Sunday, Nov 23rd

Last update:04:09:51 AM GMT

You are here:

Harian Umum Fajar Bali

20 Unit Produk Suzuki Laku Terjual Perbulan di Gianyar

Surel Cetak PDF

FOTO BERITA EKONOMI BISNIS-AGUNG-Direct Sales Suzuki Gianyar PT. United IndoBali I Putu Agus Putra Satria Wijaya berpose dengan salah satu tipe produk Suzuki

 

GIANYAR-Fajar Bali | Sampai saat ini penjualan Produk Suzuki khususnya di Suzuki Gianyar di bawah payung PT. United IndoBali di Jalan I Gusti Ngurah Rai, komplek pertokoan pasar Gianyar terus mengalami peningkatan penjualan setiap bulannya.
“Untuk penjualan dari semua tipe yang kami tawarkan disini (Suzuki Gianyar) dapat dikatakan sangat baik sampai tahun ini,” ungkap Direct Sales Suzuki Gianyar, PT. United IndoBali, I Putu Agus Putra Satria Wijaya, Rabu (8/10) di ruang kerjanya.
Dikatakan, untuk penjualan semua tipe produk Suzuki di Suzuki Gianyar perbulan mencapai 20 unit. Rata-rata konsumen yang datang hampir dari berbagai kalangan, mulai dari menengah kebawah sampai menegah keatas, keluarga, pelaku pariwisata, pengusaha serta dari pedagang. “Dari beberapa tipe yang ada disini (Suzuki Gianyar) rata-rata semuanya diminati pasar, yang dengan pemilihan tipe disesuaikan dengan kebutuhan para konsumen itu sendiri,” paparnya.
Wijaya mencontohkan, untuk tipe Suzuki Pick-Up Carry 1.5 dirinya mengatakan salah satunya paling banyak diminati oleh para pedagang dan pengusaha. Suzuki Pick-Up Carry 1.5 jadi pilihan konsumen karena sudah lama dikenal ditengah-tengah masyarakat baik dari kehandalan sampai pada ketanguhannya. “Suzuki Pick-Up Carry 1.5 salah satu contohnya yang saat ini masih mendapat tempat dan kepercayaan dihati para konsumen khususnya yang ada di Kota Gianyar dan sekitarnya dikarenakan tipe ini sudah teruji langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Ditambahkan, untuk harga dari semua tipe produk Suzuki yang ditawarkan diantaranya mulai dari tipe Real Van Dx dibandrol dengan harga Rp 132 juta per unit , Apv GE Face to Face Rp 157 juta per unit, Ertiga GA Rp 174 juta per unit, Karimun Wagor-R GA Rp 89 Juta per unit, New Splash dibandrol dengan harga Rp 169 Juta per unit, Suzuki New Swift GL M/T Rp 191 Juta serta untuk produk Suzuki New Grand Vitara 2.4 M/T dibandrol dengan harga Rp 358 Juta per unit.
Selain dari semua keunggulan yang dimiliki, persyaratan angsuran juga sangat mudah mulai dengan melengkapi foto copy KTP sampai pada foto copy rekening tabungan (untuk konsumen perorangan) sedangkan untuk persyaratan bagi perusaha cukup dengan melengkapi foto copy akte pendirian dan perubahan sampai dengan melengkapi foto copy rekening koran tiga bulan terakhir. “Semua produk dari Suzuki dapat dikatakan memiliki keungulan serta kelebihan dibanding dengan produk dari kompetiter lainnya dan dengan diperkuat time marketing kami optimis bisa merebut pasar baik ditahun ini maupun yang akan datang ,” tutup Direct Sales ini. M-004

Luncurkan Film Untuk Urai Dampak Poligami

Surel Cetak PDF

poligamiDENPASAR-Fajar Bali | Persoalan mengenai kekerasan pada kaum gender menjadi skala prioritas bagi LBH APIK Bali dalam menelaah, dan mengkaji tindakan kekerasan yang senantiasa menghinggapi keseharian hidup perempuan saat ini. Kompleksitas persoalan ini yang menjadi fokus utama LBH APIK Bali, yang kemudian bergandeng tangan bersama Elementer Production dari Amerika Serikat mempublikasikan film poligami sebagai gerakan edukatif bagi masyarakat luas.

Menyoroti mengenai kaum gender menjadi hal urgensi yang menjadi isu prioritas LBH APIK Bali saat ini. Berkaca pada tindakan kekerasan yang senantiasa menghampiri kaum perempuan, perlu disikapi secara kritis sebagai bentuk tanggung jawab moril, untuk kemudian menyuarakan hak kemanusian dan kebebasan yang dirampas. Hal ini diungkapkan oleh Direktur LBH APIK Bali, Ni Nengah Budawati, SH, saat ditemui di kediamannya, Jl. Muding Indah no. VIII, Denpasar. Sabtu (11/10).

Dikatakan Budawati, publikasi film poligami dengan bergandeng tangan bersama Elementer Production, sejatinya ingin menyampaikan pesan kampanye kepada masyarakat yang divisualisasikan melalui film. Film ini menggambarkan sebuah kondisi, dimana ada sebuah perbudakan pada kaum perempuan.

Bagi LBH APIK Bali, film ini bertujuan sebagai sarana atau media untuk memberikan nilai edukasi kepada masyarakat akan dampak negative yang ditimbulkan dari tindakan kekerasan kepada perempuan. Disisi lain adalah sarana mudah bagi LBH APIK Bali untuk mengkampanyekan kasus poligami. Permasalah mengenai kasus ini ditampilkan secara jelas dimana terdapat aksi kekerasan yang dilakukan kepada kaum gender. Film ini menggambarkan sebuah keadaan dimana ada tindakan kekerasan dan perbudakan pada perempuan.

"Perempuan punya hak untuk menyuarakan apa yang dirampas dari dirinya" tegasnya.

Lebih lanjut Budawati mengatakan, kasus poligami yang terjadi saat ini menimbulkan beban batin bagi kaum wanita yang berdamai dengan kebohongan batin, yang sejatinya sangat tersiksa dengan kondisi ini. Film ini juga memancing bagi masyarakat untuk kemudian mengajak secara bersama-sama mencari penyelesaian terbaik dari permasalahan kasus poligami.

Budawati mengatakan, film poligami ini dimulai oleh Elementer Production sejak tahun 2008 dan terselesaikan pada tahun 2014 yang kemudian akan diputarkan di Amerika Serikat sebagai gerakan kritis dalam menyikapi kasus poligami. Film yang digagas ini kemudian sebagai sebuah referensi bagi masyarakat, sekaligus untuk lebih dekat bersama LBH APIK Bali dalam menuntaskan persoalan ini.

"Film ini memberikan ruang kesadaran kepada masyarakat khususnya laki-laki yang menjadi  calon suami untuk tidak melakukan poligami, berkaca dengan contoh kasus yang pernah ditangani oleh LBH APIK-Bali terdahulu" tandasnya.

Ditambahkan lebih lanjut, beberapa kasus poligami yang terjadi saat ini, senantiasa bermuara pada tindakan kekerasan dan kasus kehamilan di luar nikah, sebenarnya merujuk pada kurangnya menggali informasi dan latar belakang keluarga dari laki-laki tersebut. Untuk itu, kehati-hatian dalam memilih teman atau calon pasangan merupakah hal urgensi yang harus dipahami, agar tidak jatuh pada kubangan persoalan yang sama.

Narasi cerita yang mengulas mengenai kasus poligami, kemudian diharapkan bisa menjadi pedoman referensi bagi khayalak umum, dalam menggali pesan yang disampaikan dalam film I ni, yang bertujuan untuk menekan praktek-praktek  poligami di Indonesia dan Bali khususnya. M-007

Buruh Celukan Bawang Beresiko HIV

Surel Cetak PDF

Red Ribbon 1SINGARAJA-Fajar Bali | Kasus HIV/AIDS yang terjadi di Kabupaten Buleleng terus meningkat. Bahkan beberapa wilayah di Kota Panji Sakti ini dinilai rawan akan penularan HIV/AIDS, yang notabene belum ada obatnya ini.

Tempat dan mereka yang rawan tertular HIV/AIDS menurut hasil penelitian adalah para pekerja di Pelabuhan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak. Para pekerja itu dinilai sangat rentan dengan penularan virus mematikan tersebut.

Hal itu terungkap saat Lokakarya Akselerasi Pengembangan Startegic Use For Arv (SUFA) yang dilaksanakan di Banyualit Hotel, Selasa (14/10) siang.

Drs. Yahya Anshori, pengelola program KPA Provinsi Bali yang tampil sebagai narasumber pada lokakarya itu, mengatakan, para buruh Pelabuhan Celukan Bawang dan sekitarnya sangat rentan tertular HIV/AIDS. Mereka terdiri atas komponen tenaga kerja bongkar muat dan anak buah kapal (ABK). ”Mereka masuk dalam katagori Lelaki Beresiko Tinggi (LBT) akan terkena penyakit,” jelasnya.

Karena itu, menurut Yahya, sangat diperlukan petugas khusus untuk memberikan pemahaman kepada para buruh setempat agar terhindar dari virus mematikan itu.

”Kami melihat hal itu, tentunya kami juga mencari solusi yakni menurunkan tim khusus untuk memberikan pemahaman sehingga kedepannya dapat menyadari mereka akan bahaya beberapa penyakit menular—termasuk HIV ini. “Mereka harus selalu waspada. Kasihan anak istrinya nanti,” katanya. Selain para buruh itu harus waspada, peran aktif perusahaan di sekitar kawasan juga diperlukan.

Saat ditanya adanya obat AIDS, Yahya mengatakan obat ARV dimafaatkan mencegah pertumbuhan pesat virus HIV yang khusus diperuntukkan bagi para orang dengan orang dengan HIV/Aids (Odha).  Untuk itu kepada para peserta yang terdiri atas penyuluh dari stakeholder terkait diingatkan untuk menemukan kasus HIV/AIDS, lalu memberikan obat dan mempertahankannya agar tidak menular kepada orang lain.

Terungkap, Kabupaten Buleleng hingga kini memiliki empat puskesmas dengan layanan komprehenship berkesinambungan diantaranya Puskesmas Sawan I, Puskesmas Buleleng I, Seririt I dan Gerokgak I yang diharapkan lebih berperan aktif dalam pencegahan penyakit yang umumnya ditularkan dari hubungan seksual ini.

Sementara itu dr. Nyoman Suardiatma, Ketua Pokja HIV Pelabuhan Celukan Bawang mengaku telah melakukan edukasi kepada komponen pekerja di Pelabuhan Celukan Bawang. Dua penyuluh yang ditempatkan setiap hari melakukan penyuluhan secara door to door.”Alhasil hingga kini hanya dua yang dinyatakan positif AIDS,” ungkap Ketua Pokja yang juga Kepala Puskesmas Gerokgak. Seperti diketahui Buleleng menempati rangking kedua penderita AIDS di Bali dengan penderita 1.200 orang lebih. W -008

Manajemen Tanah Lot Mengaku Hanya Rugi Rp 1,2 Juta

Surel Cetak PDF

tanah lot

 

TABANAN-Fajar Bali | Dimanipulasinya penjualan tiket masuk ke Daya Tarik Wisata (DTW ) Tanah Lot yang berimbas pada pemecatan tiga karyawan setempat, tak berimbas besar pada pemasukan DTW Tanah Lot. I Ketut Toya Adnyana mengaku akibat ulah tiga petugas penjual tiket kerugian yang diderita pihaknya hanya Rp 1,2 Juta.
“Kita hanya mengalami kerugian sekitar Rp 1,2 Juta dari ulah nakal tiga petugas tiket,” jelasnya Kamis (16/10). Tiga pelaku juga sudah mengembalikan uang tiket yang sempat ditilep itu ke pihak manajemen DTW Tanah Lot.
Dijelaskan, kasus itu baru terungkap pada tanggal 12 April 2014 lalu. Pelakunya tiga orang petugas penjualan tiket, dari tiga orang itu dua orang perempuan dan satu orang tenaga pria. Pasca terbongkarnya kasus tersebut, atau dua hari setelah hari H yakni tanggal 23 April 2014, pelaku diberhentikan dari manajemen dengan tidak hormat.
“Pemecatan itu sudah melalui prosedur dengan memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali dan termasuk pula melalui hasil rembug dengan prajuru Desa Pakraman Beraban”, jelasnya.
Pemecatan itu, lanjut Toya Adnyana, juga dikarenakan pihak manajemen menilai ketiga orang tadi sering melanggar disiplin, seperti kehadirannya yang sering terlambat. Ini terbukti dari hasil pengawasan yang dilakukan sejak bulan Januari 2014.
Disinggung mengenai kemungkinan gaji yang diterima pelaku kecil, Toya Adnyana membantahnya. Menurutnya, gaji karyawan di DTW Tanah Lot sudah sesuai standar UMR. Selain itu pihak pengelola juga memberikan jaminan kesejahteraan keluarga melalui asuransi. Adapun yang ditanggung dalam asuransi tersebut adalah suami istri dan tiga orang anak.
Kasus pemecatan ini diakuinya bukan baru pertama kalinya. Sebelumnya dirinya duduk sebagai manajer juga pernah berlangsung pemecatan karyawan. Bahkan pemecatan itu lebih dari lima orang karyawan.
Sementara itu Bendesa Pakraman Beraban I Made Sumawa membenarkan pihak DTW Tanah Lot telah memecat tiga karyawannya. Sebelum melakukan pemecatan, ada koordinasi pihak DTW Tanah Lot dengan Desa Pakraman Beraban. Sumawa juga mengakui, ketiga orang karyawan tersebut merupakan warga lokal.
“Karyawan di DTW Tanah Lot yang berjumlah 150 orang memang warga lokal, termasuk pula ketiga orang karyawan yang dipecat tersebut”, ungkapnya.
Sumawa menambahkan, pihaknya selalu memback up pihak pengelola, karena DTW Tanah Lot ini pengoperasiannya melalui Desa Pakraman Beraban yang diberikan oleh Pemkab. Tabanan. Sehingga perjalanan pihak manajemen dalam pengelolaannya selalu dikoordinasikan dengan pihak prajuru.
Sumawa melanjutkan, untuk mengantisipasi terulangnya kasus yang sama, pihaknya akan menempuh tiga cara. Pertama dengan menegakkan aturan main. Kedua memberikan pemahaman-pemahaman tentang keberadaan DTW Tanah Lot kepada warga Beraban melalui para kelian banjar. Terutama pada saat rekrutmen karyawan harus dengan rekomendasi kelian banjar. Sehingga para kelian banjar juga akan merasa memiliki tanggungjawab terhadap orang atau warganya yang direkomendasi.
Terakhir, pihak DTW mengadakan pertemuan rutin dengan para karyawan DTW Tanah Lot. Pertemuan rutin ini sendiri berlangsung setidaknya tiga kali dalam setahun.
Seperti diberitakan sebelumnya, terbongkarnya kasus manipulasi hasil penjualan tiket di DTW Tanah Lot diungkapkan oleh sumber yang terpecaya. Sumber yang namanya tidak mau dikorankan menyebutkan dugaan manipulasi data penjualan tiket masuk ke DTW Tanah Lot berujung pada pemecatan terhadap karyawan di bidang penjualan tiket. Pihak pengelola melakukan tindakan tegas dengan memecat petugas penjual tiket yang nakal tersebut.
“Ada tiga pegawai yang bertugas menjual tiket dipecat karena melakukan manipulasi data tiket,” jelas sumber yang enggan namanya dikorankan. Sumber ini juga setuju kalau setiap tahunnya DTW Tanah Lot diaudit oleh auditor yang independen. “Karena pemasukan uang tiap hari disana sangat besar. Jadi untuk transparansi harus diaudit setiap tahunnya,” jelas sumber menambahkan. W-004

JJ Fast Boat Terbakar, Penumpang Panik

Surel Cetak PDF

Kapal boar JJ Fast terbakat di Perairan Jungutbatu tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini1SEMARAPURA-Fajar Bali | Kapal penumpang boat cepat JJ Fas Boat yang berangkat dari Pelabuhan Jungutbatu (Nusa Penida) menuju Sanur, Denpasar terbakar di tengah laut. Tidak ada korban jiwa dalamperistiwa, namun sebagian penumpang mengalami luka bakar di kaki dan lengan.

Kapal Fas Boat berkapasitas 60 penumpang ini dengan Kapten Wayan Puji asal Jungutbatu dan Wayan Laksana asal Denpasar mengalami kebakaran sekitar 900 meter dari bibir pantai Jungutbatu. Sedangkan jumlah penumpang pada kapal tersebut berjumlah 16 orang, ditambah 2 ABK dan 2 Kapten. Dari 16 penumpang ini, 9 orang adalah wisatawan asing dan 7 lainnya warga lokal Nusa Penida.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol Nyoman Suarsika menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan sebagian penumpang sudah mendapat perawatan intensip dari pihak medis.W-010

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL