Tuesday, Jan 27th

Last update:03:44:02 AM GMT

You are here:

Harian Umum Fajar Bali

20 Unit Produk Suzuki Laku Terjual Perbulan di Gianyar

Surel Cetak PDF

FOTO BERITA EKONOMI BISNIS-AGUNG-Direct Sales Suzuki Gianyar PT. United IndoBali I Putu Agus Putra Satria Wijaya berpose dengan salah satu tipe produk Suzuki

 

GIANYAR-Fajar Bali | Sampai saat ini penjualan Produk Suzuki khususnya di Suzuki Gianyar di bawah payung PT. United IndoBali di Jalan I Gusti Ngurah Rai, komplek pertokoan pasar Gianyar terus mengalami peningkatan penjualan setiap bulannya.
“Untuk penjualan dari semua tipe yang kami tawarkan disini (Suzuki Gianyar) dapat dikatakan sangat baik sampai tahun ini,” ungkap Direct Sales Suzuki Gianyar, PT. United IndoBali, I Putu Agus Putra Satria Wijaya, Rabu (8/10) di ruang kerjanya.
Dikatakan, untuk penjualan semua tipe produk Suzuki di Suzuki Gianyar perbulan mencapai 20 unit. Rata-rata konsumen yang datang hampir dari berbagai kalangan, mulai dari menengah kebawah sampai menegah keatas, keluarga, pelaku pariwisata, pengusaha serta dari pedagang. “Dari beberapa tipe yang ada disini (Suzuki Gianyar) rata-rata semuanya diminati pasar, yang dengan pemilihan tipe disesuaikan dengan kebutuhan para konsumen itu sendiri,” paparnya.
Wijaya mencontohkan, untuk tipe Suzuki Pick-Up Carry 1.5 dirinya mengatakan salah satunya paling banyak diminati oleh para pedagang dan pengusaha. Suzuki Pick-Up Carry 1.5 jadi pilihan konsumen karena sudah lama dikenal ditengah-tengah masyarakat baik dari kehandalan sampai pada ketanguhannya. “Suzuki Pick-Up Carry 1.5 salah satu contohnya yang saat ini masih mendapat tempat dan kepercayaan dihati para konsumen khususnya yang ada di Kota Gianyar dan sekitarnya dikarenakan tipe ini sudah teruji langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Ditambahkan, untuk harga dari semua tipe produk Suzuki yang ditawarkan diantaranya mulai dari tipe Real Van Dx dibandrol dengan harga Rp 132 juta per unit , Apv GE Face to Face Rp 157 juta per unit, Ertiga GA Rp 174 juta per unit, Karimun Wagor-R GA Rp 89 Juta per unit, New Splash dibandrol dengan harga Rp 169 Juta per unit, Suzuki New Swift GL M/T Rp 191 Juta serta untuk produk Suzuki New Grand Vitara 2.4 M/T dibandrol dengan harga Rp 358 Juta per unit.
Selain dari semua keunggulan yang dimiliki, persyaratan angsuran juga sangat mudah mulai dengan melengkapi foto copy KTP sampai pada foto copy rekening tabungan (untuk konsumen perorangan) sedangkan untuk persyaratan bagi perusaha cukup dengan melengkapi foto copy akte pendirian dan perubahan sampai dengan melengkapi foto copy rekening koran tiga bulan terakhir. “Semua produk dari Suzuki dapat dikatakan memiliki keungulan serta kelebihan dibanding dengan produk dari kompetiter lainnya dan dengan diperkuat time marketing kami optimis bisa merebut pasar baik ditahun ini maupun yang akan datang ,” tutup Direct Sales ini. M-004

Manajemen Tanah Lot Mengaku Hanya Rugi Rp 1,2 Juta

Surel Cetak PDF

tanah lot

 

TABANAN-Fajar Bali | Dimanipulasinya penjualan tiket masuk ke Daya Tarik Wisata (DTW ) Tanah Lot yang berimbas pada pemecatan tiga karyawan setempat, tak berimbas besar pada pemasukan DTW Tanah Lot. I Ketut Toya Adnyana mengaku akibat ulah tiga petugas penjual tiket kerugian yang diderita pihaknya hanya Rp 1,2 Juta.
“Kita hanya mengalami kerugian sekitar Rp 1,2 Juta dari ulah nakal tiga petugas tiket,” jelasnya Kamis (16/10). Tiga pelaku juga sudah mengembalikan uang tiket yang sempat ditilep itu ke pihak manajemen DTW Tanah Lot.
Dijelaskan, kasus itu baru terungkap pada tanggal 12 April 2014 lalu. Pelakunya tiga orang petugas penjualan tiket, dari tiga orang itu dua orang perempuan dan satu orang tenaga pria. Pasca terbongkarnya kasus tersebut, atau dua hari setelah hari H yakni tanggal 23 April 2014, pelaku diberhentikan dari manajemen dengan tidak hormat.
“Pemecatan itu sudah melalui prosedur dengan memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali dan termasuk pula melalui hasil rembug dengan prajuru Desa Pakraman Beraban”, jelasnya.
Pemecatan itu, lanjut Toya Adnyana, juga dikarenakan pihak manajemen menilai ketiga orang tadi sering melanggar disiplin, seperti kehadirannya yang sering terlambat. Ini terbukti dari hasil pengawasan yang dilakukan sejak bulan Januari 2014.
Disinggung mengenai kemungkinan gaji yang diterima pelaku kecil, Toya Adnyana membantahnya. Menurutnya, gaji karyawan di DTW Tanah Lot sudah sesuai standar UMR. Selain itu pihak pengelola juga memberikan jaminan kesejahteraan keluarga melalui asuransi. Adapun yang ditanggung dalam asuransi tersebut adalah suami istri dan tiga orang anak.
Kasus pemecatan ini diakuinya bukan baru pertama kalinya. Sebelumnya dirinya duduk sebagai manajer juga pernah berlangsung pemecatan karyawan. Bahkan pemecatan itu lebih dari lima orang karyawan.
Sementara itu Bendesa Pakraman Beraban I Made Sumawa membenarkan pihak DTW Tanah Lot telah memecat tiga karyawannya. Sebelum melakukan pemecatan, ada koordinasi pihak DTW Tanah Lot dengan Desa Pakraman Beraban. Sumawa juga mengakui, ketiga orang karyawan tersebut merupakan warga lokal.
“Karyawan di DTW Tanah Lot yang berjumlah 150 orang memang warga lokal, termasuk pula ketiga orang karyawan yang dipecat tersebut”, ungkapnya.
Sumawa menambahkan, pihaknya selalu memback up pihak pengelola, karena DTW Tanah Lot ini pengoperasiannya melalui Desa Pakraman Beraban yang diberikan oleh Pemkab. Tabanan. Sehingga perjalanan pihak manajemen dalam pengelolaannya selalu dikoordinasikan dengan pihak prajuru.
Sumawa melanjutkan, untuk mengantisipasi terulangnya kasus yang sama, pihaknya akan menempuh tiga cara. Pertama dengan menegakkan aturan main. Kedua memberikan pemahaman-pemahaman tentang keberadaan DTW Tanah Lot kepada warga Beraban melalui para kelian banjar. Terutama pada saat rekrutmen karyawan harus dengan rekomendasi kelian banjar. Sehingga para kelian banjar juga akan merasa memiliki tanggungjawab terhadap orang atau warganya yang direkomendasi.
Terakhir, pihak DTW mengadakan pertemuan rutin dengan para karyawan DTW Tanah Lot. Pertemuan rutin ini sendiri berlangsung setidaknya tiga kali dalam setahun.
Seperti diberitakan sebelumnya, terbongkarnya kasus manipulasi hasil penjualan tiket di DTW Tanah Lot diungkapkan oleh sumber yang terpecaya. Sumber yang namanya tidak mau dikorankan menyebutkan dugaan manipulasi data penjualan tiket masuk ke DTW Tanah Lot berujung pada pemecatan terhadap karyawan di bidang penjualan tiket. Pihak pengelola melakukan tindakan tegas dengan memecat petugas penjual tiket yang nakal tersebut.
“Ada tiga pegawai yang bertugas menjual tiket dipecat karena melakukan manipulasi data tiket,” jelas sumber yang enggan namanya dikorankan. Sumber ini juga setuju kalau setiap tahunnya DTW Tanah Lot diaudit oleh auditor yang independen. “Karena pemasukan uang tiap hari disana sangat besar. Jadi untuk transparansi harus diaudit setiap tahunnya,” jelas sumber menambahkan. W-004

Sampel B Lee Chong Wei juga positif doping

Surel Cetak PDF

lee c wKuala Lumpur | Persatuan Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Sabtu, menegaskan bahwa sampel B urine dari seorang pemain nasionalnya juga positif mengandung unsur terlarang, namun tetap menolak menyebutkan nama atlet tersebut. 

Meskipun demikian media setempat pekan-pekan ini sudah menyebutkan bahwa pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei positif menggunakan obat terlarang saat kejuaraan dunia di Kopenhagen Agustus lalu dan terancam skorsing dua tahun.

"Hasil tes memastikan adanya unsur dexamethasone pada sampel B," kata Wakil Ketua BAM Norza Zakaria dalam sebuah pernyataan.

Lee pekan lalu terbang ke Norwegia untuk menyaksikan pemeriksaan sampel B-nya, tapi hari Sabtu BAM dalam konferensi pers mengatakan sementara tidak mengidentifikasi pemilik sampel tersebut karena ada rencana naik banding.

Kasus ini, kata Norza, akan dibawa ke panel banding doping federasi bulu tangkis dunia (BWF).

"Dengan demikian sementara proses berjalan, kami masih tidak bisa menyebutkan nama pemain yang dimaksud," katanya.

Lee sudah menjadi atlet kebanggaan Malaysia dengan prestasi 55 gelar juara tingkat internasional, termasuk dua medali perak Olimpiade, selain juga karena sikapnya yang baik.

Norza yang juga ketua komite antidoping BAM mengatakan bahwa BAM telah menyewa seorang pengacara dan akan mendukung pemain tersebut.

"....kami yakin atlet ini adalah pekerja keras dan orang yang luar biasa. Kami juga yakin ia tidak pernah memilih jalan pintas untuk meraih kejayaannya," katanya, demikian Reters. (http://www.antaranews.com)

Penembakan Mobil Amien Rais Dikategorikan Teror Serius

Surel Cetak PDF

penembakan mobil amien raisSleman | Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai kasus penembakan di rumah mantan Ketua MPR, Amien Rais, yang mengenai mobil pribadinya bisa dikategorikan teror serius dan harus diungkap secepatnya.

"Kasus penembakan tersebut merupakan teror serius dan termasuk pelanggaran hak asasi manusia," kata Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Manager Nasution, di Sleman, Minggu.

Menurut dia, penembakan itu masuk dalam kategori teror serius karena didasarkan atas nuansa dan syiar ketakutan dari pelaku terhadap diri politisi senior tersebut.

"Apalagi sebelumnya rumah Amien Rais juga pernah mendapatkan teror dalam bentuk lain seperti pelemparan batu hingga acara ruwatan," katanya.

Ia mengatakan, Komnas HAM juga membentuk tim investigasi atas kejadian penembakan pada Kamis (6/11) dinihari.

Tim Komnas HAM juga langsung mendatangi lokasi kejadian dan melihat kondisi mobil Amien Rais yang tertembus proyektil.

"Sebelumnya kami telah mendengar keterangan dari Amien Rais, termasuk sejumlah saksi lainnya yang dianggap mengetahui kejadian itu," katanya.

Sebelumnya, rumah Rais di Pandeansari Blok 2 Nomor 3 Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis dini hari, ditembak orang tidak dikenal, dan tembakan mengenai mobil yang diparkir di depan rumah. (http://www.antaranews.com)

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 09 November 2014 16:33

Yunita Mahendrawati, Perjuangkan Nasib Budayawan Bali

Surel Cetak PDF

eflin - Yunita MahendrawatiBerbicara Bali, tak bisa dipisah dari soal keindahan. Bali memang beruntung, dilahirkan pencipta dengan kecantikan alam yang mengundang gairah. Eksotisme Bali tidak sampai disitu saja. Selain menawarkan keindahan alam, Bali juga menawarkan keelokan adat dan budaya yang masih dijunjung tinggi, meski zaman sudah serba digital. Perpaduan ini memang membuat Pulau Seribu Pura bak surga bagi para pelancong.

Hal ini disadari betul oleh Yunita Mahendrawati Hariyono Putri. Runer up – 1 Teruni Bali tahun 2014 ini mengaku keindahan alam, adat dan budaya Bali perlu dijaga dan dilestarikan. “Sebagai anak muda, asli Bali, tentu saya merasa memiliki tanggungjawab untuk melestarikan budaya saya sendiri. Apalagi perkembangan zaman tidak dapat kita hindari. Perkembangan teknologi terutama membawa dampak yang sangat besar terhadap kepedulian kita terhadap budaya kita sendiri,” ujar mahasiswi semester enam Fakultas Hukum Universitas Mahendradata ini, Jumat (22/1) di Royal Butique, Denpasar.

Ita mengakui, keikutsertaannya dalam ajang Teruna Teruni Bali tahun 2014 semakin membawa dirinya termotivasi untuk terus belajar dan mengenal budaya lokal sehingga dirinya bisa mempresentasikan citra Bali di mata dunia.

“Ajang Teruna Teruni Bali memacu saya untuk terus belajar bagaimana sejarah Bali, kebudayaannya seperti apa dan terus terang saya semakin jatuh cinta ketika benar-benar dipelajari. Dan saya ingin semakin banyak anak muda yang sadar untuk mau belajar tentang sejarah budaya Bali, sehingga tidak lupa darimana asal usul mereka,” lanjutnya.

Ita berpendapat, kecintaan terhadap kebudayaan harus dibangun sedini mungkin. Ia memberikan contoh sejak kecil dirinya memang diajarkan untuk mulai mengenal budaya Bali dengan masuk sanggar tari, belajar membuat banten hingga belajar makidung.

“Jadi, ketika mengikuti Teruna Teruni Bali, sedikit tidaknya saya sudah paham tentang kebudayaan. Karena memang akan menjadi duta pariwisata Bali, kan malu kalau duta pariwisatanya tidak paham tentang budaya. Pariwisata Bali tidak bisa dipisahkan dari adat dan budaya,” ucap perempuan kelahiran 19 Juni 21 tahun lalu.

Khusus untuk pariwisata sendiri, Ita berpendapat, pariwisata Bali masih terpusat dibeberapa daerah saja. Hal ini tentu sangat disayangkan, karena seluruh daerah di Bali memiliki keindahan dan keunikan masing-masing. “Masing-masing daerah menyimpan potensi dan karakteristik. Jika benar-benar dioptimalkan, tentu saja akan berdampak pada perekonomian masyarakat disekitarnya. Pemerintah masih kurang memperhatikan peluang ini,” lanjutnya.

Selain soal pemerataan potensi pariwisata daerah, Ita juga menyayangkan sikap pemerintah yang kurang begitu peduli dengan nasib budayawan Bali. Menurut Ita, mereka adalah “veteran” dalam dunia budaya yang harus terus diberikan apresiasi dan perhatian. “Masih banyak budayawan yang sudah lanjut usia yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal perjuangan mereka untuk melestarikan budaya lokal sangat nyata,” ujar juara 1 Putri Kampus Ajeg Bali tahun 2012 ini.

Dengan gelar yang disandang sebagai Runer Up – 1 Teruni Bali 2014, Ita berharap mampu berbicara banyak di level nasional bahkan internasional untuk mempromosikan pariwisata Bali. Tidak hanya itu saja, Ita juga memiliki kerinduan untuk memperjuangkan nasib budayawan yang mungkin telah dilupakan jasa-jasanya. M-005

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL