agar Wayan Candra diberikan ruangan khusus tersendiri. Mulyoko dengan berkelakar menjawab ruang yang tersendiri itu hanya untuk ruang Karutan. “Ada ruang tersendiri, yaitu ruangan saya, meja tersendiri, toilet tersendiri. Tapi kalau dikasi malah saya yang mati,” jawabnya sambil cekikikan.

Dijelaskan Mulyoko, Rutan Klungkung tidak memiliki ruang mapenaling, sehingga salah satu ruang blok tahanan digunakan sebagai ruang mapenaling. “Sempat sebelumnya tahanan mengeluh tengkuknya sakit dan pegal, namun itu hal biasa. Siapapun pasti tegang dan shock,” jelas Mulyoko lagi.

Kondisi Candra disebut Mulyoko baik-baik saja, dan paginya sempat diantar pakaian dan makanan oleh istrinya, Ni Wayan Ringin. Malamnya, Candra mengaku takut sendirian berada di ruang mapenaling, sehingga ditemani napi lainnya, Agus Santoso (pindahan LP Kerobokan). “Secara umum kebutuhan dasarnya terpenuhi sesuai dengan SOP Rutan atau Lapas, tidak ada yang aneh-aneh kok,” tambahnya.

Kuasa hukum Wayan Candra, Warsa T Buana menyebutkan kliennya sudah mengajukan surat pengalihan tahanan, dari tahanan negara ke tahanan rumah. Surat ini diajukan ke Kejari Klungkung. Sebagai penjamin tahanan ini adalah Ni Wayan Ringin (istri tersangka) dengan pertimbangan bahwa kliennya selalu kooperatif dan tidak akan menghilangkan barang bukti.

Pertimbangan lainnya menurut Warsa T Buana, kliennya sebagai kepala rumah tangga yang masih dibutuhkan oleh keluarganya. “Sudah diajukan ke Kejari, mungkin saat ini sedang ditelaah dan berharap dikabulkan,” pungkas Warsa T Buana. W-010

Gerindra Yakin Jebol Kekuatan PDIP

Surel Cetak PDF

pilkada-icon11TABANAN-Fajar Bali | Masih kuatnya elektabilitas Eka Wiryastuti-Sanjaya (Eka-Jaya)  maju sebagai pemimpin Tabanan untuk periode kedua 2015-2020, membuat partai lain sibuk rancang strategi. Seperti Partai Gerindra Tabanan yang bisa mengusung calon bupati pada Pilkada Tabanan 2015 mendatang. Gerindra Tabanan mengakui paket Eka-Jaya masih terlalu kuat untuk dikalahkan.

“PDIP di Tabanan masih solid, susah untuk dikalahkan dalam Pilkada Tabanan,” jelas Ketua DPC Gerindra Tabanan I Made Pasek Mika Wijaya Rabu (27/8). Meski diakui sebagai paket kuat, namun tak membuat partai besutan Prabowo Subianto ini ciut. Bahkan mereka yakin bisa menjebol kekuatan PDIP, asalkan koalisi permanen merah putih saat pilpres kemarin tetap bertahan di Tabanan.

“Saya optimis ketika koalisi permanen merah putih berlanjut pada Pilkada Tabanan. Calon bupati yang kita usung dapat mengalahkan paket Eka-Jaya yang diusung PDIP,” tandasnya.  Menurut hematnya, ketika terjadi tarung paket head to head antara paket PDIP dan koalisi permanen, niscaya calon bupati yang didukung partai koaliasi merah putih berpeluang dan mampu memenangkan pilkada Tabanan.

Sementara itu, ditanya terkait nama-nama yang diusung Gerindra Tabanan, Mika Wijaya menegaskan belum ada nama yang masuk ke Gerindra Tabanan. “Sejauh ini belum ada nama yang masuk ke Gerindra secara formal,” tandasnya. Namun ia tidak menampik kalau ada isu banyak nama politisi Tabanan merapat ke Gerindra.

“Kalau isu nama-nama yang masuk ke kita sih saya dengar. Tapi  belum ada komunikasi secara langsung ke saya maupun secara formal,” jelasnya. Namun ia juga tidak menampik, kalau ada beberapa nama telah santer didengarnya terutama politisi perempuan. W-004

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 28 Agustus 2014 06:51

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL